Hanya Sebatas Angan

Hanya Sebatas Angan
29


__ADS_3

Jangan lupa vote nya kk2 ku yang baik hati, dan salam hangat dari aku untuk kalian semua😊😍


Happy Reading ~


****


Author pov~


Kini fairy dan kedua sahabat nya sedang berada dikantin setelah mendengar guru didepan memberikan materi tanpa henti


"Fai. gimana perasaan lo sekarang? Masih sedih?" tanya clara dengan mulut penuh


Fairy yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari clara pun meletakkan sendok yang sedang dipegang nya dimangkok yang berisi bakso


"Ya! gitu lah clar mau sedih juga kasian sama kak naga nya nanti kepikiran aku terus, gak sedih juga aku gak bisa" fairy menjeda kalimat nya lalu menghembuskan nafas nya kasar guna menetralkan perasaan yang selalu sakit ketika membahas naga


"Aku udah terbiasa dengan kehadiran dia tapi sekarang tiba-tiba aja dia jauh dari aku" jawab fairy sendu tanpa terasa setetes air mata jatuh dari kelopak mata nya


"Clar!" seru calista


"Fai. jangan nangis dong, gue gak ada maksud untuk buat lo sedih! Maafin gue ya"


"Iya gak papa, aku aja yang terlalu sensitif kalau sudah menyangkut kak naga"


"Sekali lagi maaf ya" ucap clara serius


"Iya. clara! ya udah lanjut geh makan nya kok jadi melow gini"


"Ehh iya ya, calista emang paling bisa"


Ketiga nya pun melanjutkan makan siang mereka yang sempat terhenti, dikantin itu tidak ada yang berani mengganggu mereka jika pun ada mereka akan berfikir dua kali karna ketiga gadis itu adalah anak orang-orang berpengaruh


"Kamu dengan kak satria gimana kabar nya clar?" tanya fairy


"Kalau itu mah gak perlu ditanya fai, setiap malem gue ditelponin sama dia gak tau deh gue, apa dia gak bosen ya" jawab clara terkekeh


"Widih! enak dong yang ditelponin terus" timpal calista


"Bukan nya lo juga ya? yang ditelponin kakak gue mulu, tiap gue lagi asyik telponan sama dia pasti bilang 'udah dulu ya dek, kakak mau telpon calon ibu dari anak-anak kakak kelak' geli gue denger nya" ucap clara, dan itu sukses membuat kedua pipi calista memerah


"Blushing kan lo. Hahaha"


"Clara! Mau gue bunuh? Hah"


"Serem banget, belum jadi kakak ipar gue aja lo udah mau bunuh gue" jawab clara tanpa menghentikan tawa nya dan itu sedikit menyita perhatian beberapa murid yang berada disana


"Tidak adik tidak kakak sama saja. Menyebalkan" gumam calista pelan, tapi masih dapat didengar oleh


"Geu bilang kak langit, kapok lo" ancam clara membuat calista gugup


"Awas aja lo sampai bicara yang tidak-tidak, gue potong lidah lo"

__ADS_1


" Busett deh. Lo lagi pms cal? Serem amat"


Fairy yang melihat kedua sahabat nya berdebat hanya bisa tertawa dan menahan sakit dibagian perut nya karna terlewat bahagia


Calista dan clara menoleh kearah fairy ketika mendengar fairy tertawa lepas seperti tak ada beban, mereka tersenyum jika tingkah laku mereka bisa membuat fairy kembali seperti semula fairy yang selalu ceria setiap hari nya


"Aku keenakan ya ketawa nya?" tanya fairy tersenyum kikuk melihat kedua sahabat nya yang tengah menatap nya seperti itu


"Gak papa kok. kita berdua malah senang bisa melihat lo tertawa lepas sseperti barusan" jawab calista


"Makasih ya. kalian berdua sudah mau membantu aku untuk kembali ceria lagi"


"Tidak perlu berterima kasih fai, itu lah arti sahabat ada disaat apapun keadaan nya. Ya sudah ayo kembali ke kelas jam istirahat sudah mau habis" ajak clara dan diangguki oleh kedua nya


****


Sedang kan di negara sebrang ketiga pemuda tampan yang kemana-mana selalu bersama, kini tengah fokus mendengarkan materi dari sang dosen


"I have something to ask from the material I just presented" tanya sang dosen


"No mister!" jawab satu kelas itu serempak


"then we end our class today, see you next week"


"excuse me"


"Fine. Misteri!"


"Mau langsung pulang nih?" tanya satria


"Ya. siapa tau kan mau nongkrong dulu dikantin"


"Lo aja!" cetus naga lalu berdiri dari kursi nya untuk kembali keapartemen


"Hi." sapa salah satu mahasiswi bule cantik kepada naga


"Oh. Hi too! Is there anything I can help?" jawab naga datar


"May I know your name" tanya gadis itu


"Naga Arsenio" jawab naga singkat


"Your name is familiar"


"just your feelings" jawab naga


Wajar saja orang tidak asing dengan nama naga, perusahaan keluarga nya saja sudah go internasional


"my name is zea adila" ucap gadis yang bernama zea itu dengan mengulur kan tangan nya kedepan


Satria dan langit yang melihat itu langsung melihat satu sama lain apa yang akan terjadi, dan benar saja tak ada respon yang diberikan oleh naga hanya jawaban singkat yang naga berikan

__ADS_1


"Hmm, then excuse me" jawab naga singkat, zea pun menurunkan tangan nya dan tersenyum kecut


"Ahh. no, please then" jawab zea dengan sedikit menggeser tubuh nya kesamping agar naga bisa lewat


Dengan langkah cool nya naga melangkah kan tungkai nya dengan cepat keluar dari kelas diikuti kedua sahabat nya


"Suka banget sih ga, buat cewek sedih" ucap satria setelah keluar dari kelas


"Mau secantik apapun gadis itu tidak ada yang bisa menggeserkan fairy dihati gue"


"Ya. tapi gak kayak gitu juga kali, lo gak liat wajah gadis itu tadi?"


"Bukan urusan gue"


"Sudah lah sat! ada benernya juga apa yang dikata kan naga, jangan bermain api kalau lo tidak mau kena api nya" timpal langit


"Iya-ya"


"Sono lo balik kehabitat aja" cicit naga dengan mendorong bahu satria pelan


"Gue bilang sama yayang gue lo berdua" ucap satria dramati


"Jangan lupa ya, yayang lo itu adek gue"


"B*ngs*t lo ngit, gue ini calon adik ipar lo tau"


"Emang gue mau?" tanya langit bercanda


"Terserah lo!" jawab satria kesal


"Hahaha. baper nih ga"


"Satria kan memang seperti itu"


"Sudah ayo pulang gue dah bad mood" ucap satria lalu berjalan ke mobil nya


"Ngambek ni yee. Hahaha" teriak langit tapi tak dapat jawaban dari satria


Ketiga nya memasuki mobil masing-masing dan melajukan mobil mereka dengan beriringan.


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


TBC.


Terima kasih😊


__ADS_2