
📢Perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan dan beberapa kata kasar, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~
Radex tersenyum puas atas kekecewaan yang di rasakan geng Kevin, apalagi salah satu dari mereka telah mati menandakan Genk nya lebih unggul dari Kevin.
***
Pagi yang cukup cerah untuk menjalankan aktivitas, semua orang bersiap untuk menuju tempat bekerja, termasuk ayah Kamaru yang berprofesi sebagai cleaning servis di sebuah rumah sakit.
"Kamaru, Hari ini ayah lembur, jangan tunggu ayah dan pulang lah dengan taksi nanti"
"Baiklah ayah, aku akan tiba di rumah tepat waktu" tutur nya seraya mengenakan sepatu sekolah, Pria yang masi duduk di bangku SMA masuk lebih dulu kedalam mobil pickup milik sang ayah, bersiap untuk menuju sekolah, ia menjadi yang paling bersemangat hari ini karena merasa telah bebas dari pengganggu sekolah, Ya. mungkin itu memang benar dia adalah orang yang memiliki nama sekarang, terlebih orang di belakang nya adalah Radex si bandar ganja yang paling terkenal di kalangan mafia. Tetapi itu bukanlah jaminan bahwa ia akan selamat dari ancaman mati, mengingat kasus zoy yang belakangan populer di bahas para murid dan ikut menyeret nama nya.
Pagi ini adalah waktu untuk Keans mengintrogasi Kamaru, di pagar sekolah ia telah menunggu selama 40 menit, hingga sosok yang di tunggu-tunggu akhirnya muncul.
"Ini dia si psikopat sialan" gumam nya seraya memperbaiki posisi berdiri. Kamaru yang berjalan menuju gerbang cepat- cepat ia hentikan.
"Mari berbicara!!" Ajak Keans seraya menatap ke samping sekolah.
"Aku tidak punya waktu" Tolak Kamaru. sikapnya yang arogan membuat Keans semakin kesal, bocah ini Benar-benar tidak memiliki rasa takut terhadap orang yang bahkan di kenal suhu di sekolah tersebut.
"Aku mengakui keberanian mu, tapi sudah aku peringatkan sejak awal. jangan merasa paling kuat sehingga kau lupa, bahwa dirimu hanya sedang beruntung!"
"Aku tidak peduli entah itu keberuntungan atau bukan, yang jelas aku tidak ingin terlibat dengan urusan kalian" Kamaru melangkah untuk berlalu, Namun Keans kembali menghentikannya.
__ADS_1
"Oh ya?. kau tak ingin terlibat?. apa aku tidak salah dengar, lalu kenapa kau bergabung di geng Radex yang jelas-jelas akan membuat mu terlibat dengan kami"
"Aku tidak bergabung dengan siapapun!, aku berdiri dimana Aku bisa hidup"
"Lalu bagaimana dengan zoy?. kau pembunuh nya bukan?."
Seketika Kamaru menatap wajah Keans yang lebih tinggi dari nya, ia berjalan mendekat seolah menantang orang yang sama sekali bukan tandingannya.
"Mengapa kau begitu yakin?. kau punya bukti?. Keans terdiam tanpa berkata-kata lagi, namun ada senyum sinis tergambar di bibir nya, pasti ada sesuatu yang sebenarnya telah ia ketahui, Bukan tanpa alasan di bab sebelumnya hanya Keans yang mencurigai Kamaru, Di hari mayat zoy di temukan Keans turut hadir di lokasi dan tanpa sepengetahuan siapapun menemukan handphone zoy, dan dari sana ia melihat panggilan terakhir yang di lakukan Almarhum kepada Kamaru dengan durasi 1.2 menit, rasanya itu sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa Kamaru lah orang terakhir bersama pria yang telah meninggal itu.
"Kau pikir aku bodoh!!!! mungkin kau bisa menipu setiap orang tetapi tidak dengan diriku, kau menemuinya 15 menit sebelum kematian.
