
📢 perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan dan beberapa kata kasar, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~
Dua hari setelah kejadian, Kamaru tak datang lagi ke sekolah, ternyata diam-diam Deena memperhatikan pria itu, tak bisa di bohongi wanita itu sangat menyukai Kamaru sejak pandangan pertama, mungkin pria itu 3 tahun lebih muda dari nya, namun perasaan hadir tanpa bertanya tahun kelahiran orang yang akan di sukai.
Ia memberanikan diri bertanya ke salah satu teman sekelas Kamaru, ternyata pria itu tak ke sekolah karena demam setelah terkena hujan, kecemasan nya berangsur hilang.
...****************...
seminggu setelah kejadian, Kamaru telah kembali dengan semangat baru, libur beberapa hari membuat nya merasa lebih baik, Kini pria itu kembali sebagi Kamaru yang lain,
"Klotak..Klotak..Klotakk" pria itu berjalan menyusuri lorong sekolah, tatapan nya fokus ke depan tanpa peduli hal-hal disekitar,rambut nya yang telah di potong hampir botak membuat pria itu tampak lebih berbahaya,
bersamaan dengan itu ia melintasi Deo dan geng, sangat aneh dan di luar dugaan, pria itu seperti tak peduli sama sekali, ia hanya peduli dengan kesibukannya sendiri.
Di kelas kamaru duduk dan fokus mengikuti pelajaran, layak nya tak memiliki beban apapun ia menjalani aktivitas dengan sangat normal, hingga di saat jam istirahat tiba ia mulai berbaur dengan siswa disana, ia tak lagi menjadi satu-satunya yang menyendiri,
Dari kejauhan tampak keans dan dua orang lainnya sedang memperhatikan Kamaru dengan tatapan sinis, tak ingin mempermasalahkan itu Kamaru berlagak tak tahu apa-apa, ia terus saja menyantap makana siang.
keans,zoy dan Kalvin mulai berjalan ke meja pria itu, hingga suapan nya terhenti saat sebuah tangan yang begitu kekar menepuk meja makan milik Kamaru, ia segera menoleh ke si pemilik tangan kekar itu, tampak keans 2 lainya seperti mencoba menghakimi nya.
"Ikuti aku" pria yang paling di segani di sekolah itu membuat perintah seraya meninggal kan meja makan milik Kamaru, seolah tak mendengar nya pria itu masi melanjutkan makan siang, sementara zoy yang memperhatikan tindakan itu seketika di buat kesal, spontan saja ia menepis makanan kamaru sampai berserakan di lantai.
"Kau benar-benar cari mati?" bentak nya dengan mata terbelalak ke arah pria yang masi duduk di kelas 10 itu, Dengan wajah tenang Kamaru memanggil ibu kantin layak nya tak terjadi apa-apa,
"Bu, makanan baru satu hidangan lagi"
Kamaru benar-benar dalam masalah sekarang, spontan saja tangan kekar zoy membentur kepala Kamaru, anjut menekan nya ke meja makan dengan keras, seketika suasana yang tadi nya hening berubah menjadi kacau, seluruh siswa berteriak histeris,
"Anj**", jadi anak baru saja kau sudah belagu, siapa orang di belakang mu sampai kau begitu percaya diri"
__ADS_1
kamaru mengerang mencoba meloloskan diri dari cengkraman zoy,
"arkhh, lepas kan aku!!"
"Coba saja jika kalau kau bisa" zoy menantang pria itu untuk meloloskan diri, Kamaru yang kepala nya masi menempel di meja seketika meraih benda di depan nya dengan sembarang,
"gubrakkk"benda itu mendarat di pelipis mata zoy membuat nya refleks membekap bagian yang terluka,
"Akhhhhhhhh, mata kuuu" pria itu berjalan terhuyung-huyung hingga menabrak segala yang ada di depan nya, karena hilang keseimbangan pria itu jatuh terhempas, dalam kesempatan ini Kamaru meraih sebatang garpu bersiap menancapkan benda tersebut ke leher zoy, sementara pria yang belum bisa membuka mata itu tak menyadari bahaya sedang mendekat, yang ia lakukan hanya meringis kesakitan,
Segera Kamaru menghayunkan tangan menuju leher pria tersebut.
"kyyaaaaaaa, mati saja kau siala**"
"Tapp" tiba-tiba sebuah tangan menangkap lengan kamaru, seketika ia menolak kebelakang, tampak keans dengan wajah arogan, ia meremas tangan kamaru sekuat tenaga, rasa sakit yang kamaru terima tak bisa diutarakan lagi, namun ia memilihh menahan nya tanpa mengeluarkan suara, dengan kekuatan penuh pria 16 tahun itu menggeliat kan tangan nya untuk lepas,
sontak saja pria yang terkenal sebagai suhu di sekolah tersebut melepas pegangan dan beralih ke tengkuk pria itu, begitu lah ia menyeret Kamaru hingga masuk ke gudang, Tak ingin diremeh kan lagi Kamaru menepis tangan Keans yang sedang memegangi tengkuk nya,
"Lepas kan aku sial**"
"Sekarang apa? apa yang akan kau lakuakan?"
"Apa memang nya?"
"Jangan berpura-pura bodoh, kamu tau kan sekarang Deena Bekerja di club' milik bos nya Deo?"
"Apa urusan nya dengan ku? jangan libatkan aku di dunia berengs** kalian, biarkan aku hidup normal" Kamaru mendorong bahu Keans dengan wajah menantang, namun Keans yang telah dulu terjun di dunia kriminal menanggapi hal itu dengan tenang,
"Lalu kita biarkan saja dia diperalat Radex?"
__ADS_1
"Terserah kalian, itu sama sekali bukan urusan ku!!!!" kamaru berjalan menuju pintu gudang untuk keluar, namun sebuah kalimat membuat langkah pria itu terhenti.
"Apa kau tahu, dia lakukan itu untuk menyelamatkan mu?"
Kamaru berbalik dengan wajah sedikit shock,
"Apa maksud mu?"
"Ya seperti yang kita ketahui, seharusnya kau adalah target bullying yang berikut nya, tapi apa Deo masi menyerang mu? apa kau tau alasan dia tidak menyerang mu?"
"Jangan sembarang berbicara, aku sendiri yang menyelesaikan masalahku, aku membuat nya memohon"
Keans tertawa kecil, ia menepuk pelan bahu Kamaru,
"hey, kau fikir Deo type orang yang semudah itu? ada Radex di belakang nya, peringatan dari mu bahkan tak berarti apa-apa bagi dirinya"
Kamaru terdiam sejenak memikirkan hal- hal yang di katakan Keans, ia juga merasa Deo menghindarinya bukan lah karena merasa bersalah atau takut, ada alasan tersendiri mengapa ia melakukan itu, belum selesai kamaru berfikir, Keans kembali melanjutkan kalimat yang belum selesai ia katakan,
"Deena adalah tawanan mereka sekarang, Radex tau kalau Deena adalah adik dari Kevin musuh di masa lalunya, karena Deena telah memutuskan hubungan dengan aku zoy dan Kalvin kami tidak bisa membantu, hanya kau sekarang"
"Apa yang bisa aku lakukan?"
"ini adalah malam terakhir Deena bekerja di sana, kamu ikuti dan awasi dia selalu, aku yakin Radex sudah merencanakan sesuatu.
...----------------...
Bersambung...
⏩10
__ADS_1