
Author pov~
Fairy kini tengah bersiap-siap untuk ke apartemen naga, dia tadi sudah meminta izin kepada mommy dan daddy nya dan diizinkan asal kan dia mau dia diantar oleh sang sopir pribadi nya mau tak mau pun ia mengiyakan daripada tidak bisa keluar sama sekali
Setelah selesai berbenah fairy turun kebawah dan menyampari kedua orang tua nya yang sedang bersantai diruang keluarga
"Mom, dad. Aku pergi dulu ya" pamit fairy, mencium tangan kedua nya bergantian
"Iya sayang. Titip salam sama naga ya" jawab mommy
"Hati-hati sayang" jawab sang daddy
"Iya mom, dad" jawab fairy
Lalu berjalan keluar rumah menuju mobil yang sudah menunggu dan siap untuk berangkat
"Maaf pak nunggu lama" ucap fairy
"Gak papa non, kita berangkat sekarang" jawab pak iwan
"Iya" jawab singkat fairy
****
Kini seorang laki-laki tampan sedang bersantai dibalkon kamar nya melihat keindahan langit malam
Sungguh akhir-akhir ini dia sangat merindukan gadis nya, setelah memukul lelaki itu ia hanya sesekali melihat gadis nya itu pun tidak sengaja saat dikantin atau pun diparkiran
"Kakak sangat merindukan kamu fairy" lirih naga
"Berat rasanya harus memendam ketakutan ini sendirian" gumam lelaki itu
Larut dalam pikiran nya sampai suara bel apartemen nya berbunyi membangun kan laki-laki itu dari lamunan nya
Ting tong!! Ting tong!!
"Ck. Pasti dua curut itu" ucap naga pelan dan berjalan keluar kamar untuk membukakan pintu
Ting tong!! Ting tong!!
"Iya tunggu sebentar" teriak naga didepan pintu
"Lo berdua gak bisa apa sab--ar ehh fairy ayo masuk" ucap naga tersenyum kikuk saat tau yang datang bukan lah kedua sahabat nya
"Emm iya kak" jawab fairy
****
Naga pov~
Apa ini? Gadis yang akhir-akhir ini membuat pikiran ku kacau sedang ada dihadapan ku sungguh keajaiban
Setelah fairy masuk aku pun menarik tangan nya dan mendukukan dirinya dan aku disofa yang berhadapan langsung dengan tv
"Kamu kesini sama siapa?" tanya ku
"Dianter sama pak iwan" jawab fairy dengan menatap naga
"Terus apa yang membuat kamu kesini" tanya ku datar
"A-aku kangen sama kakak" jawab nya dengan menundukan kepala nya
Aku tersenyum mendengar nya sungguh kalimat ini membuat hati ku yang tadi nya gusar menjadi tenang
Dan aku pun mengangkat dagu nya agar kembali menatap ku dapat aku lihat wajah nya memerah karna menahan malu
"Benarkah?" tanya ku, dan langsung diangguki oleh nya
"Kakak pikir kamu sudah bahagia dengan laki-laki s*alan itu" seru ku dengan sedikit geram
"Maksud kakak, kak azka" tanya nya
"Iya siapa lagi, dan benar bukan apa yang kakak ucapkan barusan" jawab ku
"Yang mana?" tanya nya lagi
"Semuanya. Saat kamu berangkat sekolah bareng dia saat dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah kamu saat tangan nya membelai pipi lembut ini" jawab ku dengan mengusap-usap pipi nya
"Engga!! aku gak bahagia atas semua perlakuan lembut kak azka sama aku" jawab nya cepat
__ADS_1
"Tapi kamu tidak menolak perlakuan dari nya fai" ucap ku kecewa dan melepaskan tangan ku dari pipi nya
"Engga kak engga, itu aku tidak sadar aku belum sepenuh nya mencerna dan itu begitu cepat untuk aku memahami situasi nya" jawab nya dengan meyakinkan ku
"Tidak papa fai kakak menghargai kamu, kakak tidak ingin memaksa kamu untuk menunggu kakak kejarlah yang membuat mu bahagia" ucap ku lirih dengan menatap wajah nya
"Kakak bicara apa sihh" jawab nya memalingkan badan nya dari pandangan ku
