
wanita yang bersama Kamaru segera merangkul pundak nya dan menarik Kamaru mendekat.
"Yaaa, tepat sekali dia baru masuk sekolah hari ini, mungkin kita perlu waktu untuk saling mengenal mari bicara di lain waktu"
si pembuli mengalih kan pandangan ke Deena, ya dialah wanita yang cukup di kenal di sekolah, Deena memang tidak begitu familiar namun memiliki nama di sekolah tersebut, cepat berbaur dan tak mudah di taklukkan.
sejauh ini belum ada yang bermasalah dengan wanita 12ipa tersebut, namun banyak yang menyarankan agar tak membuat keributan dengan gadis yang memiliki gelar psikopat itu.
mengingat itulah pria pembuli membiarkan Kamaru untuk kali ini.
"Baiklah,karena aku melihat mu kita abaikan saja hari ini, lain kali jaga pria mu dan katakan pada nya jangan coba-coba menjadi pahlawan di lingkungan gila ini" sekelompok pembuli itu pun berlalu sambil menatap sinis ke arah Kamaru,
Deena tersenyum sambil menunjukkan kode ok dari kelima jari nya.
setelah sekelompok pembuli itu pergi Kamaru segera melepaskan diri dari rangkulan Deena, ia berjalan menunduk menuju ruangan kelas, sementara Deena masi mengikuti nya dari belakang.
"Hoy..kau mau kemana?" teriak wanita bergelar psikopat tersebut, sontak saja Kamaru menoleh ke arah nya,
"keke kelas ku" jawab nya terbata-bata,
"Itu di samping mu" Deena menatap ke arah ruangan yang berada tepat di sebelah kiri Kamaru, tertulis jelas di pintu 10ips2, Kamaru terlihat panik ia segera berbalik untuk memasuki ruangan, kembali lagi Deena menarik kerah baju pria 16 tahun tersebut.
"Hei, sebenar nya aku tidak bergaul dengan siswa di bawah ku, tapi karena kau memiliki wajah yang aku sukai jadi ku beri tahu kau beberapa hal
pertama, "apakah kau memiliki kekuatan atau keahlian dalam berkelahi??"
Kamaru menggeleng pelan menghadapi pertanyaan tersebut.
__ADS_1
Deena menarik nafas panjang "sudah Ku duga, terlihat jelas bagai mana rapuh nya tulang-tulang mu ini, jika kau tidak memiliki kedua hal itu setidak nya jangan menarik perhatian, jangan ikut campur, jangan mau terlibat dan hindari keramaian di sekolah ini, mengerti???"
di hadapkan pertanyaan itu oleh seorang wanita membuat harga diri kamaru sedikit goyah, dengan segera ia mengalihkan pandang ke bawah, ia berlalu memasuki ruangan tanpa memberi jawaban kepada Deena.
Just info, perlu kalian ketahui di sekolah ini bullying bukan lagi hal yang kriminal, mereka telah menerapkan hukum rimba, yang kuat adalah raja, ingin aman urus urusan masing-masing dan jangan terlibat hal apapun. untuk anak baru seperti Kamaru harus memahami budaya sekolah dalam menemukan the next target bullying, pertama mereka akan membuat jebakan untuk mencari tahu siapa yang sangat ingin jadi pahlawan di sekolah tersebut, dengan cara berpura-pura mengalami musibah, pihak yang membantu tentu nya akan menjadi target bullying berikut nya, Kamaru hampir saja menjadi sasaran empuk para pembuli, namun Deena menyelamatkan nya tepat waktu.
...****************...
kriiing...kring...kring..lonceng kedua telah berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar dari ruangan masing-masing, suasana yang sangat baru bagi Kamaru, ia menjadi satu-satunya yang terlihat kebingungan, tak ada seorang pun yang menegur, mereka terlihat sibuk mengurus diri nya masing-masing
#Di kantin sekolah
Kamaru berjalan perlahan melewati kerumunan siswa yang bersiap untuk makan siang, dari banyak nya siswa Kamaru terfokus ke sebuah meja, dimana disitu ada Deena dan 4 pria lain nya sedang menikmati makan siang mereka.