Kamaru menarik nafas dengan tenang, tak ada raut wajah ketakutan atau pun bersalah, ekspresinya begitu datar seperti tak terjadi apa-apa.
"Bagaimana?. ceritakan secara detail bagaimana kau membunuh nya" perintah Keans yang sudah tak terkejut lagi dengan fakta yang Kamaru ungkap.
***
Sudut pandang Kamaru:
waktu itu hujan turun begitu deras. Aku pulang dengan ayah menggunakan mobil pickup. Saat tiba di rumah sebuah nomor tak di kenal menelepon sebanyak 2 kali yang ternyata adalah zoy, dia menantang untuk bertemu di suatu tempat. aku pikir tak ada salahnya melayani dia kali ini. jadi aku datang dengan sebilah pisau sepanjang 21cm.
Di sana, ya di tempat mayat zoy di temukan. Aku basah kuyup menghampiri pria yang terlihat begitu dongkol terhadap ku, dia sudah tak mau bertoleransi lagi dan melempar kayu yang saat itu ia genggam. Itu sempat mengenai pipi kiri ku hingga berdarah, aku rasa akan baik-baik saja jika aku membiarkan dan mengakhirinya dengan luka itu. Tapi anak sialan itu begitu emosional dan mencekik Ku dengan sebuah tali. aku memohon agar mengakhirinya di sini, tetapi zoy tidak ingin peduli, dia mengencangkan ikatan seakan-akan ingin membunuh. Awalnya aku mengira akulah yang akan mati di perkelahian itu. Di saat aku hampir tak bernafas dia tiba-tiba mengancam dengan berbisik.
__ADS_1
"Matilah dengan damai. dan setelah itu orang tua mu akan menangis karena anaknya sama sekali tidak berguna, sampah, menyusahkan. di saat hal itu terjadi akan ku lanjutkan dengan memberi tahu mereka betapa nakal nya putra mereka ini"
Aku sangat kesal, emosi ku tersulut dan menusuk punggung nya, tak berhenti di situ aku bahkan menusuk dada kiri 3 kali, kanan 2 kali dan perut. entah mengapa aku tidak puas dan tak ingin berhenti. darah yang mengalir akibat curah hujan membuat diriku semakin ingin membunuh. Di kesempatan terakhir aku menginjak kepala zoy hingga tak bergerak lagi. wah!! itu sangat memuaskan di saat melempar bangkai itu ke sungai.~
Mendengar penjelasan itu, Keans terdiam tak percaya, bagaimana orang ini berbicara begitu santai atas tindakan yang ia perbuat. ini bukan kriminal lagi tetapi sebuah kelainan emosi yang di sebut psikopat. Tak ingin membiarakan Kamaru begitu saja, keans menarik baju remaja 16 tahun dam mulai mengancam.
"Bersiap lah!!! kau akan mati setelah ini, telepon ibu dan ayah mu dan berpamitan dengan sopan"
...****************...
Setelah pengakuan Kamaru, kini ia menjadi topik hangat di kalangan geng Kevin, mereka membahas bagaimana tragis nya kematian zoy. semua orang telah menggeram untuk membunuh bocah SMA itu, Namun dari sekian orang ada Deena yang sulit menerima kenyataan tentang Kamaru, Deena sempat mengidolakan pria itu dan sedikit banyak nya tahu karakter Kamaru, bahkan pria itu memiliki langkah yang gemetar, bagaimana bisa dia membunuh dengan kejam?.
Kali ini dapat di pastikan pria itu tak akan lolos atas tindakan yang ia perbuat, karena sudah melibatkan Kevin selaku ketua geng dari pria yang ia bunuh.
Kevin yang telah mendapatkan informasi dari Keans segera menghubungi Radex untuk menuntaskan segala perkara. Ia berharap keadilan untuk kematian zoy segera terbayar.
...~NYAWA HARUS DI BAYAR NYAWA~...
...----------------...
Bersambung...
⏩17
__ADS_1