
"Tunggu saja kau sia*** kau pikir aku akan diam saja? sampai bertemu di waktu yang telah di tentukan, makan semua makanan yang kau mau karena tak ada jaminan kau masi hidup sampai hari esok"
...****************...
Hari ini cuaca cukup mendung, awal tahun yang di warnai dengan musim hujan, dari deras nya curah hujan tampak Kamaru yang Sedang menunggu jemputan, ia berteduh di gerbang sekolah sambil memainkan genangan air di kaki nya, di saat bersamaan Deena, Keans,zoy dan Kalvin datang di tempat yang sama untuk berteduh, kali ini mereka terlihat begitu asing layak nya tak saling kenal, Kamaru fokus dengan genangan air hujan yang berada tepat di bawah sepatunya, sementara Deena dan 3 lain nya menatap ke arah depan, dari kejauhan deretan orang-orang itu seperti kumpulan tokoh Hero di sebuah sampul novel.
Pemandangan yang unik itu seketika usai saat Kevin telah datang untuk menjemput Deena, segera wanita itu berlari kecil menuju mobil sang kakak, dari dalam mobil Kevin melihat kamaru yang sibuk memainkan genangan air dengan kaki nya,
"Siapa anak laki-laki itu?"
"Yang mana?"
"Yang sedang bermain dengan genangan air"
"siswa baru di kelas 10, Kenapa?"
"Tidak apa-apa, aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat, tapi sudah lah itu tidak penting"
Kevin menekan pedal mobil dan berlalu meninggalkan sekolah, sementara Keans pulang lebih awal dari zoy dan juga Kalvin, kini tinggal 3 orang itu yang masi belum mendapat jemputan, setelah beberapa saat menunggu akhirnya ayah Kamaru datang dengan mobil pickup yang biasa ia gunakan, Kamaru segera berlari kecil untuk menghampiri sang ayah,
"Wah, jagoan ayah, bagaimana pelajaran hari ini?"
"Ayah... berhenti melakukan itu, aku merasa seperti anak kecil yang duduk di bangku Sekolah Dasar sekarang"
__ADS_1
"Ha..ha..ha. jadi anak ayah bukan anak kecil lagi sekarang? ini haruslah dirayakan" ledek sang ayah menggoda putra tunggal, sementara zoy dan Kalvin yang belum mendapat jemputan Mulai merasa bosan, hingga telefon dari salah satu nya berdering.
"Apa itu milik mu?" zoy menatap ke arah Kalvin yang sedang berpangku tangan kedinginan.
"Tidak, itu milik mu sia***"
"Oh benar, ini dari Deo!"
"Ada apa dengan anak itu?"
"Nanti ku hubungi lagi ya, aku harus segera pergi"
"Hei kau mau kemana!!!!?" Tanpa memberi jawaban zoy pergi meninggalkan Kalvin, kini hanya tinggal pria itu yang sedang menunggu seseorang yang Sudi menjemput, setelah sekian lama menunggu akhirnya sebuah taksi melintasi pagar sekolah, Kalvin yang telah membeku kedinginan segera menaiki mobil, dari dalam mobil ia melihat curah hujan begitu lebat, disaat bersamaan seseorang telah mencuri perhatian Kalvin, dimana saat itu Zoy dan Radex sedang duduk berbincang di Barista populer di tempat itu, mata nya tak bis lepas memandangi kedua orang yang tak seharusnya bertemu.
"Ayah, apa juragan ganja di kampung dulu type orang yang bisa di percaya?"
"mengapa tiba-tiba membahas itu?"
"bukan apa-apa, aku hanya pemasaran, karena aku merasa dia masi sangat muda saat itu, namun sudah memiliki banyak pekerja"
"Dia memang bukan orang yang baik, tapi kamu bisa mempercayainya omongan nya"
"Begitukah?"
__ADS_1
Ayah Kamaru mengangguk meng iyakan pertanyaan dari anak nya,
Bukan tanpa alasan Kamaru mempertanyakan hal tersebut, i BPa menyatakan hal itu semata-mata karena keputusan yang telah ia buat, lelaki 16 tahun ini telah menerima tawaran Radex untuk berada di pihak nya, sebagai ganti Radex tidak akan memburu keluarga nya lagi, lagi pula Kamaru juga tidak akan bisa menolak keinginan Radex mafia besar yang terkenal bringas, belum ada yang bisa menandingi tingkat kriminal yang di milik Radex, jika setiap kesalahan yang ia buat di bawa ke hukum, mungkin lelaki itu sudah membusuk di penjara, namun sampai saat ini belum.ada yang bisa memenjarakan pria 26 tahun itu, selain memiliki beberapa orang penting di belakang nya, ia juga memiliki banyak uang.
...****************...
Di rumah,
tiitt..tutt...titt handphone milik Kamaru berdering , dari layar muncul sebuah notice pesan dari nomor tak di kenal yang meminta nya segera keluar dari rumah, khawatir itu adalah Radex yang sedang memat-matai nya Kamaru segera menuruti perintah dari pesan tersebut. ia melihat di sekeliling tak ada seorang pun yang mencurigakan, karena itu Kamaru merasa dirinya terlalu parno sehingga mengalami kepanikan setiap saat, mungkin saja itu hanya orang iseng atau salah nomor.
Esok hari nya seperti biasa di tiap tahun SMA dengan tingkat pembulian tertinggi ini selalu membawa berita duka, seluruh siswa bekerumun mendekati Mading untuk mencari tahu siapakah korban kali ini, tak seperti biasa kali ini yang menjadi korban adalah seseorang yang cukup memiliki nama di sekolah tersebut, seluruh siswa seakan menolak percaya bahwa yang menjadi korban kali ini adalah zoy, pria yang berada di pihak Keans seorang suhu di sekolah ini, tapi bagaimana bisa? sejauh ini yang bermasalah dengan zoy hanyalah Kamaru, dia bahkan terang-terangan ingin menusuk garpu di leher zoy, yang lebih membuat nya semakin condong ke Kamaru ialah dimana zoy selalu berusaha mencari kesempatan bertarung dengan Kamaru, seharusnya bukti ini sudah cukup untuk mengetahui siapa yang melakukan nya.
...---------------...
Bersambung....
⏩13
Zoy: Tunggu saja kau sia*** kau pikir aku akan diam saja? sampai bertemu di waktu yang telah di tentukan, makan semua makanan yang kau mau karena tak ada jaminan kau masi hidup sampai hari esok"
Mading Sekolah: Turut berdukacita atas meninggal nya Zoy bryan Andreas di usia 21 tahun.
2 Januari 2002-30 April 2023
__ADS_1