Harga Mati

Harga Mati
BAB 1 peringatan pertama


__ADS_3

14 Januari 2023, ini adalah hari pertama Kamaru di sekolah baru nya, seharusnya semua akan baik-baik saja, dengan sedikit perasaan gugup pria 16 tahun itu membuka pintu mobil pickup milik ayah nya dan segera turun.


"Semangat!! ayah tau kamu anak pintar, mari saling bekerja keras hari ini"


ayah kamaru mencoba mengalihkan kegaduhan dari putra nya itu, Kamaru mulai menarik nafas panjang dan perlahan menghembus keluar. "Mari kita buktikan kalau aku tidak se penakut itu" jawab nya penuh percaya diri.


siapa sangka pria rumahan ini berani membuka lembaran baru setelah sekian lama menetap di kampung, flashbaback ke masa lalu nya, remaja ini adalah pria pendiam dan tak memiliki banyak teman, di kampung Kamaru hanya nyaman berteman dengan ayah dan ibu, di sekolah dia juga tidak mendapatkan perlakuan yang baik, saat di bangku SMP dia sempat mengalami pengalaman pahit, dimana saat itu dia menemukan sebuah dompet di lantai sekolah, jumlah uang di dalam nya cukup banyak tanpa menaruh prasangka buruk ia memasuk kan dompet itu ke dalam tas dengan tujuan akan mengembalikan esok hari.


tapi semua di luar rencana. seorang siswa yang merupakan salah satu anak buah dari juragan di kampung sedang dalam masalah besar, radex si juragan ladang ganja di kampung menghajar habis-habisan dirinya di saat perjalanan pulang,


Dengan polos nya Kamaru yang berhati lembut berlari membantu siswa itu, "a a a apa masalah nya?, kenapa tuan memukuli Rado sebegitu parah nya??" dengan nada terbata-bata ia duduk bersimpuh memeluk tubuh Rado yang tergeletak di tanah,


seketika wajah juragan yang terkenal tegas dan beringas itu berubah, ia tampak semakin kesal,


"kau bertanya apa masalah nya??, baik lah aku beri tahu.dia mencuri dompet ku untuk membeli obat terlarang, tetapi si bodoh ini ketahuan dan sekarang polisi sedang mengincar nya, karena kesalahan kecil yang dia buat polisi ikut memeriksa ladang milik ku, kamu juga tau kan setiap keluarga bahkan keluarga mu hidup dari ladang ilegal itu? jika aku ketahuan ingat lah anak sial*an itu akan mati di tangan ku"


juragan itu mengacung kan jari telunjuk ke Rado dengan nada mengancam.


di sisi lain Rado mulai panik akan perkataan Bos nya, ia paham betul radex tidak pernah bercanda dalam berkata, seketika ia bersujud memohon di kasihani.

__ADS_1


"Tuan ampuni aku, aku memang mengambil dompet mu untuk membeli benda itu, tapi dia yang meminta ku" Rado menunjuk ke arah Kamaru yang tak mengetahui apa-apa. suasana semakin kacau emosi juragan itu semakin memuncak.


"Benarkah yang dia katakan, ia berjalan mendekati Kamaru, bersamaan dengan itu kamaru menggeleng menolak pernyataan itu dengan gemetar. juragan yang saat itu memegang sepuntung rokok tanpa ragu menekan nya di pipi kanan Kamaru, sontak saja itu membuat nya berteriak kesakitan, ia menangis sampai mengeluarkan cairan dari dalam celana nya.


"Sssakitt, sakit tuan, pipi ku terbakar, aku mohon hentikan huhuhu" tanpa menghiraukan permohonan Kamaru pria itu terus menekan seraya memutar api rokok ke wajah nya.


"Jika sakit mengakulah, mungkin juragan akan sedikit mengasihani mu" dengan gemetar Rado berteriak memberi tahu teman sekelas nya, namun Kamaru masi menolak mengakui sesuatu yang tidak ia lakukan.


