Harga Mati

Harga Mati
BAB 17 Nyawa di balas nyawa(Not for kids)


__ADS_3

📢Perhatian..Novel ini mengandung unsur kekerasan dan beberapa kata kasar, tidak untuk di contoh atau di praktekkan. segala sesuatu yang di gambarkan adalah karakteristik dari protagonis tidak bertujuan memberi pengaruh Negatif~


Private room,


Sekelompok pria beremuk membahas suatu hal, Radex selaku ketua di geng itu menjadi yang paling bersemangat, ia meneguk miras seraya tersenyum puas. Info yang ia dengar hari ini benar-benar membuat separuh jiwa nya telah kembali, pria yang pernah patah hati itu seakan-akan kembali menemukan dunianya.


"Kesepakatan telah di buat, mari kita bawa bocah itu ke markas Kevin!!" katanya bersemangat. setelah menerima perintah seluruh anggota geng bubar dan bersiap ke lokasi Kevin. keadilan akan segera di tuntaskan.


***


Di sisi lain seperti biasa Minggu Kamaru, ia akan membantu sang ayah beternak ayam yang berada di belakang rumah, remaja itu membersihkan setiap kandang dan memanen telur untuk di jual, sekilas tak ada yang aneh dengan remaja ini, terlihat polos dan berbakti. Namun siapa sangka ia memiliki jiwa kriminal di diri nya, setelah mengetahui watak Kamaru dari awal hingga sekarang, mungkin kalian bisa mempercayai istilah Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti.


Pria itu duduk duduk di kursi kayu untuk beristirahat, ia memejam kan mata dan menarik nafas panjang, rasa nya sangat tenang menjalankan hari-hari seperti ini saja, tak bermasalah dengan siapapun dan melakukan apapun yang di inginkan. Tapi itu hanyalah harapan belaka karena ia sudah terlanjur masuk ke lubang hitam dan tak bisa keluar lagi, di saat akan melanjutkan pekerjaannya tiba-tiba sebuah Suara membuat nya terhenti.


"Kamaruuu!!!! kemari lah nak teman mu mencari "


seketika remaja itu tersentak mendengar kalimat sang ayah.


Teman?. siapa?. dia bahkan di benci di sekolah bagaimana ia akan memiliki teman?. dengan rasa penasaran kamaru membuka sepatu buts dan mencuci wajah bersiap untuk kembali ke rumah, dari pintu belakang ia melihat seseorang yang tak lain adalah "DEO" anak buah dari Radex, sudah di pastikan ada yang tak beres apa lagi Deo menatapnya dengan wajah gembira begini.


"Hai Kamaru!! sudah lama tidak bertemu. bukan kah kita ada janji hari ini?.


Kamaru yang seakan mengerti tak berbicara banyak dan segera masuk ke kamar untuk mengganti pakaian.


"Kemana kalian akan pergi nak?"


Ayah Kamaru menanyai Deo yang saat itu duduk di sofa cokelat sederhana.


"Ah tidak kemana-mana pak, biasa anak muda, hanya mencari angin saja"


"Kalau begitu berhati-hati lah, bapak titip Kamaru ya, dia anaknya pendiam dan sedikit penakut"


Kalimat itu sempat membuat Deo akan melepaskan tawa.

__ADS_1


Orang tua ini sama sekali tak menyadari bahwa anaknya adalah seorang psikopat akut, rasa nya sangat lucu saat ia mengatakan Kamaru adalah anak pendiam dan penakut sehingga Sulit bagi Deo menyembunyikan wajah geli nya.


"Baiklah pak, tapi sebelum itu izin kan saya mengatakan sebuah pesan, seandainya kamaru tidak kembali tidak usah cemas, karena dia tidak sepolos yang bapak kira"


Pria paruh baya itu mengerutkan dahi mencoba memahami apa yang sedang Remaja ini katakan.


"Tidak pulang?. memang nya kalian memiliki rencana tidak pulang hari ini?"


"Anggap saja begitu, karena dia harus menyelesaikan sedikit masalah"


"Masalah apa nak?. apa yang di lakukan Kamaru?"


"Begini~ Baru saja akan mulai berbicara tiba-tiba Kamaru keluar dari kamar dan memotong pembicaraan.


