
"Rasa ini semakin besar membuat aku begitu takut untuk kehilangan dirimu"
Satria Ega Diwangkara~
****
Langit pov~
Hari ini aku menjemput kekasih ku sudah hampir tiga minggu ini aku mengantar jemput gadis ku, teman-teman ku dan adik ku pun sudah tau jika kami berpacaran
Dan aku juga pun sudah tau jika satria dan adik ku sudah jadian saat adik ku pulang dari main dengan satria aku menunggu nya diruang tv dan dia pun menceritakan kepada ku jika satria meminta nya untuk menjadi kekasih nya
Aku pun bahagia melihat adik ku bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah cantik adik ku dia ahh ternyata tuan putri ku sudah besar
Tak terasa mobil ku pun sudah sampai didepan pintu utama rumah kekasih ku aku pun langsung turun dan melangkah kan kaki ku menuju kedalam
"Assalamualaikum" ucap ku
"Walaikumsalam, ehh masuk langit" jawab ayah kekasih ku
Ya, aku dekat sudah dekat dengan keluarga Agatha. rupa nya ayah calista, papi ku, papah naga, papa satria dan daddy fairy adalah rekan bisnis tetapi aku tau siapa yang paling disegani di dunia bisnis ya itu adalah keluarga sahabat ku yaitu keluarga Arsenio's
"Iya ayah, apakah calista nya sudah siap dan ayah sama bunda mau kemana" tanya ku yang melihat ayah dan bunda calista sudah rapih
"Calista nya ada nak diatas lagi siap-siap. Dan ini ayah sama bunda akan melakukan perjalanan bisnis ke bangkok selama seminggu" jawab ayah calista tersenyum hangat
"Oh ya nak selama ayah dan bunda pergi bunda titip calista ya" pintar sangat bunda
"Iya bunda pasti langit jagain tuan putri keluarga Agatha dengan baik" jawab ku tersenyum
"Terima kasih sayang" ucap bunda dengan mengelus kepala ku
"Ayah bunda sudah mau jalan" tanya seseorang yang baru turun dari lantai dua
"Iya nak ayah dan bunda pergi dulu ya, kamu dirumah jaga diri baik-baik dan sekolah yang benar" jawab sang ayah lalu memeluk putri semata wayang nya
"Baik ayah ta akan jaga diri baik-baik selama ayah dan bunda tidak ada" jawab calista dengan tetap memeluk sang ayah dan tak lama melepaskan pelukan itu lalu beralih ke sang bunda
"Bunda pasti akan sangat merindukan mu malaikat bunda" ucap sang bunda memeluk erat putri nya
"Ta akan lebih rindu dengan bunda" jawab calista
jangan tanya apakah calista sedih ditinggal jawaban nya tentu tapi karna sudah terbiasa ditinggal jadi tidak membuat nya terlalu sedih bahkan dia mengerti keadaan kedua orang tua nya yang memang harus dituntut seperti itu karna mau bagaimana lagi jika tidak seperti itu perusahaan tidak ada yang memimpin
"Iya sudah kalau begitu ayah dan bunda jalan dulu ya, langit ayah titip calista ya jaga dia baik-baik selama ayah belum pulang" ucap sang ayah dengan menepuk pundak langit pelan
"Baik ayah" jawab ku singkat
Setelah ayah dan bunda calista pergi aku pun mengajak calista untuk berangkat
"Ayo sayang, nanti kita telat" ajak ku
"Iya sayang ayo"
****
Fairy pov~
Saat ini alu sedang berada di jalan menuju kesekolah dengan diantar sopir pribadi ku, aku sedang malas membawa mobil sendiri
"aduh kenapa nih mobil nya" ucap pak iwan
"Kenapa pak iwan" tanya ku
"Gak tau non seperti nya ban nya bocor biar bapak cek dulu" jawab nya dan langsung turun untuk mengecek bang mobil nya
Tak lama pak iwan mengecek dia pun memberi tahu ku untuk menunggu dan mengambil ban serep yang ada dibagasi belakang
__ADS_1
sepuluh menit aku menunggu aku pun melihat jam yang berada ditangan ku menujukan pukul 06:45 bagaimana ini sepuluh menit lagi gerbang tutup
Aku pun memutus kan keluar dari mobil untuk pamit ke pak iwan untuk naik taksi saja
"Pak iwan fairy naik taksi aja ya, soal nya sebentar lagi sekolah akan tutup" seru ku pada pak iwan
"Iya non tidak papa, maaf ya bapak lama dandan nya" jawab pak iwan
"Gak papa pak, aku yang harus nya minta maaf karna udh nyusahin bapak" jawab ku tersenyum
"Ini sudah tugas bapak non tidak perlu minta maaf" ucap pak iwan
"Kalau begitu aku pamit ya pak" pamit ku dengan mencium tangan kanan pak iwan
"Ehh iya non hatihati" jawab nya kaget
****
Azka pov~
Aku menancap kan gas mobil ku dengan kecepatan tinggi karna sebentar lagi gerbang sekolah ku akan tutup
Tapi aku seperti mengenali gadis yang sedang berdiri di pinggir jalan itu seperti sedang menunggu sesuatu dan ya itu fairy, gadis yang mempu membuat hari-hari ku terasa indah aku pun menepikan mobil ku tepat disamping nya
"Fairy!! Kenapa kamu bisa disini" tanya ku dari dalam mobil
"Ehh kak azka aku kira siapa, iya nih mobil aku tadi ban nya bocor jadi aku lagi nunggu taksi" jawab nya tersenyum singkat
"Yaudah ayo naik" ajak ku
"Emm, tapi" jawab nya ragu
