
"Aku pikir tidak terlalu buruk untuk jatuh cinta. dulu aku sangat malas untuk tau apa itu cinta tapi setelah bertemu dengan mu semua nya berbeda"
Langit Putra Angkasa ~
****
Fairy pov~
Aku tidak salah dengar bukan kak naga yang membawa ku ke ruangan ini, bagaimana bisa
"Bercanda nya tidak lucu" ucap ku ketus kepada kedua nya
"Siapa yang bercanda sih" jawab clara kesal
"Benaran fai. Tadi itu si alex yang gendong lo terus pas sampai koridor mau ke UKS bertemu dengan kak naga dkk" jawab calista
"Terus? kalau aku sudah digendong sama alex kok kak naga yang bawa aku kesini" tanya fairy masih penasaran
"Kak naga marah sama alex setelah tau kalau yang di gendong alex itu lo dan ngambul alih tubuh lo dari gendongan alex" jawab calista yang berada di sebelah kanan fairy
"Dan dia juga bilang ke kita kalau lo kenapa-napa kita gak dibolehin nyuruh orang lain tapi kita harus hubungi kak naga dia gak mau ada laki-laki lain yang megang tubuh lo atau semacam nya" imbuh clara dengan wajah serius
"Gue heran deh sama kak naga kenapa sampai seposesif itu sama lo" ucap clara lagi
"Atau jangan-jangan lo berdua pacaran lagi" tanya clara dan melihat kearah fairy dengan bertanya-tanya
Tapi clara tidak tau jika pertanyaan nya itu membuat fairy bersedih dan mulai menangis
"Heyy lo kenapa, maaf ya kalau pertanyaan gue buat lo sedih" ucap clara dengan meminta maaf
"Iya fai lo cerita ke kita lo ada masalah apa, atau jangan-jangan lo sakit gara-gara mikirin kak naga" tanya calista penuh selidik
"Sebenarnya" jawab fairy dan menceritakan semua nya kepada kedua sahabat nya dari kejadian dimana pulang sekolah itu dan tadi malam
Kedua nya yang mengerti pun mencoba memberi pengertian kepada fairy
"Lo yang sabar ya fai mungkin kak naga lagi butuh waktu gue yakin kak naga juga sama seperti lo tapi mungkin ada yang membuat nya belum berani untuk jujur" ucap calista dengan mengusap-usap punggung fairy
"Iya fai, benar kata calista gue bisa liat dari sikap dan tatapan kak naga ke lo dia juga sama seperti lo hanya saja dia belum bisa untuk ungkapin langsung" imbuh clara dia sedih melihat fairy seperti ini
"Tapi kenapa kak naga dan aku kan sudah dari kecil selalu bersama jadi apa yang membuat dia tidak mengerti perasaan aku" jawab fairy dengan terisak
****
Author pov~
Tanpa tiga gadis itu sadari ada seseorang yang mendengar dari balik tirai yang berada di bilik tersebut
Ya lelaki itu adalah naga dia kembali ke ruangan itu untuk mengecek bagaimana keadaan gadis nya.
tadi ia hanya ingin menikmati hembusan angin di rooftop sampai pelajaran kedua dimulai tapi hati dan pikiran nya bertolak belakang dan memutuskan untuk melihat keadaan fairy
Tapi saat akan membuka tirai nya dia mendengar fairy sedang bertanya bagaimana dirinya bisa membawa gadis itu sampai ruangan ini dan alhasil naga pun mendengar kan semua sampai akhir
"Yaudah kalau gitu kita balik ke kelas dulu, lo istirahat aja entar kita kesini pas jam pulang" pamit clara dan calista dan diangguki oleh fairy
Naga yang mendengar itu pun buru-buru pergi dari situ menuju ke kelas nya
Sampai dikelas naga memilih duduk di bangku nya pandangan yang mengarah ke papan tulis dan kedua tangan dilipat diatas dada
dia masih terbayang oleh tangisan pilu fairy di UKS tadi sungguh sakit hati nya tapi ini belum waktu yang tepat
Sebuah lambaian tangan pun menyadari naga dari lamunan nya siapa lagi kalau bukan kedua sahabat nya
"Gue perhatiin lo akhir-akhir ini banyak ngelamun nya ga, ada masalah" tanya satria dan duduk dibangku nya
__ADS_1
"Naga mah ngelamunin fairy. sat" jawab langit lalu duduk dibangku nya yang berada disamping naga
"Apaan sih lo ngit" jawab naga dengan menatap langit tajam
"Santai bro, bercanda gue" ucap langit dengan senyum usil
"Gak lucu" jawab naga datar
"Iya juga ya gue perhatiin mah naga akhir-akhir ini ngelamun kalau liat fairy di goda cowok lain" ucap satria dengan memikirkan yang dialami dengan naga akhir-akhir ini
"Lo berdua bisa diem gak" tanya naga menatap tajam kedua nya
"Baiklah-baiklah kita berdua diem" jawab satria mengalah
Sedangkan langit yang tau apa yang tengah membuat sahabat nya melamun seperti itu pun hanya tersenyum simpul
Tak lama pun belum masuk berbunyi dan mereka pun memulai pelajaran nya setelah guru masuk
****
Naga pov~
Setelah bel pulang berbunyi aku pun bergegas untuk kembali ke apartemen
dan berpamitan kepada kedua sahabat ku
"Bro gue balik duluan ya" pamit ku kepada kedua nya lalu berjalan keluar kelas
"Buru-buru amat ga" jawab langit lalu mengejar ku bersama satria
Setelah sampai parkiran aku pun memencet remot otomatis untuk membuka kunci mobil Ferarri laferarri ku