"A a aku tidak melakukan nya, aku mohon hentikan pipi ku sudah terbakar huhu bapak tolong aku, ini sangat sakitt" kamaru terus meringis dan meminta di kasihani, hingga akhirnya pria yang masi tampak muda itu menjatuhkan rokok yang sudah setengah hancur tersebut.


"Periksa seluruh tubuh nya, apa ada barang mencurigakan yang ia miliki" perintah juragan kepada seluruh bawahan nya, seketika pakaian Kamaru di lucuti hingga yang tersisa hanya celana pendek, tetapi tetap saja mereka tak menemui apa-apa, juragan kembali menatap ke arah Rado, dengan wajah kesal,


"Tunggu tuan, tapi bukankah ini dompet yang kamu maksud?" bawahan itu menunjukkan dompet kulit berwarna hitam, seketika juragan itu terlihat kagum, ia kembali berjalan mendekati Kamaru, "wah..wah..wah.. luar biasa, aku hampir berfikir kalau kamu memang bukan pelaku nya, kamu sangat pandai menutup rahasia Bahakan saat aku membakar wajah mu" pria itu tersenyum puas.ia menatap mata Kamaru yang di penuhi rasa ketakutan,


"Kamu terlihat sangat takut, tapi tenang saja kali ini aku akan melepaskan mu, tapi sebelum itu kamu pasti tau setiap perbuatan haru ada balasan nya kan?" pria 42 tahun itu meraba jari kelingking Kamaru dan mematahkan kan nya ke arah jam 12,


"Aaaaaaaaaakhhhhhhhh" Kamaru berteriak sejadi-jadinya diikuti dengan kepergian orang-orang tersebut.


...****************...

__ADS_1


sekarang telah memasuki 2023, yang lalu biarlah berlalu, menyisakan ingatan di kepala Kamaru, trauma masi mendalam di batin nya, namun apa boleh buat ia harus tetap hidup demi ayah dan ibu, sudah cukup setahun ini ia hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apa pun, lorong sekolah terasa begitu panjang, ia mencari ruangan 10ips2 namun tak kunjung menemukan, wajah nya kebingungan melihat kekiri dan kanan ingin bertanya tetapi tak memiliki keberanian.


tiba-tiba "Bughh" sebuah tangan menepuk pundak nya cukup keras,


"Awww" Kamaru refleks menoleh kebelakang, tamapak seorang wanita berdiri silang dada menatap nya dengan aneh,


"kamu siswa baru?" wanita itu bertanya namun terlihat tidak serius, ia terus-menerus mengunyah permen karet di mulut dengan wajah jutek.


Kamaru mencoba mengabaikan nya dan melanjutkan langkah, namun segera di hentikan oleh wanita itu. ia menarik kerah baju Kamaru kebelakang kemudian melangkah maju lebih dulu.


"ruangan mana kelas mu, biar aku antar" wanita itu menawarkan bantuan.


"10ips2" jawab nya singkat dan gemetar, sontak saja itu membuat wanita itu kembali menatap nya,


"sial*an" ternyata masi di bawah ku, sayang sekali wajah ini harus menjadi type ku" wanita itu menggerutu sendiri merasa menyesal telah bertanya. sementara Kamaru hanya menatap bingung tanpa berkata-kata, namun sebuah kejadian membut nya menghentikan langkah, Kamaru melihat sekeolompok anak sedang mempermain kan seorang siswa, dimana obat pernafasan siswa itu dilempar kesana-kemari, Kamaru melihat siswa itu benar-benar dalam keadaan sakit, tanpa ragu ia membantu menangkap obat itu dan memberikannya kembali kepada siswa tersebut, membuat salah satu dari kelompok pembuli merasa tertantang, ia perlahan berjalan mendekati Kamaru,


"Hei, mungkin kah kau anak baru di sekolah ini?" tanya pria itu dengan menekan nada suara nya, pertanda emosi nya sedang tertahan dan siap meluap.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2