
📢 perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis dan tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~
Bang keans, tidak biasa nya. Ada apa?"
"ikuti aku, mari kita bicara!!"
Deo tak dapat menolak ajakan pria yang telah 4 tahun di sekolah tersebut, dialah pria yang sempat tinggal kelas dikarenakan sebuah kasus kriminal di masa nya, apa masalah nya tidak ada yang tau pasti tindakan apa yang telah ia lakukan di masa lalu, hanya mereka yang seangkatan yang mengetahui jelas kejadian tersebut.
Keans terus saja berjalan membawa Deo menuju sebuah gudang sekolah yang telah sengaja di kosong kan, hal itu menyita perhatian para siswa, mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan perseteruan keans yang vakum selama 3 tahun, sementara Deena yang menyaksikan juga tampak begitu bersemangat, namun sangat di sayangkan keans memilih tak memperlihatkan tindakan apa yang akan ia lakukan dan menutup pintu gudang.
Para siswa menanti dengan tingkat semangat yang tinggi bahkan beberapa dari mereka telah melakukan pertaruhan tentangan siapa yang akan menang, tak ada beda nya dengan Deena ia juga mengikuti taruhan itu dan milih keans sebagai juara, bahkan dari balik pintu gudang ia sempat berteriak menyemangati keans,
"kak keans aku request agar memecah biji di antara kedua ************ nya"
...****************...
setelah sekitar 30 menit berlalu akhir nya terdengar suara kunci pintu di buka, semua orang melongo menatap kearah gudang dengan ekspektasi masing-masing, namun alangkah terkejutnya para siswa saat orang yang pertama keluar adalah Deo, pria pembuli itu keluar dengan senyum puas, ia menatap ke arah Deena dengan tatapan mengejek,
dengan perasaan panik Deena segera berlari masuk ke gudang, disana keans duduk menyender di sebuah meja bekas, wanita itu dengan segera memeriksa setiap bagian tubuh sahabat dekat Abang nya itu,
"Apa kau terluka? di bagian mana? biar aku lihat!"
"Hey..hey... hentikan, jangan meraba tubuhku seperti itu"
"Ini bukan meraba, aku hanya memastikan kau baik-baik saja, anak sia*an ini"
"Tidak perlu meraba ku bodoh, kau bisa melihat dengan mata mu apa aku terluka?"
__ADS_1
"Benar juga, kau tampak sehat" seketika deena mengkerut kan dahi menyadari satu hal.
"Jika Deo baik-baik saja dan kau juga baik-baik saja, lalu siapa pemenang nya?"
"Apa yang kau bicarakan? memang nya kau berharap kami melakukan apa?"
"Kak keans, aku di tampar dan juga dia mengatakan sesuatu yang melecehkan, tentu saja kau harus mengorek biji mata nya dan memberikan nya kepada buaya peliharaan kak Kevin"
"Oh ya? Deena dengar kan aku, mari lupakan kejadian ini, dan jangan memberitahu kevin ok?!!"
Deena tak mengerti mengapa keans terlihat memihak Deo, ia memalingkan wajah dan pergi begitu saja, sementara keans hanya menarik nafas panjang tanpa bertindak lebih.
apa yang sebenarnya terjadi? hanya Deo dan keans yang mengerti
...****************...
"Astaga, kenapa kamu separah ini?" Kamaru terlihat mengabaikan wanita 12ipa tersebut dan terus saja berjalan menuju kelas, namun Deena tak semudah itu untuk di hindari ia membuang tongkat Kamaru dan menawarkan badan nya sebagai pengganti, namun Kamaru masi tetap dengan keangkuhan nya, ia memilih berjalan tertatih-tatih dari pada menerima bantuan wanita tersebut.
Deena menatap pria yang berjalan pelan itu dengan tatapan jengkel, bagaimana bisa ada pria yang se angkuh Kamaru.