"Udah naik aja sebentar lagi sekolah tutup" ucap ku dan dia pun langsung bergegas masuk ke mobil ku
"Jangan lupa seatbelt nya" ucap ku mengingatkan nya lagu menjalankan mobil
Setelah sepuluh menit menempuh perjalanan kini mobil ku pun sampai disekolah tercinta hampir saja pikurku dan setelah memarkir kan mobil aku pun keluar duluan dan membukan pintu mobil untuk fairy
Dia menatap ku cukup lama dan tersenyum lalu keluar dari dalam mobil tiba-tiba saja angin kencang lewat membuat wajah nya tertutupi rambut halus nya yang bergelombang
Aku pun menyingkir kan anak rambut yang menutup wajah nya posisi seperti ini terlihat begitu romantis membuat beberapa siswa/siswi yang berlalu lalang melihat iri kearah kami
"Wahh enak ya jadi fairy kemarin naga sekarang azka" ucap salah satu siswi yang disana
"Lo mah sirik aja, bilang kalau pengen seperti fairy" timpal teman si wanita
"Lo apaan sih, engga ya gue gak gitu udah ayo lah ke kelas sebentar lagi masuk" ajak nya kepada teman nya tadi
Aku melihat mereka yang berjalan masuk pun tak sengaja melihat keberadaan naga seperti nya lelaki itu baru saja sampai aku pun menyinggung kan senyum iblis ku kepada nya
"Jangan di dengar perkataan orang-orang tadi" ucap ku kepada fairy yang tengah menundukan kepala nya karna malu
"Tapi kak, benar kata mereka aku seperti wanita shuttt!! Belum sempat fairy menyelesaikan kalimat nya aku menaruh jari telunjuk ku di bibir nya
"Jangan pernah berbicara seperti itu, mereka hanya iri karna tidak bisa seperti kamu" ucap ku dengan mengelus pipi nya lembut
Pandangan ku pun terarah ke tempat naga berdiri dan ya dia masih setia disana menyaksikan aku dan fairy
Dapat aku lihat wajah nya yang menahan amarah seperti ingin melenyapkan ku lalu berjalan meninggalkan parkiran
"Ayo masuk" ajak ku kepada fairy dan di angguki oleh nya
Aku pun menggandeng tangan nya tidak ada perlawanan dari nya mungkin dia sedang hanyut dengan masalah tadi sehingga dia tidak menyadari tangan nya yang ku genggam
Melewati koridor dan pandangan orang-orang yang menatap iri kearah ku dan fairy, bagaimana tidak aku juga salah satu orang yang dicari di sekolah ini wajah yang tampan dan badan yang cukup bagus dan tinggi tidak ada yang tidak mau dengan ku walaupun aku tak setenar naga
Mau bagaimana lagi jika saja keluarga ku keluarga yang berpengaruh seperti keluarga Naga maka aku yang akan digilai wanita-wanita disekolah ini tapi setidaknya perusahaan keluarga cukup berkembang walau tidak sebesar perusahaan Arsenio's group
__ADS_1
Tak lama langkah kami pun sampai tepat didepan kelas fairy
"Sudah sampai" ucap ku
"Eghh sudah sampai ya kok cepat sekali" jawab nya dengan tersenyum, cantik sekali pikir ku
"Mungkin karna jalan nya dengan kakak sehingga kamu tidak menyadari" ucap ku dengan menggoda nya
"Hah, ehh maaf kak" jawab nya kaget melihat tautan tangan nya dengan ku dan melepaskan nya
"Kak azka. Terima kasih ya untuk tumpangan nya" ucap nya dengan tersenyum lagi
"Iya sama-sama, kakak yang harus nya yang berterima kasih karna sudah di izinkan melihat bidadari sepagi ini" jawab ku tersenyum hangat
"Iya sudah aku masuk dulu ya kak" pamit nya tersenyum aku balas dengan anggukan kepala
Aku berjalan ke kelas ku setelah melihat fairy masuk ke kelas nya selama diperjalanan aku tersenyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi aku berharap bisa seperti ini setiap hari
****
Author pov~
"Fairy ceritain sama kita gimana bisa lo berangkat bareng dengan kak azka" tanya clara kepada fairy yang baru duduk dibangku nya
"Iya coba lo ceritain kronologi nya" imbuh calista
"Kalian ini apaan sih yaampun" jawab gadis itu
"Lo gak takut kak naga melihat lo dengan kak azka" Tanya clara lagi membuat raut wajah gadis itu berubah
Dia juga baru ingat kenapa tidak kepikiran kesana tapi semoga saja lelaki itu tidak melihat
"Kalian apaan sih malah buat aku takut" jawab fairy
"Makanya ceritakan kepada kami bagaimana bisa lo bareng kak azka" ucap calista
"Iya-iya" jawab fairy lalu menceritakan secara detail bagaimana dia bisa bareng dengan kakak kelas nya itu dan kedua teman nya pun memanggukan kepala nya
"Udah kan" tanya fairy
"Lo berdoa aja semoga kaka naga tidak melihat lo dan kak azka tadi" jawab Calista
"Iya bener itu fai, kalau sampai kak naga melihat habis lah sudah lo berdua" jawab clara membuat fairy bergidik
"Ihh kok kamu malah buat aku takut sih clar" jawab fairy kesal
"Udah lah sana ke bangku kamu sebentar lagi guru masuk" Ucap fairy dan dituruti oleh gadis itu
"Semoga saja kak naga tidak melihat" batin fairy
_
_
_
_
_
_
TBC.
Jangan lupa vote ya kk2😍
Terima kasih😊
__ADS_1