
📢Perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan dan beberapa kata kasar, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~
"Bisakah aku menggunakan benda ini Dengan mu?" ucap si pria dengan wajah tak bersalah, Kalimat tersebut membuat emosi wanita 19 tahun itu meradang, ia mencoba melayangkan sebuah tinju ke wajah Radex, namun kekuatan Deena tak ada apa-apanya dan sangat mudah bagi Radex menjatuhkan tubuh wanita tersebut, ia mulai meluluskan misi dengan memegang kedua tangan Deena,
Merasa ketakutan wanita yang masi duduk di bangku 12 itu berteriak minta tolong,
"Lepaskan aku breng*** atau ku pecahkan kerangka kepala mu"
"Coba saja jika kau mampu, Tak ada yang bisa menyelamatkan mu sekarang, Tenang lah dan nikmati saja!!!" bersamaan dengan itu pintu ruangan room private di tendang begitu keras,
"Gubrakkkk" Sontak saja Radex menoleh ke arah pria yang sebelumnya payah dan lemah, anak laki-laki itu membawa sebotol minuman keras yang kemungkinan akan digunakan sebagai senjata, Namun yang menarik disini bukanlah senjata, melainkan wajah yang tak asing di depan radex, begitu pun sebaliknya.
Kamaru yang selama ini telah bersembunyi dari juragan ganja tersebut malah mengantarkan diri ke sarang pria itu, Dunia ini terasa begitu sempit bagaimana bisa seorang yang sangat mustahil untuk bertemu kembali malah hadir sebagai lawannya disini,
"Wow, apa ini?" Radex terlihat begitu semangat, ia berjalan mendekati Kamaru seperti seekor anj**g yang kegirangan mendapat tulang, "Lihat lah dirimu tumbuh begitu cepat, sudah lama tak bertemu, apa ayah dan ibu mu sehat? oh ya dan ini yang terpenting, apa kau masi mengompol saat kesakitan,kyahahahhah?" pria itu tertawa puas mengingat betapa luar biasanya dia dulu. Sementara Kamaru yang masi shock hanya berdiam diri degan sejuta ketakutan, sekarang bukan nyawanya yang ia khawatirkan tapi ayah ibu yang saat ini dirumah, Radex yang telah kehilangan aset di Aceh akibat keluarga kamaru bersiap untuk melampiaskan dahaga membunuh selama setahun.
"Dimana keluarga mu tinggal?" Radex mencengkeram leher Kamaru seraya menjinjing ke atas, Kamaru menjinjit kaki untuk mengurangi rasa sakit, Tapi kali ini pria itu bukan bocah SMP yang cengeng lagi, wajah nya datar tanpa ekspresi seperti tak merasa kesakitan, sementara Radex yang tak puas dengan raut wajah itu menambah kekuatan untuk membuat nya memohon, namun pria itu bukan type yang mudah di kontrol, layak nya manusia yang telah kehilangan harapan untuk hidup pria itu memilih diam tanpa perlawanan, mengepal kedua tangan sebagai wujud rasa sakit yang ia terima.
Di sisi lain Deena yang berposisi di belakang Radex bersiap untuk menghantam botol kaca di kepalanya , namun lelaki 26 tahun bukanlah tandingan nya, sangat mudah bagi Radex membaca gerak-gerik Deena yang masi familiar di lakukan orang lain, Seketika Radex berbalik dan menangkis tangan kecil Deena dan beralih mencengkeram leher nya,
__ADS_1
"Akhhhhh" wanita itu menggigil menahan sakit, matanya terbelalak karena hampir kehabisan nafas.
"Lepaskan dia" perintah Kamaru dengan nada datar namun mengancam,
"Apa lepaskan? Baiklah akan ku lakukan tapi mari bermain dulu dengan ku, bagaimana?"
"Apa mau mu?"
"Mari tukar orang tua mu dengan wanita ini?" Radex sengaja membuat pria itu memilih keputusan sulit, ia merasa ini akan menjadi seru melihat pria itu memohon, di luar dugaan Kalimat itu justru membuat percikan api di jiwa Kamaru membara, seketika pria 16 tahun itu menarik tubuh Deo yang telah sekarat dari luar ruangan, ia memecahkan satu botol kaca hingga menjadi benda tajam dan mengarahkan ke Deo,
"Aku bilang lepaskan dia!!!!!" perintah Kamaru sekali lagi seraya menikam pecahab kaca ke tubuh Deo,
"Sratt..sratt...srattt" Kamaru menikam tubuh Deo berulang kali sebagai peringatan keras, sudah tak ada rasa kasian atau iba di hati pria yang masi 16 tahun itu, jiwa kiriman seperti telah mendarah daging, Deena yang menyaksikan itu di depan mata kepala seketika menjadi histeris, mata nya tak berkedip dan jantung nya berdetak tak beraturan, bagaimana bisa pria manis nan pendiam ini bisa berubah menjadi iblis hanya dalam 1 bulan?
Lain hal dengan Radex yang seakan mendukung tingkah Kamaru, ia melepas cengkraman dari tubuh Deena dan mendorong nya ke arah Kamaru,
"Ini wanita mu ambil lah, tapi kau tahu aturan ku kan? segala sesuatu yang diambil harus ada ganti nya"
"Apa yang kau mau? kelima jari ku? atau nyawa ku?"
__ADS_1
Radex tersenyum gesit mendengar tawaran yang begitu menarik dari mulut Kamaru, namun sangat di sayangkan tak satupun tawaran Kamaru menjadi hal yang ia ingin.
"Mari kita berbicara di lain waktu, aku akan membuat kesepakatan yang sangat menguntungkan bagi mu"
wajah kamaru tak menunjukkan ekspresi apa pun, tak ada penolakan atau persetujuan, ia hanya menarik tangan Deena dan membawa nya keluar dari tempat tersebut.
#Di luar club'
"Jangan sentuh aku" Deena menepis tangan Kamaru yang sedang menuntunnya, terlihat jelas bagaimana histeris nya wanita ini kepada Kamaru, pria itu terlalu berbahaya bagi dirinya, juga tak ada jaminan Kamaru akan membiarkannya jika ia lakukan kesalahan ia bisa saja sewaktu-waktu membunuh Deena, Demi keselamatan diri Deena memutuskan tak lagi ingin terlibat dengan Kamaru.
...****************...
Sejak kejadian itu hubungan Deena, Keans Kalvin dan zoy mulai membaik, wanita itu berbalik mewaspadai pria yang telah menyelamatkannya dari Radex, Sementara Kamaru yang tak ingin larut dalam kekacauan yang ia alami memilih bersikap tenang dan tak mau ikut campur urusan orang lain, ia selalu melipat tangan atas tindakan kriminal di sekolah, ia juga telah menjaga jarak dari Deena dan geng, tetapi masi ada satu masalah yang belum terselesaikan, Dimana zoy masih menaruh dendam kepada pria itu, ia berniat menghabisi Kamaru bila ada kesempatan.
"Tunggi saja kau sia*** kau pikir aku akan diam saja? sampai bertemu di waktu yang telah di tentukan, makan semua makanan yang kau mau karena tak ada jaminan kau masi hidup sampai hari esok~
...----------------...
Bersambung....
__ADS_1
⏩12