
📢 perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis dan tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif.
Di rumah baru,
sekarang keluarga Kamaru telah bebas dari bayangan radex dan anak buah, mereka memilih Jakarta sebagi tempat pelarian, sudah setahun mereka mengurung diri dari dunia luar, Ayah Kamaru berhasil bekerja sebagai OB di rumah sakit swasta, hidup mereka tampak lebih baik dari sebelumnya.
seperti yang di ketahui dahulu keluarga Maru bekerja di bawah pimpinan radex, yaitu sebagai petani di ladang ganja ilegal di Aceh, semua pekerja yang telah terjerumus tak bisa lolos lagi, mereka di buat memiliki hutang kepada radex dan sebagi ganti tak ada yang bisa berhenti bekerja, namun takdir sedang berpihak di keluarga Kamaru, mereka kabur atas bantuan polisi dan berhasil lolos, namun kejadian itu membuat dendam tersendiri bagi radex dikarenakan keluarga maru telah membeberkan beberapa tempat ladang ganja milik nya membuat kerugian milyaran rupiah.
begitulah perseteruan keluarga Maru di masa lalu.
kembali ke kehidupan Kamaru yang sekarang, di suatu pagi Kamaru hendak berangkat ke sekolah sebagaimana biasanya, namun semua tak sesuai harapan di tengah perjalanan ia bertemu seorang siswa sedang di hajar hingga babak belur, Kamaru yang berhati baik berusaha keras untuk tidak menghiraukan kejadian itu, ia tahu jika ikut campur dia akan kena batunya.
cukup lipat tangan mu dan fokus saja ke tujuan, ya itu yang Kamaru coba lakukan, hingga sebuah teriakan membuat langkah pria itu terhenti "Tolong.. tolong selamatkan aku, huuu aku bisa mati" siswa itu merangkak menyentuh kaki Kamaru di saksikan oleh 6 pembuli tersebut. Kamaru tak sanggup menatap wajah siswa yang telah sekarat itu, ia menggigit bibir berusaha membuat pertimbangan, menggenggam erat tali tas di sisi kiri-kanan. keringat mengalir begitu deras dar celah rambut pria itu, terlihat jelas ia sedang berusaha keras untuk mendapatkan sebuah kepuasan.
"Hoy..kau sedang apa? jika tak memiliki urusan enyah lah" seorang pembuli memperingati Kamaru, ia masi berdiri terdiam tanpa tindakan teringat kejadian 2 tahun yang lalu, kejadian yang membuat nya trauma Sampai tak berani keluar rumah.
pria 16 tahun itu menghela nafas panjang dan akhirnya mengambil sebuah keputusan, ia melanjutkan langkah tanpa keraguan.
"Tolong.... tolong akuu, tulang rusuk ku telah patah" remaja yang sekarat itu memohon di kasihani oleh Kamaru, namun dengan keyakinan penuh Kamaru berjalan meninggalkan nya.
__ADS_1
para pembuli pun tersenyum puas melihat tindakan remaja 16 tahun tersebut, "pilihan yang bagus, jika dia bersikeras menjadi pahlawan aku tak jamin dia masi bisa menggunakan kaki nya untuk berjalan" ucap seorang pembuli dan di ikuti Tawa kelima pembuli lain nya.
mereka terus memukuli remaja yang telah sekarat itu, bahkan mulai membuka resleting celana dengan niat memandikan nya dengan air seni mereka. "mari kita lakukan bersama dalam hitungan ke tiga"
"satu....."
"dua....."
............
"Gubrakkkkkkkk......" tiba-tiba sebuah pot bunga berbahan keramik mendarat di kepala salah satu pembuli, sontak saja membuat kelima pembuli lain nya terkejut, mereka secara bersamaan menoleh ke asal benda itu,
tampak seorang pria ber bahu lebar namun tak memiliki otot di tubuh nya, ia berdiri menatap pembuli dengan emosi, dialah Kamaru remaja payah dan lemah.
Kamaru memperhatikan sekeliling dan menemukan pot bunga berukuran sedang, dengan keyakinan ia meraih benda itu dan berjalan kembali menuju Para pembuli.
"Anj*Ng kalian semua, cobalah menjadi manusia, bahkan anj*Ng saja masi memiliki rasa iba" Kamaru mengeluarkan semua keberanian untuk membela remaja yang sekarat.
"Wow..wow..wow, tenang.. jangan terbawa emosi, jadi kamu memilih menjadi pahlawan sekarang??"
__ADS_1
"cuih, aku akan memecah kan bola mata kalian " Kamaru berteriak seraya berlari dengan sebatang linggis di tangan nya, menghayun kan nya tanpa arah, tak satu pun dari mereka yang merasa takut, mereka hanya tertawa melihat aksi Kamaru yang terlihat bodoh, dengan mudah nya ia di jatuh kan, salah seorang mencekik leher Kamaru dengan lengan kekar nya, di ikuti dengan sebuah tinju yang mendarat di hidung pria 16 tahun tersebut, darah mulai mengalir dari hidung tak sampai disitu mereka berkali-kali meninju bagian perut Kamaru di lanjut ke mata kiri, pelipis mata dan tenggorokan, membuat nya dalam situasi setengah sadar.
mereka yang mulai kelelahan memukuli remaja itu akhirnya berhenti, mereka berteriak puas berhasil meluap kan emosi,
"selanjutnya apa lagi bang?" tanya seorang kepada rekan nya seraya menatap ke arah Kamaru.
"Haruskah kita mematahkan kaki nya?"
"Sssttt... jangan, itu terlalu kejam, kita bukan anj*ing seperti yang dia katakan. mungkin kita bisa mencongkel dua mata nya karena kita adalah iblis"
kalimat itu membuat mereka saling tatap dan tertawa secara bersamaan, mereka bersiap-siap memulai eksekusi, seluruh isi tas Kamaru di keluarkan hingga mereka menemukan sebuah pena.
"mungkin kita bisa melakukan nya dengan benda ini" mereka tersenyum dengan wajah psikopat dan mulai mendekati Kamaru yang setengah sadar.
"Pegang kepala nya dan buka kelopak mata anak sial*n ini" mereka bersiap menancapkan Bagian runcing pena ke bola mata kamaru, di sisi lain kamaru yang telah kehilangan kesadaran hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi, ia masi bisa melihat dengan samar bagai mana siswa itu menghayun kan pena menuju kedua bola mata nya.
sampai disinilah mata Kamaru akan berfungsi? apa yang selanjutnya ia lakukan dengan keadaan fisik yang memprihatinkan ini? apakah dia harus buta di usia 16 tahun, mental nya benar-benar sedang di asah, namun ingatlah, ia sudah pernah melalui hal serupa di tahun sebelumnya. ia telah merasakan bagaimana tulang di patah kan dengan kasar. seharusnya menjadi buta bukan lah masalah besar bagi nya.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG.......
Kamaru buta, author udah siapin judul baru"si buta dari ladang ganja Aceh"