
...Zoy: Tunggu saja kau sia*** kau pikir aku akan diam saja? sampai bertemu di waktu yang telah di tentukan, makan semua makanan yang kau mau karena tak ada jaminan kau masi hidup sampai hari esok"(rencana zoy)...
...Mading Sekolah: Turut berdukacita atas meninggal nya Zoy bryan Andreas di usia 21 tahun....
...2 Januari 2002----30 April 2023( Takdir zoy)...
...****************...
📢Perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan dan beberapa kata kasar, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~
Mading sekolah telah di penuhi ucapan bela sungkawa untuk mendiang zoy, tak sedikit dari mereka bersimpati atas accident yang menimpa pria yang belum genap 22 tahun tersebut, satu-satunya orang yang pantas mereka curiga adalah kamaru, bukan sebuah rahasia lagi bahwa hanya dia yang memiliki hubungan buruk dengan almarhum zoy, pada dasarnya memang tidak ada bukti bahwa pria itu pelaku dari pembunuhan tersebut, namun fakta bahwa Kamarulah yang memiliki dendam kepada zoy bisa menjadi alasan untuk mereka menyalahkan Kamaru, seluruh siswa/i menggunjing nya secara terang-terangan dan tak satupun dari mereka membela Kamaru, termasuk Keans, Kalvin dan juga Deena, mereka malah memilih pergi menjauh tanpa ikut terlibat dalam kehebohan itu.
Namun sebuah fakta yang tak bisa di pungkiri bahwa satu-satunya orang yang paling terpukul di accident itu adalah Kamaru, saat semua orang telah pergi Kamaru masih meratapi foto-foto pria yang sebelumnya sempat bermasalah Dengan dirinya. Seketika ingatan tentang zoy melintas di kepala pria 16 tahun tersebut, mengapa semua yang awal nya baik-baik saja jadi begini setelah kehadiran Kamaru, dirinya bagaikan bencana di kehidupan zoy yang malang,
Di lain sisi Deena telah memperhatikan tingkah Kamaru yangy seakan menunjukkan bahwa dirinya bukanlah pelaku dari pembunuhan zoy, tapi jika bukan dia siapa pelaku sebenarnya?
Untuk mengetahui sebuah Jawaban Deena dan 2 lainnya mulai berdiskusi mencari tahu siapa dibalik pelaku kriminal tersebut.
"Apa kalian yakin pembunuh dari zoy adalah Kamaru?"
Kalvin segera membantah pernyataan itu dengan yakin.
__ADS_1
"Aku rasa bukan Kamaru pelakunya, terakhir aku melihat dia bersama ayah nya, sedangkan zoy bersama Radex"
Seketika Deena membelalakkan mata seolah tak percaya dengan yang Kalvin katakan.
"Radex? Kamu bilang dia bersama Radex yang jelas-jelas adalah musuh kita? maksudmu mu dia berkhianat?"
"Aku juga tidak mengerti apa yang sedang dia pikirkan sampai membuat ia menemui Radex, tadinya aku akan membicarakan hal itu dihari ini, tapi semua di luar rencana ku!"
"Berani-beraninya dia berkhianat setelah apa yang dilakukan Radex kepada ku?"
"Aku juga tidak menyangka, aku ingin segera menghajar nya saat itu, tapi cuaca yang sedang hujan deras membuat ku hampir mati kedinginan"
"Jika aku disana, jangan kan hujan, badai pun tidak akan menghalangi ku untuk mematahkan batang hidungnya"
"Sudah cukup!! tidak baik membicarakan orang yang telah mati, lebih baik fokus kepada siapa pembunuh zoy, bukan menerka-nerka penghianatan yang telah ia lakukan!"
Deena dan kalvin segera terdiam, ada benarnya yang dikatakan Keans, tak seharusnya mereka membahas hal-hal buruk dari almarhum, yang terpenting adalah mengetahui siapa pembunuh zoy dan apa alasannya, kembali ke tujuan awal yaitu mencari tahu siapa dalang di balik kematian zoy, hingga mereka telah mengunci satu target Radex sebagai orang terakhir bersama Zoy sebelum meninggal,
"Lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya?"
Keans menatap kosong ke arah luar jendela,
__ADS_1
"kita akan mendatangi markas Radex dan segera melakukan pertempuran"
seketika Kalvin dan Deena mengangguk sebagai tanda mengerti, kemudian mulai mempersiapkan mental sebelum pertempuran benar-benar akan terjadh, nyawa di bayar nyawa.
Namum sebelum mendatangi markas Radex dan komplotan Keans kembali memastikan bahwa Kamaru memang bukan pelakunya, ia secara pribadi menemui pria kelas 10 itu untuk berbicara.
"Apa kau benar-benar bukan pelakunya?"
mendengar ucapan itu seketika Kamaru menatap kesal ke arah keans.
"Memang nya kenapa jika aku pelakunya? apa yang akan kau lakukan? membunuhku?"
Pria yang telah lama pensiun dari dunia kriminal itu memberikan senyum peringatan.
"Aku bukan type orang yang pandai membunuh, tapi aku adalah orang yang pandai menyiksa hingga mereka terbunuh"
mengingat bagaimana mayat zoy di temukan, masi lengkap dengan pakaian sekolah, dan beberapa bagian tubuhnya juga telah hancur di hantam benda tumpul, 13 tusukan di dada kiri dan 6 tusukan di dada kanan, sangat tidak manusiawi, yang lebih parah mayat zoy di buang dekat aliran sungai yang meluap akibat deras nya curah hujan, layaknya bangkai tak berharga tubuh zoy hanyut kesana-kemari hingga salah seorang warga melihat si mayat tersangkut di tumpukan sampah yang tersumbat di sungai, dari fakta-fakta itu memungkinkan pelaku lebih dari satu orang tapi itu Masi belum cukup bagi Keans untuk tidak mencurigai Kamaru.
...----------------...
Bersambung....
__ADS_1
⏩14
jadi jarang update karena banyak kendala, yang biasa nya aku punya draft cadangan berlimpah seketika tersetor semu, buat satu bab ane perlu waktu beberapa hari tapi sekarang 1 bab wajib selesai sehari, wah aku cinta kalian yang telah respect dengan ngikutin Setiap BAB🥰🥰