Hanya Sebatas Angan

Hanya Sebatas Angan
24


__ADS_3

Author pov~


Satria tersenyum manis mendengar curahan hati clara, sebenarnya satria tak benar-benar mengacuhkan clara bahkan setiap hari nya dia selalu menanyakan keadaan gadis nya ini dengan sahabat nya yang tak lain adalah kakak sang kekasih


Satria juga pun tau jika kekasih nya ini sering mengurung diri dikamar setelah sepulang sekolah bahkan sampai-sampai mogok untuk makan pun langit ceritakan kepada sebenarnya dia tak teka tapi mau bagaimana lagi dia sama-sama tersiksa nya


Dan dia hanya ingin memberikan pelajaran kepada wanita nya ini agar jangan sekali-kali mengacuhkan dirinya karna dia tidak menyukai jika dia diabaikan


Tangan kanan satria pun tak berhenti mengelus surai lembut clara membiarkan gadis itu menangis sepuasnya, dia akan berbicara saat tangis gadis itu mereda


Saat dirasa sudah cukup tenang tak ada lagi isakan hanya sesekali satria mendengar suara sesegukan dari gadis yang berada dipangkuan nya


"Princess"


"Princess" panggil Satria lagi


Tapi orang yang dipanggil tak berniat untuk menjawab


"Sayang! Coba lihat kakak" pinta satria lembut


Satria yang sudah mulai tak sabar pun sedikit mengertakan rahang nya


"Clara Putri Angkasa" panggil satria yang mulai kesal


Mendengar Satria memanggil nya dengan nama lengkap membuat diri nya takut


Tidak ingin membuat satria marah perlahan clara pun menjauhkan wajah nya dari ceruk leher satria dengan muka yang menunduk tak berani menatap pria yang sedang memangku nya ini


"Apa kakak seseram itu sampai kamu harus menundukan kepalamu?" tanya satria dan dijawab gelengan oleh clara


"Angkat wajah kamu kakak ingin melihat wajah kamu" ucap satria


Dengan sedikit takut clara mendongak kan kepala nya mentap iris coklat milik Satria yang teduh


Pria itu sedikit meringis melihat wajah kekasih nya yang tampak kacau, mata yang mulai sembab dan rambut yang berantakan


Tangan satria pun terulur menghapus sisa jejak cairan bening yang berada sudut mata kekasih nya


"Why do you talk like that, Hmm?" Tanya satria menatap dalam clara tak lupa tangan yang digunakan untuk menghapus sisa airmata tadi tengah mengelus pipi clara


"Do you know, to get you I must take quite a long time"


"Jadi tidak ada alasan jika kakak harus berhenti untuk sayang dan cinta sama kamu" ucap satria menarik nafas lalu menghembuskan secara perlahan


"Jangan pernah berbicara yang tidak-tidak lagi" imbuh Satria


"Tapi kenapa kakak tidak pernah menghubungi atau menemuiku" lirih clara


"Walaupun kakak tidak menghubungi atau menemuimu kakak tau apa yang terjadi pada dirimu" jawab satria


"Bagaimana kakak tau? Pasti kak langit kan yang memberi tahu" tanya clara


"Tidak penting kakak tau darimana" jawab satria


"Apa kamu merindukan kakak?" tanya satria


Hanya anggukan kepala yang didapat satria dan itu tidak membuat satria puas dia ingin mendengar nya langsung dari bibir mungil kekasih nya ini


"Bukan itu yang kakak ingin kan sebagai jawaban nya" ucap satria


"Kamu merindukan kakak ya atau tidak princess?" tanya satria tegas


"Tidak, Aku tidak merindukan kakak" jawab clara memalingkan wajah nya kesamping


"Kau yakin?" tanya satria

__ADS_1


"Sangat yakin!" jawab slara cepat


"Kalau begitu jawab dengan menatap mata kakak, kakak ingin melihat apakah kamu benar-benar tidak merindukan kakak" ucap satria


"Kamu dengar sayang? Ayo tatap kakak"


"Aku tidak merindukanmu kakak" jawab clara tanpa menatap satria


"Tatap kakak clara"


Gadis itu menggelengkan kepala nya tanda tidak mau, bukan apa dia tidak mau satria melihat wajah memerah nya sungguh itu sangat memalukan buat nya


Kesal dengan keras kepala clara yang tidak mendengarkan ucapan nya, membuat satria ingin sekali memberikan gadis ini hukuman


Dengan cepat satria memegang tengkuk clara dan membawa nya mendekat membuat siempu kaget dan sekali lagi dengan cepat satria menyatukan bibir kedua nya m*lum*t dengan kasar dan memaksa lidah nya untuk masuk kedalam rongga mulut gadis itu tapi seperti nya gadis itu membuat benteng pertahanan yang cukup kuat


Tak kurang akal satria menggigit bibir bawah gadis itu membuat gadis itu mengerang tak mau menyia-nyiakan kesempatan satria menelusupkan lidah nya untuk bermain dengan lidah clara sedikit kewalahan clara pun menyeimbangi satria