Sejenak Deena membiarkan Kamaru berjalan sendiri seraya memperhatikan nya dari belakang, namun sebuah kejadian yang tak diinginkan terjadi, tiba-tiba Deo dan geng muncul di hadapan Kamaru,
"Lihat lah anak sia*an ini, dia masi memiliki keberanian untuk ke sekolah ternyata"
"Menyingkir lah" Kamaru mencoba menghindari si pembuli, namun Deo bukan lah tipe yang mudah puas, ia masi ingin melihat pria payah itu merintih kesakitan, ia memukul pelan kepala Kamaru dengan sebuah buku,
"menyingkir? kau bilang menyingkir, kau saja yang menyingkir jika bisa"
__ADS_1
Kamaru tetap tenang, ia tak bergerak dari posisi berdiri nya sejak awal "Di sini Kau yang sampah nya jadi kau saja yang menyingkir"
mendengar kalimat tersebut emosi Deo tersulut, ia merasa Kamaru sedang mentang nya, sebuah tinju ingin ia labuh kan di wajah pria itu, namun di luar rencana Deo, sebuah tongkat berbahan logam melayang hampir mengenai nya.
"Anj*Ng, siapa itu?
"Aku!!" Deena menggenggam sebuah bata yang ia ambil dari kebun sekolah, tanpa basa-basi menghantam nya ke kepala Deo, seketika pekik teriak siswa menggema di tempat itu, suasana semakin ricuh menciptakan kegaduhan, Deo meraba bagian yang terkena pukulan dan mendapatinya telah berdarah.
"Anj*Ng, kau benar-benar ingin mati di tangan ku anak brengs*!!!!!!!!" Deo tak lagi menahan diri, ia menarik rambut wanita itu hingga tersungkur kelantai, dilanjutkan dengan menampar wajah nya dengan keras, ia lakukan itu berkali-kali tanpa ampun, siswa semakin histeris hingga mencuri perhatian keans yang sedang berada di perpustakaan, melihat Deena dalam keadaan bahaya sontak saja keans meraih botol minum seorang siswa dan menghantam nya ke kepala Deo, pria itu menarik rambut Deo dan membawa nya ke tembok sekololah, ia membenturkan kepala pria itu hingga lemah, semua anggota mencoba membantu namun Keans yang sepertinya telah comeback dari vakum sangat sulit di taklukkan, mereka yang mencoba membantu selalu berakhir terluka.
setelah puas akhir nya keans melepaskan Deo yang sudah babak belur, kemudian dengan terengah-engah keans membantu Deena berdiri dan hendak beranjak begitu saja dari tempat tersebut, namun sebuah kalimat membuat langkah keans terhenti.
"Jadi kau memilih melanggar perjanjian yang kita buat di gudang?, baiklah sepertinya kau telah meyakini keputusan ini" Deo terdengar mengancam, wajah pria yang pernah tinggal kelas tersebut seketika berubah, terlihat jelas bagaimana ia tertekan akan pertanyaan yang terkesan mengancam itu.
Tanpa menoleh keans kembali membantu Deena berjalan menuju UKS sekolah.
info: Di sekolah ini perkelahian, pembulian dan keerasan sudah seperti hal yang lazim, jadi tak mengherankan kan mengapa disetiap adegan perkelahian tak ada guru yang melerai, hal ini dikarenakan bungkam nya para siswa tanpa mau bersaksi satu sama lain jadi itu alasannya ya ges.
kemudian di UKS sekolah,
"Perjanjian apa yang kak keans buat dengan pria sial*n itu?"
Deena mengajukan pertanyaan ketus kepada sahabat Abang nya membuat ketiga orang lain nya terkejut,l.
"Perjanjian? perjanjian apa yang dimaksud Deena bang?" tanya Kalvin mencari tahu, keans menundukkan kepala dengan raut penuh penyesalan~
Bersambung.......
__ADS_1
Next baca bab berikutnya ya, Mon maaf kalau ada typo yang merusak penggambaran adegan🙏