Cukup lama dengan posisi dimana fairy memandang kearah tv dan aku memandang nya dari samping
"Sungguh aku sangat ingin memeluk gadis ini sekarang" batin ku
"Kamu mau minum apa" tanya ku dan beranjak dari sofa
"tidak usah, fairy tidak haus" jawab nya tanpa menoleh kearah ku
Tetapi aku tetap berjalan kearah dapur yang tidak jauh dari ruang tv untuk mengambil kan nya minum tidak perduli dia haus atau tidak
****
Fairy pov~
Aku memalingkan wajah ku dari pandangan kak naga ternyata aku salah ku pikir kak naga tidak melihat kejadian hari itu
Pantas saja kak naga menghajar kak azka karna dia melihat semua nya dimana kak azka memperlakukan dengan sangat manis
Ku kira kak naga menghajar nya karna masalah lain tapi berdoa saja semoga kak naga tidak bicara yang tidak-tidak seperti barusan
"Kamu mau minum apa?" tanya nya
"Tidak usah, fairy tidak haus" jawab ku tanpa melihat kearah nya
Jujur saat ini aku masih takut untuk menatap wajah nya, aku takut dia marah dan bicara yang tidak-tidak sehingga membuat jarak lagi diantara aku dan diri nya sama seperti beberapa bulan kemarin aku gak mau
Aku pun menengok kesamping tapi aku tak melihat keberadaan kak naga. Aku bangkit dari sofa menuju kedapur dan benar saja dia sedang menuangkan air itu putih kedalam gelas
Perlahan aku berjalan mendekati nya aku pun melingkar kan kedua tangan ku kepinggang nya membuat diri nya kaget untuk sesaat dan kembali rileks
"Apa kakak tidak merindukan aku?" tanya ku
Mendengar pertanyaan ku dia pun membalikan badan nya dan memeluk ku dengan erat
"Terus kenapa kakak tidak pernah menemui fairy" tanya ku sedih
Dia pun menarik tangan ku lalu mendudukan aku dipangkuan nya setelah dia duduk di kursi meja makan yang ada di dapur itu
Dengan posisi ini membuat jantung ku berkerja lebih cepat bagaimana tidak kedua tangan ku diarahkan nya untuk memeluk leher nya dan kedua tangan nya memeluk pinggang ku ahh romantis sekali!!
"Kakak sibuk fai, kamu tau kan sebentar lagi kakak lulus jadi sebelum kakak kuliah kakak harus belajar mengelola perusahaan jadi saat kakak selesai kuliah kakak sudah siap mengambil alih perusahaan sepenuh nya" jawab nya dengan panjang lebar
"Jadi kakak akan meninggal kan fairy disini sendirian?" tanya ku dengan mata yang sudah berkeca-kaca
"Hey-hey!! Kenapa bersedih bukan kah itu bagus jika kakak tidak ada disini" jawab nya dengan memegang pipi dengan tangan kanan nya
"Bagus apa nya?" tanya ku
"Iya, kamu bisa lebih dekat atau bahkan pacaran dengan lelaki itu" jawab nya dengan nada pelan
"Aku bilang engga ya engga!! Kenapa kakak tidak mengerti itu" jawab ku dengan berteriak dan mulai terisak membuat nya terkejut untuk sesaat
"Kakak tidak percaya padaku?" tanya ku
"Kakak tau, hanya kakak yang fairy mau hanya kakak tapi kakak tidak mau mengerti" jawab ku disela tangis
"Jangan menangis sayang nya kakak, kakak tidak ingin menjadi orang yang egois dengan melarang kamu untuk dekat dengan laki-laki lain tanpa ikatan apapun kakak tidak ingin kamu merasa terkekang dengan keegoisan kakak. Don't cry baby" ucap nya dengan menghapus jejak air mata dan mengecup pipi ku berulang-ulang
"Tapi aku cuma mau kakak bukan orang lain atau pun kak azka" jawab ku lirih dan menundudukan kepala
"Kalau kamu hanya ingin dengan kakak kamu akan mendengar kan ucapan kakak" ucap nya