Sudah tidak kuat dan sungguh saat ini dia butuh banyak oksigen agar dia tetap hidup clara pun memukul-mukul bahu satria tanda dia sudah kehabisan nafas


Satria yang mengerti pun menyudahi kegiatan nya dan menempalkan kening nya dan kening clara, melihat kearah bibir gadis itu yang masih terdapat sisa saliva kedua nya tangan nya pun terulur untuk mengusap bibir gadis nya


Clara yang melihat itu hanya diem dan masih terengah-engah untuk menetralkan nafas nya


"Kakak sudah memperingatkan mu tapi kamu tetap saja tidak mau mendengar"


"Kakak tanya sekali lagi. Apa kamu merindukan kakak?" tanya satria dengan menatap clara


"I-iya"


"Hah. Itu yang ingin kakak dengar"


"Kakak juga merindukanmu princess! Sungguh tersiksa rasanya tidak bertemu dan tidak mendengarkan suaramu selama seminggu ini" ungkap satria drngan mengelus pipi clara


"Kalau kakak tersiksa kenapa kakak tidak menghubungi atau menemuiku?" tanya clara


"Hukuman?" tanya clara dengan mengerutkan alis nya


"Iya hukuman. Hukuman agar kamu tidak mengabaikan kakak" jawab satria


"Siapa yang mengabaikan kakak? Kakak tau bukan kalau aku tidak pernah mau orang lain menyentuh mobil kesayangan ku" ucap clara


"Jadi mobil kamu lebih segala nya daripada kakak" tanya satria


"Ya kakak tau kalau kakak baru hadir dihidup kamu tapi apakah mobil dan manusia itu sama?" tanya satria lagi


"Tentu tidak sama. kenapa kakak menyamakan barang dengan manusia" jawab clara


"Itu kamu tahu! lalu kenapa kamu mengabaikan kakak dan lebih memilih mobil kesayanganmu itu? Apa kakak tidak berarti dalam hidup kamu?" tanya satria


"Kakak sangat berarti buat aku, tapi!"


"Tapi apa? Tidak lebih berarti dari mobil kamu iya?" tanya satria


"Eghh, bukan seperti itu"


"Sudahlah kakak mengerti tidak perlu kamu jelaskan" jawab satria dan memalingkan wajah nya


"Bodoh kau clara, lihat dia merajuk lagi seperti anak kecil" batin clara


Eghhh


"Sudah sore waktu nya pulang" ucap satria setelah menurunkan clara dari pangkuan nya


"Tapi"

__ADS_1


"Kamu belum pulang kerumah kan?" tanya satria dan diangguku oleh clara


"Ayo kita pulang, nanti kakakmu yang tampan itu khawatir denganmu" ajak satria dan mengambil jas nya yang digantung disamping kursi nyaa


"Ayo" ajak satria setelah memakai jas nya


lalu berjalan kearah pintu tapi belum sampai dipintu sebuah tangan menghentikan langkah nya


"Maaf"


"Tidak papa sayang, kakak saja yang terlalu berharap untuk menjadi prioritas kamu sampai kakak lupa kalau ada yang lebih penting dari kakak" jawab satria tersenyum ketir mengingat kekasih nya lebih mendahulakan mobil kesayangan nya dari pada dirinya memang bisa dibilang dia belum lama dikehidupan clara tapi tidak ada tempat kah dihati gadis itu sampai-sampai dia kalah saing dengan sebuah mobil


"enggak, gak kakak itu prioritas aku sekarang. Maafin aku kalau aku kemarin mengabaikan kakak tapi untuk sekarang dan seterus nya hanya kakak yang akan menhadi prioritas aku setelah papi, mami, dan kak langit"


"Tidak perlu dipaksa sayang, kakak beneran tidak papa kok" ucap satria


"Jangan bicara seperti itu"


" Hikss, hikss, kakak tidak percaya padaku? apa aku terlihat berbohong?" tangis clara dibalik punggung kekar satria


"Kenapa menangis lagi sih sayang?" tanya satria dengan membalikkan badan nya dan mendekap tubuh kecil clara


"Kakak tidak percaya padaku?"


"Siapa yang bilang kakak tidak percaya?"


"Tapi tadi kakak seperti tidak percaya padaku"


"Kakak percaya kok"


"Maaf" cicit clara


"Maafin aku kak kalo aku sudah mengabaikan kakak"


"Shuttt, sudah jangan dibahas sudah kakak maafin"


"Beneran?"


"Iya sayang, iya princess ku" jawab satria lalu mengecup kening clara


"Ayo pulang, kamu tidak mau kan kalau kakak mu itu datang kesini lalu menghajar kakak karna tidak menemukanmu dirumah"


"Hehe iya ya. Tidak mau masak pacar aku yang tampan ini mau dihajar"


"Then let's go home my princess!"


"Let's go"


Dengan perasaan bahagia kedua nya pun keluar dari ruangan itu untuk kembali kerumah.


_


_


_


_


_


_


TBC.


Oke guyss jadi part ini khusus untuk satria dan clara. Jangan pernah bosen ya untuk terus ikutin alur nya.

__ADS_1


Thank you😊


__ADS_2