Harga Mati

Harga Mati
BAB 10 Fight for her part 2


__ADS_3

Deena adalah tawanan mereka sekarang, Radex tau kalau Deena adalah adik dari Kevin musuh di masa lalunya, karena Deena telah memutuskan hubungan dengan aku zoy dan Kalvin kami tidak bisa membantu, hanya kau sekarang"


"Apa yang bisa aku lakukan?"


"ini adalah malam terakhir Deena bekerja di sana, kamu ikuti dan awasi dia selalu, aku yakin Radex sudah merencanakan sesuatu.


...****************...


"kring... kering" bel tanda pulang telah berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar melewati pagar sekolah, kerumunan siswa membuat Kamaru kesulitan menemukan Deena, dengan sembunyi-sembunyi pria itu melirik resah ke arah kerumunan siswa, hingga akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul, seperti biasa Deena keluar pagar dan menuju motor matic milik nya, sebelum berangkat wanita itu mengenakan jaket merah yang biasa ia gunakan saat pergi ke club', sementara Kamaru bersiap membuntuti senior wanita di sekolah nya itu, sebelumnya ia yang sudah mendapat pinjaman motor dari Keans segera ke parkiran, disana sudah ada Zoy, Kalvin dabbjuga Keans,


"Cepatlah, kau bisa kehilangan jejak!" perintah Keans kepada Kamaru, dengan wajah datar nya Kamaru mulai menyalakan motor Harley milik pria suhu di sekolah tersebut. saat akan pergi tiba-tiba zoy menepuk tegas bahu nya,


"Ingat, setelah ini selesai kau masi ada urusan dengan ku, jangan berfikir kau bisa lolos!!" pria itu tampak belum puas atas yang terjadi hari ini, dan mencoba memperingati pria 16 tahun tersebut, Kamaru yang sejati nya memiliki sifat tenang tak memperlihatkan wajah panik sedikit pun, ia menepis tangan pria itu dari bahu nya,


"Mengapa aku berharap lolos di saat aku tidak pernah terperangkap!!" pria itu memberi jawaban menohok membuat zoy kembali tersulut emosi, namun Kalvin mencegah agar tak terjadi perkelahian lagi, "Cepat lah berangkat, kau bisa kehilangan jejak" gumam nya sambil memegang erat lengan zoy.


Pria itu berlalu meninggalkan 3 orang yang telah lama menjadi geng tersebut, sementara zoy yang belum bisa tenang mengumpat tingkah Kamaru, "Dasar anak sia**n, belagu, sinting, berapa usia nya berani menantang ku, kalau bukan Karena Deena mungkin aku sudah membunuh dan melemparkan mayatnya ke sungai"


"Sudahlah, kita tunggu dia selesai, setelah itu aku akan membantu mu bermain dengan nya" ucap Kalvin mencoba menenangkan zoy, Keans yang terlihat paling tenang di sana segera mengambil bagian untuk berbicara,


"Jangan bermain dengan nya, tak jarang orang yang lemah akan menjadi lebih kuat ketika mendapat tekanan" sebuah kalimat yang seperti nya sebuah peringatan dari Keans, namun zoy dan Kalvin hanya saling tatap seolah tak mengerti, tak biasanya seorang Keans mau ambil bicara dalam hal seperti ini.


...****************...


Di sisi lain ada Deena yang menuju apotek tempat biasa ia membeli k****m, dari sebrang jalan Kamaru menatap nya kosong, hatinya terasa sakit saat memikirkan hal-hal liar yang ia bayangkan, sangat sulit menerima ekspektasi buruk tentang Deena, namun ia harus bersikap profesional, ia adalah penyebab Deena melakukan semua ini, sebagai alasan dari semua nya ia harus bertanggung jawab,


setelah mendapat benda yang ia cari wanita itu kembali mengendarai sepeda motornya ke suatu tempat, dari belakang Kamaru mengikuti dengan wajah penasaran, jalanan yang ia lalui sangat sempit, melewati gang-gang kecil dan hanya bisa di lewati motor, hingga wanita itu memarkir kan sepeda motornya di depan bangunan yang penjagaannya begitu ketat, Deena masuk tanpa di tanyai apapun, namun saat giliran Kamaru mereka menahan seraya mendorong tubuh Kamaru,

__ADS_1


"Berapa usia mu?"


