Harga Mati

Harga Mati
BAB 15 Salah Target


__ADS_3

📢Perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan dan beberapa kata kasar, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~


**


"Tash..tash.. "cairan merah jatuh bergantian dari kepala Kalvin, sekujur tubuhnya di ikat tali dan mulut nya di sumpal kain. sebuah situasi dimana 15 orang beremuk di ruangan tertutup, Deena menjadi satu-satunya wanita yang ikut terlibat dalam pertempuran dingin.


"Tatap wajah nya" perintah Radex sambil mengarahkan wajah Deena ke Kalvin, tubuhnya yang terikat tali membuat setiap pergerakan menjadi terbatas.


"Apa lagi yang akan kau lakukan?. membunuh lagi?. dasar lemah. jika berani lawan aku secara profesional" kata Deena menantang Radex. merasa di remehkan oleh si wanita itu, Radex tak tinggal diam dan segera melabuhkan tamparan maut milik nya.


"Plakkk.. berani-beraninya kau menantang orang yang kapan saja bisa mengambil nyawa mu!!"


"Cuih..lalu aku harus memohon?. jangan konyol"


Deena memang keras kepala, bahkan di situasi yang paling parah, mental nya sama sekali tak goyah, ia sama sekali tak mengkhawatirkan hidup nya sendiri. satu-satunya yang ia khawatirkan saat ini adalah Kalvin yang sudah sekarat di pojok ruangan.


"pembunuh busuk. mati saja kau di neraka bersama dosa mu"


Sesaat mendengar kalimat itu Radex datang kepada Kalvin dan menarik rambut si pria seolah mengancam. wajah Kalvin di penuhi darah segar dan bibir pria itu juga telah membengkak karena lebam


"Haruskah kita membunuh nya?" kata Radex meminta pendapat 13 orang lain nya. semua mengangguk setuju kecuali Deena . ia meronta-ronta ingin lepas dan sekali-kali berteriak putus asa. bersamaan dengan itu Radex mengambil senjata api dari saku celana dan menghadapkan nya di ke pala Kalvin. nyawa pria itu sudah di ujung tanduk namun Radex Masi saja menganiaya. melihat keadaan Kalvin yang sudah tak sadarkan diri, Deena Hanya bisa pasrah.


Radex menarik pelatuk dan bersiap melabuhkan timah panas di kepala remaja yang belum genap 22 tahun.


.....

__ADS_1


.....


"Duarrrrrrr" suara pintu di tendang oleh seseorang yang tak asing bagi sekelompok orang disana.


"Kak Kevin!!!!!" katanya Deena kembali bersemangat. pria yang berstatus abang kandung dari wanita tersandera tak basa-basi lagi, ia melempar apa saja kepada gerombolan orang di hadapannya. kevin tak datang sendirian melainkan bersama Keans dan 6 orang lain nya. pertarungan sengit berlangsung tanpa ampun telah di mulai.


****


Keans, kevin dan Radex pada dasarnya adalah teman lama yang sangat akrab. Namun kesalahpahaman telah membuat ketiga orang itu saling bertengkar.


"Jika tak bisa menerima kematian wanita yang kau cintai setidaknya tidak perlu menjadikan orang lain pelampiasan" Ucap Kevin mengarah kepada Radex selaku sahabat di masa lalu, mereka bertarung satu sama lain tanpa menemukan titik terang. saat semua orang telah kehabisan tenaga, kedua orang ini masi saling melawan.


"Aku tidak pernah memanfaatkan siapapun!" jawab Radex menolak pernyataan Kevin.


"Dia sendiri yang datang kepada ku, untuk menggantikan teman sekolah nya"


Seketika Kevin menoleh ke arah Deena yang berada tak jauh darinya.


"Apa benar yang Radex katakan?."


wanita itu tertunduk menyesal, memang benar dia sendiri yang datang kepada Deo untuk membuat perjanjian, dia yang saat itu tak ingin Kamaru jadi bulanan dengan sukarela menawarkan diri hingga bertemu dengan radex. Akhirnya semua terungkap di hadapan kakak dan sahabat.


"Aku Benar-benar tak habis pikir dengan jalan yang kau ambil, jika itu memang benar, maka selesaikanlah urusan mu sendiri!!" ungkap Kevin menyesali keputusan yang adik nya buat.


"Maaf kak, aku di butakan oleh obsesi, tapi sekarang aku sudah tak peduli dengan pria itu, kami sudah selesai.. masalah yang sekarang adalah kematian Zoy, Radex yang membunuh nya!!!!"

__ADS_1


Seketika semua orang menatap Radex yang terlihat begitu tenang. Memang betul ia sempat bertemu Zoy beberapa hari yang lalu, bahkan almarhum zoy sempat meminta bantuan untuk menghabisi Kamaru, namun Radex menolak dengan alasan pria yang akan di habisi itu adalah anggota nya. Ya.memang benar Kamaru dan Radex telah menjadi sekutu pasca kasus Deena di bab sebelumnya.


Karena itu ia tak mau membantu zoy untuk menghabisi Kamaru, setelah itu dia menjadi kesal dan pergi begitu saja, semua berakhir di situ tanpa ada pertengkaran yang mengacu pada pembunuhan. rasanya itu sudah cukup menjadi alibi bahwa Radex bukan pelakunya.


Di sisi lain Keans yang telah mencurigai Kamaru sejak awal semakin yakin, bahwa kecurigaan nya selama ini benar.


"Aku sudah menduganya, ini pasti anak sialan itu!!" katanya berargumen, Keans sudah memperingati Kamaru sebelumnya dan berjanji akan menghabisi Kamaru jika terbukti bersalah.


Semua orang termasuk Deena hanya diam atas argumen yang pria itu katakan, karena bukan hal yang tak mungkin, anak seperti kamaru tak memiliki dendam terhadap zoy yang terus-menerus menantangnya. kini semua tuduhan telah beralih kepada remaja 16 tahun tersebut. Inilah informasi yang benar-benar mengejutkan bagi setiap orang, namun terdengar membanggakan bagi Radex yang berjiwa kriminal.


"Jika yang di katakan Keans benar, maka kita akan bertemu lagi dengan Kasus yang sama"


Ucap bandar ganja yang paling populer saat ini. dia yang saat ini menjadi atasan dari kamaru terlihat begitu antusias untuk mendengar fakta selanjutnya.


"Kalau begitu bawa anak itu ke hadapan ku" perintah Kevin seraya menatap ke arah Radex,


"Kau pasti kan dulu bahwa memang anak itu pelaku nya, jika sudah terbukti aku akan membawa dia kepada mu, aku mengerti peraturan bawah nyawa harus di bayar nyawa"


Jawab Radex begitu tenang nya, ia terlihat tersenyum puas atas kekecewaan yang di rasakan geng Kevin, apalagi salah satu dari mereka telah mati menandakan Genk nya lebih unggul dari Kevin.


...----------------...


Bersambung....


⏩16

__ADS_1


__ADS_2