"Seperti nya kamu tidak benar-benar menginginkan kakak. jadi kakak tarik lagi ucapan kakak waktu itu, kamu tidak perlu menunggu kakak dan kakak tidak akan lagi menjadi orang egois" ucap nya lagi dengan menatap kedua mata ku
"Fai gak mau kak, fai cuman mau kakak gak mau yang lain hiks! hiks!" tangis ku pecah dan memeluk diri nya dengan erat seolah memberi tahu kalau aku tidak mau
"Kalau fai cuman mau sama kakak jauhi semua laki-laki termasuk azka, Right?" jawab nya dengan mengelus punggung ku
"Iya" jawab ku serak dan mengangguk cepat dengan tetap memeluk nya
****
__ADS_1
Author pov~
Masih dengan posisi sama dimana dua sejoli itu masih betah berpelukan dengan sesekali sang pria mengucapkan seluruh wajah nya tak lupa bibir manis gadis itu
"Pulang ya!! Kakak antar pulang" ucap naga
"Gak mau fairy mau sama kakak disini" jawab fairy enggan melepaskan pelukan pada leher naga
"Tapi ini udah malam sayang" ucap naga
"Aku mau disini, aku mau tidur sama kakak" jawab fairy manja
"Kamu beneran mau minep sini fai?" tanya naga dan dibalas anggukan oleh gadis itu
"Baiklah. Kakak telpon daddy dulu kalau begitu" ucap naga
lalu bangkit dari duduk nya dan menggendong fairy ala koala menuju kamar nya untuk mengambil handphone yang berada diatas malas
Setelah mengambil handphone dan menghubungi nomor telpon daddy nya fairy dengan tangan satu menahan Badan gadis itu dan satu memegang handphone nya
"Hallo. Assalamualaikum dad" ucap naga setelah terhubung
"Walaikumsalam ada apa nak?" tanya daddy
"Emm, gini dad fairy nya tidak mau pulang dia ingin tidur disini" ucap naga dengan was-was
"Ada apa ga apa terjadi sesuatu dengan fairy" tanya daddy khawatir dengan anak tunggal nya
"Tidak dad hanya saja kata dia, dia merindukan aku" jawab naga
"Ohh hahaha daddy kira ada apa, ya sudah lah tidak papa dia tidur disitu dari pada dia merengek menanyakan kamu terus" ucap daddy mengizinkan
"Jadi boleh dad" tanya naga meyakinkan lagi
"Iya. Tapi ingat jangan terburu-buru memberikan daddy cucu tunggu kalian sah dulu" seru daddy dengan tawa menggelegar
Naga yang tau arah pembicaraan daddy fairy pun langsung memerah bisa-bisa nya lelaki itu bicara terlalu vulgar apalagi pasti fairy dengar
"Kalau begitu daddy tutup ya. Assalamualaikum" ucap daddy
"Walaikumsalam dad" jawab naga
Setelah selesai naga pun membaringkan fairy diikuti diri nya yang mengambil tempat disamping fairy dan itu tak luput dari pandangan fairy
"Kak. daddy tadi ngomongin cucu, cucu apa kak emang siapa yang punya cucu" tanya fairy polos
Oh, ****!!
"Bukan apa-apa hanya bercanda, sudah sini tidur sudah malam" jawab naga lalu memeluk tubuh fairy
"Fai.berhubung besok hari minggu kakak mau mengajak kamu kerumah mamah. Kamu mau?" tanya naga menunduk kan penglihatan nya
"Aku mau aku juga udah gak pernah main kerumah kakak" jawab fairy antusias
"maka dari itu ayo tidur biar besok tidak kesiangan" ajak naga lalu memeluk gadis itu
"Sweet dream baby" ucap naga dengan mengecup bibir fairy singkat
Membuat gadis itu tersenyum dan menenggelam kan wajah nya di dada bidang lelaki itu tak lupa tangan yang memeluk erat si lelaki
Tak lama pun kedua nya sudah terbang ke surga menikmati keindahan alam mimpi.
_
_
_
_
_
_
TBC.
Jangan lupa vote nya ya kk2😍
Kritik dan saran dari kakak juga sangat aku butuhkan jadi tolong tegur aku kalo ada kesalahan baik dari segi apapun.
__ADS_1
Terima kasih 😊