"Berhenti bicara omong kosong! kau ingin kita pergi sekarang atau kau saja yang pergi?"


seketika Deo tersenyum semringah, ia segera berdiri dan bersiap untuk berangkat.


"pak, buk kamaru berangkat dulu ya" Tutur nya berpamitan sambil mencium telapak tangan keduanya.


***


"Kau di mobil putih itu bersama bos" tunjuk Deo dengan senyum semangat, dia yang memiliki dendam kesumat kepada Kamaru, seakan mendapat hoki besar mengetahui remaja itu akan di eksekusi di hadapan Kevin. itu sebabnya Deo begitu bersemangat di sepanjang perjalanan. inilah akhir dari keangkuhan kamaru.


...****************...


Di markas milik Kevin dan geng,


Pertempuran yang telah lama Radex nantikan akhirnya terjadi juga, 2 orang sahabat di masa lalu telah kembali bertemu sebagai ketua dari geng yang berbeda. Radex yang hadir sebagai tamu menarik Kamaru ke hadapan Kevin dan keans.


"Anak ini yang kalian mau?" katanya sambil mendorong tubuh pendek kamaru.


Kevin menatap Keans dan para anggota untuk memastikan bahwa itu adalah anak yang di maksud. seluruh nya mengangguk terkecuali Deena, namun itu sama sekali tak mempengaruhi niat Kevin untuk membunuh, ia menarik rambut Kamaru dan membawa nya masuk di kerumunan, tangan yang terikat membuat dia tak bisa bergerak bebas, pukulan pertama di berikan oleh Kevin.

__ADS_1


"Brughh" seketika darah segar mengalir deras dari hidung, ini masi pukulan pertama, masi ada 100 orang yang belum mendapat giliran, tetapi Deena sudah tak sanggup, ia berlari keluar dari ruangan untuk menghindari penampakan tragis.


"Siapa selanjutnya?" perintah Kevin seraya memandangi anggota geng yang menggeram, semua mengajukan diri untuk menjadi yang ke dua, ke brutalan itu tak bisa terkontrol hingga mereka maju secara bersamaan, tubuh kamaru menghilang di dalam kerumunan, hanya terdengar teriakan orang-orang yang memukuli nya dengan geram. 5 menit setelahnya Kamaru hampir tak bernafas, tubuh nya seperti di balur darah.


"Cukup!!!" perintah Kevin, dengan segera ia mengambil pisau Dari salah seorang rekan.


"Dengan ini kan?.kau membunuhnya dengan benda ini?"


Kamaru tak menjawab, ia hanya meludah mengeluarkan darah yang memenuhi mulut, hal itu membuat Radex tertawa dari sudut ruangan.


"Lihat lah anak sialan ini, dia bahkan hampir kehilangan nafas tapi Masi saja arogan" tutur nya. kemudian berjalan mendekat dan meraih pisau dari tangan Kevin, memainkan benda itu di wajah kamaru seakan sedang mengancam.


"Apa kalian sudah puas memukuli nya?. jika sudah mari kita lanjutkan!!" Seketika Redex memanggil Deo untuk bergabung, ia memposisikan nya tepat di samping kamaru dan~


"sratsss..sratsss...sratsss" pisau itu di tancapkan ke tubuh sebanyak 7 kali, Seketika seisi ruangan termasuk Kamaru menjadi' terkejut atas tindakan Radex.


"Ya. inilah nyawa di balas nyawa, aku berlaku adil"


Seketika Keans memberontak protes, yang ia mau adalah nyawa kamaru bukan Deo.


"Kau gila?. mengapa kau membunuh orang yang tidak bersalah?"


"Dari mana kau mengetahui bahwa deo bukan pelakunya?"


"Kamaru sendiri yang mengaku bahwa dia adalah pelakunya!!!!"


"Itulah sebab mengapa aku membiarkan dia di pukuli, anggap itu hukuman atas kebohongan yang ia katakan pada mu"


"Dia berkata apa adanya, karena memang dia pelakunya" Bantah Keans sekali lagi membuat Radex menoleh ke arah kamaru yang sekarat.


"Apa benar kau adalah pelakunya?" tanya Radex untuk menemukan jawaban.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung...


⏩18


__ADS_2