Hanya Sebatas Angan

Hanya Sebatas Angan
07


__ADS_3

"Izinkan aku mencintaimu dengan sepenuh hati ku, sampai waktu nya tiba aku akan membuktikan kepadamu jika aku benar-benar  sungguh mencintaimu bukan hanya sekedar kata"


Satria Ega Diwangkara~


****


Author pov~


Naga terus menarik fairy keluar dari dalam cafe dengan tidak sabar. sedangkan yang ditarik hanya meringis kesakitan karna cengkraman dan tarikan dari lelaki itu terlalu kuat


"Kak naga. tangan aku sakit" ucap fairy


Sedang kan naga tetap tidak melepaskan fairy dan terus saja menarik gadis itu hingga sampai dimobil naga


"Masuk" ucap naga singkat setelah membukakan pintu mobil disamping pengemudi


Tetapi yang disuruh hanya menatap naga dengan sendu


"Masukk fairy" ucap naga lagi dengan nada yang sedikit meninggi


Fairy yang mendengar bentakan dari naga langsung cepat masuk dengan buru-buru.


Setelah cukup lama, fairy yang heran kenapa naga tidak menutup pintu nya padahal dia sudah duduk dari beberapa detik yang lalu pun langsung menengok kearah naga dengan bertanya-tanya


Fairy memundurkan kepala nya kebelakang saat melihat wajah naga sudah tepat didepan nya hanya tinggal 3 cm saja wajah kedua nya sudah menempel sehingga kedua nya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing


"K-kak naga mau nga- ngapain" tanya fairy gugup melihat wajah naga yang semakin dekat


Sedangkan yang ditanya hanya diam tak menjawab satu kata pun dan langsung memasang kan seatbelt sedangkan fairy memejamkan mata karna dia pikir naga akan mencium nya seperti tadi siang.


Selesai memasang seatbelt naga keluar dan menutup pintu mobil nya, dan jalan memutar untuk ke pintu pengemudi saat akan membuka pintu mobil. seseorang memanggil nama nya dari arah belakang


"Naga" panggil satria


"Gua balik duluan ya, sorry" ucap naga


"Iya. gak papa, ingat harus tahan emosi lo" jawab langit sambil mengingatkan sahabat nya itu


"Sebisa gue" jawab naga dengan wajah datar


"Kak naga, jangan marah-marah ya sama fairy" ucap clara menambahkan dia takut lelaki itu akan memarahi fairy habis-habisan


"Iya" jawab naga singkat


"Yaudah, gue duluan ya sampai ketemu besok" pamit naga dengan menepuk pundak langit dan satria bergantian lalu masuk ke mobil dan menjalankan mobil nya


****


Langit pov~


aku bingung sama anak itu dia bilang tidak punya perasaan apapun dengan gadis itu tapi,entahlah. semua orang pun dapat menilai dengan cara dan sikap nya itu kalau dia sedang cemburu buta.


"Ck. Dasar naga posesif sekali " ucap ku dalam hati sambil tersenyum mengingat kelakuan naga


"Heyy. lo mau balik kagak? Ngelamun aja" ucap satria mengagetkan kan ku


"Iya lah, lo pikir gue mau disini terus sampai pagi" jawab ku ketus dan langsung membalikkan badan


"Dek. ayo pulang sudah malam" ajak ku kepada clara


"Iya kak, tapi aku akan mengantarkan calista terlebih dahulu karna tadi aku yang menjemput nya" jawab clara sambil melihat ke arah calista


Gadis yang aku sukai secara diam-diam selama ini.


Dan aku pun melirik kearah orang yang berada disamping adik ku, aku melihat betapa sempurna nya ciptaan tuhan ini dan apa ini jantung ku seperti lari maraton

__ADS_1


"Ekhem ekhem" suara deheman satria membuat aku harus menyudahi menatap gadis itu


"Kamu pulang aja duluan ya, biar kak satria menemani kamu dari belakang sampai depan rumah" ucap ku lembut kepada adikku


"Lo temenin adek gue ya sampai depan rumah. Lo mau kan" tanya ku kepada satria


"dengan senang hati" jawab satria senang


Ya. Gue tau satria selama ini menyukai adik gue tapi gue gak masalah gue yakin dia bisa bahagiain adik gue, karna gue tau satria itu seperti apa dan juga orang tua kita saling kenal.


"Tapi kak, calista gimana" tanya adik ku lagi


"Biar calista kakak yang antar, ini sudah malam bahaya kalo kamu pulang sendirian" jawab ku


"Cal. Lo gak papa kan kak langit yang antar pulang" tanya clara kepada calista


"Iya gak papa kok, ada bener juga kata kak langit" jawab calista dengan melihat kearah ku dan pandangan kami pun bertemu


"Sekarang kamu pulang dan jangan bawa mobil ngebut-ngebut" ucup ku lagi


"Iya kak. Kak satria ayo" ajak nya kepada satria


"Aah, oke ayo tuan putri" jawab satria


Setelah  mobil clara dan satria menghilang dari pandangan ku aku pun mengajak calista untuk pulang


"Calista ayo kakak antar pulang" ucap ku


"Ahh iya kak" jawab nya gugup


****


Calista pov~


"Jangan lupa sabuk pengaman nya" ucap kak langit mengingatkan ku saat dia sudah siap untuk menjalankan mobil nya


"I-iya kak" jawab ku gugup


"Kenapa gugup begitu, aku bukan orang jahat kok jadi santai oke" ucap nya dengan lembut dan tersenyum manis dan langsung menjalankan mobil nya