Di kelompok Deena ada 4 orang, yaitu Rey, Kalvin, zoy, Keans dan yang kelima adalah Deena sendiri, paling tua atau ketua dari kelompok itu ialah Keans sementara mengapa Deena menjadi satu-satu nya wanita?
Tak sengaja mata keduanya saling beradu pandang, membuat maru sedikit canggung, ia bingung harus berbuat apa di saat tertangkap basah begini, sementara Deena mulai berjalan ke arah nya, membuat kepanikan maru semakin menjadi-jadi. bersamaan dengan itu tiba-tiba....
"gubrakkk" semangkuk sup tumpah tepat di hadapan maru.
seorang pria merangkak membersihkan tumpahan tersebut, pria 16 tahun itu melihat di sekeliling. semua orang begitu cuek dan sibuk dengan urusan mereka tanpa ada yang membantu pria tersebut, sontak saja Kamaru yang baik berniat membantu namun cepat di selamat kan Deena, ia menarik tangan pria itu ke meja milik geng nya.
kamaru masi terlihat bingung, ada apa sekarang kenapa semua orang menjadi seperti ini,
"duduk lah" Deena menekan bahu lebar kamaru, ke-tiga teman Deena menatap sinis wajah kamaru, sudah jelas ini adalah ekspresi tidak suka, wajah mereka sangat serius tanpa menunjukkan senyum sedikit pun
"Apa ini? kau membawa bocah ke meja kita?" sahut seorang pria dengan tubuh kekar, dialah zoy si tangan kasar,
__ADS_1
"sudah lelah dengan yang lebih tua jadi kau memilih anak-anak sekarang?" sahut pria di sebelah nya yang dikenal dengan nama Kalvin,
Deena memperlihatkan wajah kesal, "apa kalian berdua mau mati kedinginan dalam rendaman air?" Deena menekan suara nya menahan amarah. hingga seorang yang terlihat paling dewasa di situ menghentikan perdebatan mereka, dia Adalah Keans suhu yang sudah pensiun.
"Hey sudah-sudah.. hentikan dan cepat habiskan makanan nya, kita masi ada jam pelajaran setelah ini, dan kamu anak kecil" pria itu menunjuk ke arah Kamaru membuat nya sedikit terkejut.
"iii iya bang, saya?"
"siapa nama mu?
"Kamaru bang"
"oke, Kamaru kau tau aku tidak suka ada orang baru di kelompok kami, jadi ini terakhir kali kami membantu mu, lain kali urus urusan mu sendiri. paham??"
wajah polos pria 16 tahun itu terlihat bingung, ia sama sekali tak merasa di tolong, justru Deena yang terus-menerus mengganggu nya, namun pikiran itu ia simpan jauh-jauh tanpa mengeluarkan nya.
"paham bang"
Di sisi lain ada kamaru adalah anak baru di sekolah tersebut, ia sama sekali belum memahami apa pun, bahkan ia tidak menyadari bantuan yang telah Deena berikan, justru ia merasa Deena mencoba menggoda nya karena terlihat lemah dan tak berguna,
bahkan larangan Deena seperti ejekan bagi nya, jangan ikut campur, jangan mencuri perhatian, apakah aku sekolah di hutan? sampai tak boleh bertindak gegabah, apa sekolah ini di penuhi pemangsa yang buas? semua omong kosong belaka, aku akan membantu siapapun yang ingin ku bantu, menunjukkan kemampuan ku dalam seni, aku akan terlihat di sekolah ini~
...----------------...
Bersambung....
jika bestie suka sama karya satu ini jangan lupa like ya, next hadiah,vote, subscribe, author ucapin makasi banget. love u🥰
__ADS_1