"20 tahun" gumamnya mencoba berdusta,


"Lalu seragam apa ini?" mereka menatap seragam sekolah yang lupa ia ganti, seketika ia menepuk dahi atas kecerobohan yang ia lakukan,


"Baiklah, benar aku ini masi SMA, tapi aku sudah 20 tahun, aku boleh masuk kan?"


"Setidaknya ganti dulu seragam mu, dasar bod**"


"sekali ini saja, tolong ya pak"


"Sudah lah, pulang sana kerjakan pR dari guru mu" ucap penjaga meledek, mereka tertawa lepas menertawakan pria 16 tahun tersebut,


"Apa bang Radex tidak memberitahu untuk kedatangan ku" sekali lagi Kamaru mencoba berdusta, sontak saja penjaga itu berhenti tertawa, wajah panik tergambar dari keduanya, melihat ada kesempatan Kamaru segera memanfaatkan nya,


"Tunggi sebentar aku harus pastikan yang kau katakan benar, penjaga mengeluarkan handphone dari saku dan menelpon ke Radex, Kamaru yang sebenarnya telah panik berusaha tenang, jika ketahuan ia sudah mempersiapkan diri untuk berkelahi.


...****************...


Sementara itu di dalam privat room Milik Radex,


"Anak SMA?" Radex balik bertanya saat anak buahnya melapor ada seorang pelajar yang mengaku sebagai suruhan nya, seketika pria 26 tahun tersebut mengingat Deena, tanpa ragu ia memerintahkan mereka untuk membiarkan pelajar itu masuk, Sesat setelah itu tiba-tiba pintu Ruangan terbuka memperlihatkan Deena yang datang dengan barang pesanan nya,


"Ini pesanan mu!!" Deena melempar benda yang ia beli di apotek, wajah Radex seketika berubah jika Deena ada disini lalu siapa pelajar yang di maksud anak buah nya tadi?


Deo yang kebetulan juga ada disana memiliki pemikiran yang sama, "Aku akan mengecek" gumam Deo sambil berlalu keluar ruangan.

__ADS_1


"Kau kesini bersama teman?" Radex mencoba mencari tahu, namun wanita itu menyangkal pertanyaan Radex, melakukan hal tersebut Sama saja melakukan bunuh diri, disaat ia mati-matian menutupi pekerjaan nya mengapa ia malah membawa seorang teman,


Dari jawaban itu Radex mulai merasa curiga, ia mulai berhati-hati dalam setiap tindakan.


"Ingat, di perjanjian ini adalah malam terakhir ku, jadi stop menghubungi ku dan memesan benda sia*** itu kepada ku"


"Ya, kamu benar ini adalah malam terakhir, aku pasti sangat merindukan kamu setelah ini"


"Dan aku tidak!!!!"


Radex tertawa kecil menanggapi kalimat Deena, ia perlahan mendekat dan mulai berbicara hal-hal yang bersifat intim, seperti nya pria itu sedang mencoba melecehkan wanita tersebut,


"Bisakah aku menggunakan benda ini Dengan mu?" ucap si pria dengan wajah tak bersalah, Kalimat itu membuat emosi wanita 19 tahun itu meradang, ia mencoba melayangkan sebuah tinju ke wajah Radex, namun kekuatan Deena tak ada apa-apanya dan sangat mudah bagi Radex menjatuhkan tubuh wanita tersebut, ia mulai meluluskan misi nya dengan memegang kedua tangan Deena,


Merasa ketakutan wanita yang masi duduk di bangku 12 itu berteriak minta tolong,


"Lepaskan aku breng*** atau ku pecahkan kerangka kepala mu"


"Coba saja jika kau mampu, Tak ada yang bisa menyelamatkan mu sekarang, Tenang lah dan nikmati saja!!!"~


...----------------...


Bersambung....


⏩11


Udah punya ekspektasi belum tentang alur ceritanya?

__ADS_1


pasti nya belum kan, yuk lanjut ke Bab 11


__ADS_2