Dan aku pun menganggukan kepalaku sambil tetap memandang nya, aku akui dia terlihat lebih tampan saat dilihat dari dekat seperti ini bahkan dari samping pun tatap tampan


"Calista" panggil nya dengan lembut


"Ahh. Iya kenapa kak" jawab ku spontan


"Apa ada yang aneh dengan wajah ku" tanya nya lagi


"Tidak. Tidak ada yang aneh kok kak" jawab ku cepat


"Lalu, kenapa kamu melihat aku seperti itu" tanya nya dengan melihat ke arah ku sekilas


Aku yang malu karna ketahuan telah melihat wajah nya dengan sangat lama pun hanya menundukan wajah ku sambil menautkan kedua tangan, aku tidak berani melihat kearah manapun


Tapi tak berapa lama aku merasakan mobil kak langit menepi ke pinggir jalan dengan rasa penasaran aku mengangkat kepala ku dan melihat  kearah kursi pengemudi dan disitu kak langit sedang menatap ku dengan lembut


"Kenapa berhenti kak" tanya ku dengan jantung yang dag-dig-dug


"Kamu yang kenapa, apakah karena kamu ketahuan mencuri pandang wajah kakak sehingga kamu jadi menundukkan wajah cantik mu ini" jawab nya yang membuat kedua pipi ku merah seperti tomat


"B-bukan gitu" jawab ku gugup sambil membuang muka


"Lalu seperti apa? Bisa kamu jelaskan" tanya nya dengan memegang dagu ku dengan jari jempol dan telunjuk nya sehingga membuat aku bisa melihat wajah tampan nya


"A-aku em" belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku dia memanggil nama ku lagi dengan lembut

__ADS_1


"Calista" panggil nya dengan suara lembut


"Iya kak" jawab ku kaget saat dia menggenggam tangan sebelah kiri ku dengan kedua tangan nya


"Kakak ingin mengatakan sesuatu, tolong jangan potong dulu sebelum kakak selesai berbicara. Right!" ucap nya dan aku pun menganggu kan kepalaku tanda mengiyakan


"Calista. Entah kenapa setiap kali menyebut nama mu ada perasaan senang didalam hati kakak. tidak tau sejak kapan tapi yang perlu kamu tau sudah sangat lama perasaan aneh ini, perasaan dimana saat melihat wajah mu melihat senyum dan tawa mu semua tentang kamu kakak ingin kamu berbagi dengan kakak.


Kakak tidak pernah begini dengan wanita lain selain clara dan itu pun terkhusus untuk clara karna dia peri kecil kakak yang harus kakak jaga setelah kedua orang tua kakak, kakak tidak ingin menyesal dan kakak tidak ingin kehilangan kesempatan suatu hari nanti karna tidak keberanian kakak untuk mengungkapkan ini. So, Calista Agatha will you be my girl friend?" uangkap kak langit dengan yakin sambil menatap ku yang sudah menetes kan air mata haru


"Jika kamu tidak bisa, tidak apa-apa kakak tidak ingin memaksa tidak perlu dijawab. tapi yang perlu kamu tau perasaan kakak ke kamu itu tulus" jawab nya sambil menghapus sisa air mata dipipiku dengan jemari nya sebelah kanan dan yang kiri tetap menggenggam jemari ku dengan erat


Aku pun menggelengkan kepala ku tanda aku tidak menolak nya, jujur aku juga memiliki perasaan yang sama dengan apa yang kak Langit ungkap kan barusan aku tidak menyangka jika selama ini cinta ku berbalas


"A-aku mau jadi pacar kakak" ucap ku sambil menatap kedua mata nya dengan air mata yang tidak mau berhenti aku dapat melihat kebahagiaan di wajah nya


"Terima kasih, terima kasih banyak calista. kakak tidak bisa menjanjikan apapun kepada kamu tapi kakak akan berusaha membuktikan nya, hari ini kakak meminta kamu untuk menjadi pacar kakak 7 tahun kedepan akan  kakak pastiin kakak akan meminta kamu didepan kedua orang tua kamu untuk menjadi pendamping hidup kakak dan menjadi ibu dari anak-anak kakak kelak. tolong tunggu kakak, tunggu kakak sampai bisa membuktikan jika kakak pantas untuk mu" ucap nya dengan penuh keyakinan dan membawaku ke pelukan nya aku pun membalas nya


Aku pun mengganggu kan kepala ku tanda aku mengiyakan ucapan nya dan menangis haru


"I love you calista" ucap nya


"I love you more kak" balas ku


Dan dia pun melepaskan pelukan nya dan tersenyum manis kepadaku


"Ohh, astaga jam berapa ini" tanya panik nya sambil melihat jam yang melekat dipergelangan tangan nya


"Maaf ya sayang, kakak malah membuat kamu pulang semalam ini" ucap nya penuh sesal tapi malah membuat aku bersemu seperti ini


"Hey-hey kenapa pipi kamu memerah" goda nya yang membuat aku memalingkan wajahku ke samping


"Kak langit ihh kesel deh" ucap ku


sambil memajukan bibir ku kedepan dan itu malah membuat ia semakin terbahak menertawakan aku yang sudah kesal oleh nya


"Iya-iya, tidak perlu malu begitu. mulai sekarang kalau kita sedang berdua kamu harus panggil kakak dengan sebutan sayang. Mengerti!" ucap nya


"Kalau aku tidak mau" tanya ku dengan menantang


"Ya, siap-siap aja terima hukuman" jawab nya santai


"Hukuman apa?" tanya ku lagi dengan penasaran


"Liat saja nanti" jawab nya singkat dengan senyum smirk nya


_


_


_


_


_


_


 


TBC.


Jangan lupa vote ya kk2😍


Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2