Harga Mati

Harga Mati
BAB 7 Harga yang harus di bayar part 2


__ADS_3

📢 perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan dan beberapa kata kasar, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~


"Mari buat kesepakatan" Deena langsung ke inti tanpa banyak bicara, sementara Deo tersenyum angkuh,


"Kira-kira apa yang akan kau tawarkan jika aku bersedia?"


Deena menatap ke arah Kamaru yang masi meradang, kemudian beralih pandang lagi ke Deo.


"Ikuti aku" perintah wanita itu sembari berjalan menuju gudang tempat para geng biasanya berunding.


Keduanya mulai berjalan keluar dari kantin, bersamaan dengan itu Kamaru menghentikan Deena,


"Jangan ikut campur" Kamaru mencoba memperingati wanita yang dua tingkat di atas nya, sudah terlalu sering wanita itu menjadi tameng bagi diri nya sebagai lelaki Kamaru juga memiliki aturan sendiri.


"Justru kau yang jangan ikut campur, ini urusan aku dan dia" Deena membantah peringatan Kamaru dan kembali melanjutkan langkah kakinya, sementara Deo berlagak tak ingin tahu apapun, ia mengikuti wanita 19 tahun tersebut menuju gudang tempat biasanya para geng berunding.


Di gudang


"kesepakatan telah di buat, jangan coba-coba mengingkari nya, oke?" Deo tersenyum nakal ke arah Deena, ntah perjanjian apa yang mereka buat, yang jelas disini Deo terlihat sebagai pihak yang paling di untungkan.


...****************...


Dua hari setelah itu Kamaru memberanikan diri menghadapi Deo dan geng nya, pria 16 tahun tersebut datang dengan sebatang besi yang sengaja' ia persiapkan, saat jam pulang sekolah tiba Deo dan teman nya keluar ruangan kelas tanpa menaruh rasa curiga ia menghampiri Kamaru yang berdiri di depan pagar sekolah ,pria itu menyembunyikan sepasang tangan kebelakang disertai dengan khas wajah nya yang datar, tak ada raut marah atau pun senang.


"Ada perlu apa si pahlawan kita kesini?" Deo mengajukan pertanyaan dengan nada mengejek,

__ADS_1


"Mari kita akhiri sampai disini!!!"


Deo melirik ke arah teman se geng nya dengan wajah mencemooh, sontak saja mereka merespon dengan gelak tawa, bagaimana tidak, seorang pecundang seperti Kamaru berani mengajukan permintaan kepada geng tersebut, ini sungguh menggelikan bagi Deo, seketika pria itu berjalan mendekat dan meraih kerah baju milik Kamaru,


"Hei, kau pikir aku peduli dengan permintaan mu itu? kalau pun aku melakukan nya itu bukan karena permohonan mu sial*n"


Deo mendorong tubuh Kamaru seraya meninggal kan nya.


"Aku sedang tidak memohon atau meminta mu, aku mengatakan nya untuk memperingati mu!!!!!"


seketika langkah Deo terhenti, pria yang sedang ia hadapi memang lah pria payah dan lemah, tapi dia bukan tipe yang mudah down dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran dan menghancurkan tulang hidung mu" Deo memperingati pria payah dan lemah tersebut,


"Jika kau berkata begitu aku anggap kita telah menyudahinya disini, terimakasi karena sudah mau mendengarkan ku"


"Akhhhhhhhh......telinga ku aduhhhhh...." Deo merintih memegangi telinga nya, di sisi lain ke 6 teman pria itu mulai memperhatikan pria tersebut, mereka mulai menyerang, namun Kamaru juga telah menyiapkan beberapa senjata, sekarang adalah bubuk merica yang ia larutkan di dalam sebuah botol Bergas, ia menyemprotkan ke wajah 6 orang tersebut, sontak saja mereka semua mengerang perih, di kesempatan itu Kamaru mulai menggunakan tinju untuk pertama kali, kali ini ia merasakan bagaimana rasanya menjadi pemenang, pria itu memukul ke tujuh pria berulang kali, lelah dengan tinju nya kamaru mulai menggunakan kaki, ia benar-benar melupakan seluruh kemarahan.


pria itu mulai terengah-engah namun masi tetap tak ingin mengakhiri kemenangan ini.


"Dasar anj**g, kalian pikir aku tidak bisa menjadi iblis, lihatlah aku adalah pemenang nya sekarang" Kamaru terus saja memukuli mereka dengan emosi yang meradang, di pukulan terakhir Kamaru meraih batang besi yang ia bawa dan berniat melabuhkan nya di kepala Deo, namun niat itu terhenti saat Deo mulai memohon.


"Baik lah...baiklah mari kita akhiri disini, aku berjanji tidak akan mengusik mu lagi, aku mohon untuk kali ini"


"Sekarang kau memohon kepada ku?"

__ADS_1


"Aku tau aku salah, tapi setidaknya maafkan aku untuk kali ini, aku memohon"


Kamaru menghela nafas panjang dan mulai menjatuhkan besi itu ke tanah,


"Baiklah, kita impas sekarang, mari jalani hari-hari kita dengan normal lagi"


Kamaru berbalik dan pergi meninggalkan kan ke 7 pria dengan perasaan puas, segala beban yang menghantam batin nya telah berhasil di atasi tinggal menunggu langkah selanjutnya, ia harus belajar dengan giat dan menjadi manusia normal pada umumnya.


...****************...


Setelah peristiwa itu Deo menepati perkataan nya, ia tak lagi menjadi pengganggu dan fokus dengan urusan nya sendiri, namun dari gelagat nya terlihat jelas pria itu tam memperlihatkan rasa penyesalan, memang benar ia selalu menghindari masalah Dengan Kamaru, tapi sangat jelas itu bukanlah wujud dari rasa takut atau perasaan hormat, pria itu seperti memiliki alasan tersendiri mengapa ia bertindak begitu,


di lain sisi ada Deena yang kini terlihat menjauh dari Kamaru, wanita itu benar-benar telah menjaga jarak dengan nya.


Tentu saja membuat Kamaru bertanya-tanya dan mulai menyesali satu hal, ia memberanikan diri melawan Deo semata-mata hanya untuk Deena, pria yang baru menduduki bangku kelas 10 itu berniat menjadi normal untuk membawa pengaruh baik kepada Deena, ia tak ingin Deena terlibat Maslah hanya karena dirinya yang lemah, namun di saat dia telah berhasil mencapai semua wanita itu justru menjauh, karena itu Kamaru tak ingin berdiam diri lagi, ia harus menemui wanita itu segera, jika pun ia ingin berhenti menyukai Kamaru itu bukan Maslah setidak nya Kamaru tahu alasan Deena menjauh.


apakah yang salah? apakah ini ada hubungannya dengan perjanjian yang mereka buat, jika benar Kamaru tak seharusnya diam saja, sebagai alasan dari perkara ini ia harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan.


kesepakatan yang Deena dan Deo buat:


Kamaru adalah target bullying, itu sudah menjadi aturan mutlak di sekolah itu, karenakan dia sendiri yang memilih menjadi pahlawan disaat semua orang memilih diam. Deena sepakat mengajukan dirinya untuk mengganti posisi Kamaru, namun itu tidak di lakukan di sekolah melainkan di club milik atasan Deo, yaitu Radex, disana Deena menjadi relawan yang akan mereka perintah tanpa gaji, mengapa tidak di sekolah? karena Deena tak ingin melibatkan Keans, Kalvin dan zoy yang nantinya akan memperkeruh hubungan kedua geng.


...----------------...


Bersambung......

__ADS_1


Next bab 8⏩


__ADS_2