Saat akan membuka pintu nya aku melihat fairy tengah di papah oleh kedua sahabat nya menuju mobil adik nya langit
Tanpa menjawab pertanyaan satria aku pun menyampari ketiga gadis itu
dan menghentikan langkah ketiga nya
"Biar fairy bareng kakak aja" ucap ku kepada kedua nya
"Ehh iya kak" jawab kedua sahabat dairy yang kaget akan keberadaan ku
Dan dapat aku lihat wajah fairy yang tengah menatap ku dengan wajah pucat dan begitu lemas bahkan untuk menopang tubuh nya pun tak bisa
Aku pun mengambil alih tubuh fairy dan menggendong nya ala bridal style membawa nya ke mobil ku sehingga membuat siswa-siswi yang berada disina berteriak histeris dan menganga
Setelah mendudukan fairy di kursi penumpang dan memasang kan nya seatbelt aku pun masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil meninggalkan parkiran sekolah dengan kecepatan sedang
Aku melihat kesamping dimana fairy tengah menatap jalanan dari balik kaca mobil yang disamping nya
Tangan kiri ku pun terulur untuk menggenggam tangan kiri nya membuat ia menoleh melihat kearah tangan dan wajahku bergantian
"Kenapa sampai sakit? Hmm" tanya ku lembut melihat nya sekilas
Tapi sepertinya dia enggan untuk menjawab pertanyaan ku
"Jangan sakit lagi, right! Jangan buat kakak khawatir terhadap kamu" ucap ku dengan mengecup buku tangan nya
"Sekarang kamu tidur, kalau sudah sampai rumah kakak bangun kan" ucap ku menyuruh nya untuk tidur
Dia pun langsung menuruti perintah ku untuk tidur, aku pun fokus ke jalanan dan menaikan sedikit kecepatan sehingga butuh waktu lima belas menit sudah sampai di depan rumah megah keluarga Valerie
Aku lihat gadis ku tertidur nyenyak tanpa peduli sekeliling nya dan aku pun mencoba membangun kan dengan menepuk-nepuk pelan pipi chubby nya
"Fai, fairy bangun gihh sudah sampai" ucap ku membangun kan nya tapi seperti nya dia lelah karna efek demam pikir ku
__ADS_1
tidak ada pilihan lain selain menggendong nya dan aku pun turun membukakan pintu dimana fairy duduk melepaskan seatbelt dan menggendong tubuh mungil nya masuk kedalam rumah
"Fairy kenapa sayang" tanya mommy saat aku baru masuk kedalam
"Demam mom, tadi juga sempat pingsan disekolah tapi seperti nya sudah mendingan" jawab ku
"Yaudah antar kekamar ya mommy mau membuat kan dia bubur dulu" pinta sang mommy dan berjalan ke dapur
Kaki ku pun melanjutkan langkah nya menaiki tangga menuju kamar fairy yang berada di lantai tiga
Setelah sampai di kamar yang besar dan bernuansa fairy tale aku pun berjalan menuju kasur king size dan meletakkan tubuh gadis ku di kasur melepaskan sepatu dan menyelimuti tubuh nya sebatas pinggang
Mengambil posisi bersimpuh di samping fairy berbaring dan menggenggam tangan nya dengan satu tangan ku dan tangan yang lain mengusap kening nya yang mengeluarkan keringat dingin
Wajah cantik ini yang biasa menampilkan senyum cerah nya kini sedang lemah tak berdaya hari ini tak ada senyuman tetapi wajah lemas dan pucat
Ekhhh keluh nya terbangun dari tidur nya yang terusik oleh usapan tangan ku lalu melihat kearah ku
****
Fairy pov~
Aku melihat kak naga sedang berada disamping ku dan sedang mengusap kening ku dengan tangan kiri nya sedangkan tangan yang lain tengah menggenggam tangan kanan ku
"Kak naga" panggil ku lemas
"Iya, kenapa sayang" jawab nya membuat ku malu
"ini dimana?" tanya ku belum menyadari
"Ini dikamar kamu, apa kamu lupa" jawab nya dengan terkekeh kecil
"Kakak yang bawa aku sampai kamar?" tanya ku lagi
"Iya" jawab nya singkat padat dan jelas
Aku menap wajah tampan nya dengan lekat sungguh sempurna ciptaan tuhan ini bagaimana tuhan menciptakan nya dengan sangat sempurna tanpa celah sedikit pun wajah yang selalu mengisi hari-hari ku sejak kecil dan membuat aku tak sanggup jika membayangkan dia tidak disamping ku
"kakak pamit untuk pulang ya, jangan lupa untuk minum obat" ucap nya membuyarkan lamunan ku
"Dan satu lagi jangan terlalu banyak pikiran yang perlu kamu tahu adalah kakak benar-benar sayang sama kamu apapun keadaan nya tidak akan merubah itu tolong bersabar fai tunggu sampai kakak siap. Oke" ucap nya lagi dengan menatap kedua mata ku
"Kakak pulang ya, cepat sembuh" pamit nya tak lupa mengecup kening ku cukup lama membuat aku memejamkan kedua mata ku merasakan ketulusan nya
Setelah selesai dengan ku kak naga melepaskan genggaman tangan nya dari tangan ku dan mengusap pipiku sebentar lalu berjalan keluar dari kamar ku
Saat dirinya benar-benar hilang dari kamar ku aku pun meraba dadaku rasanya jantung ku sakan keluar dari tempat nya dan tersenyum mengingat kejadian barusan betapa begitu perhatian naga saat dirinya sakit 'hah kak naga kamu membuat ku gila'.
_
_
_
_
_
_
TBC.
Jangan lupa vote nya ya kk2😍
Terima kasih banyak😊
__ADS_1