
"Pegang kepala nya dan buka kelopak mata anak sial*n ini"
mereka bersiap menancapkan Bagian runcing pena ke bola mata kamaru, di sisi lain kamaru yang telah kehilangan kesadaran hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi, namun ia masi bisa melihat dengan samar bagai mana siswa itu menghayun kan pena menuju kedua bola mata nya.
tiba- tiba niat itu tertunda saat sebuah papan iklan mengalihkan perhatian "Stop bullying ✋"
kalian paham kalimat itu? sebuah pertanyaan di ajukan membuat sekelompok remaja saling melempar pandang untuk menemukan jawaban, ketua geng dari kelompok tersebut mencoba mencari jawaban. mereka tak yakin mengerti kalimat yang tertulis di papan edukasi itu.
Di sebuah gang sempit peristiwa itu terjadi, keraguan antara menuntaskan atau menyudahi nya di sini, remaja tawanan mereka sudah sangat sekarat, wajah nya di penuhi luka lebam dan darah,
atas nama kemanusiaan mereka akhirnya memilih melepaskan nya bertujuan semua berakhir sampai di situ, namun tanpa mereka duga tindakan itu adalah awal dari bencana besar. pertempuran yang sesungguhnya akan segera di mulai!!!!
...****************...
Lima hari setelah kejadian, Kamaru tak kunjung menampakkan diri membuat Deena merasa aneh, tak biasa nya Kamaru libur sekolah, untuk tidak Hadir sehari saja anak itu begitu sulit, apalagi samapai seminggu ia mulai memikirkan keanehan ini, apa lagi Kamaru menghilang tanpa kabar, ingin rasa nya Deena mendatangi rumah pria yang ia sukai itu, namun jangan kan alamat, bahkan nomor ponsel maru sajabia tak punya.
Dengan segala cara wanita yang duduk di kelas 12ipa itu mencari tau segala informasi tentang Kamaru, ia mendatangi kelas dan orang-orang terdekat Kamaru, tak satupun yang tau apa yang terjadi, hingga pada akhirnya secara tak sengaja Deena mendengar pembicaraan sekelompok pembuli yang menyebut kalimat "pria lemah tak seharusnya berlagak menjadi pahlawan, lihatlah sekarang, untuk melangkah ke sekolah saja dia tak memiliki keberanian.Hahahah"
semua tertawa untuk sebuah kemenangan. Tanpa basa-basi lagi Deena yang berada di luar ruangan menendang pintu cukup keras "duuaarrrr" suara itu menyebabkan semua pembuli menatap ke arah pintu secara bersamaan,
"Hoy, apa kau mau mati? ketahuilah tindakan mu itu membuat kami tidak senang!"
Deena tersenyum mengejek "Benarkah?, kau tidak senang? kalau begitu mintalah salah seorang teman mu menari tanpa celana di hadapan mu, mungkin kamu akan tertawa kesenangan"
__ADS_1
Seketika Deo berdiri dari duduknya, sebagai ketua dari kumpulan pembuli tersebut ia tak terima dengan ucapan Deena. Ia berjalan perlahan mendekati wanita bergelar psikopat dan membawa nya ke sudut ruangan.
"Bagaimana kalau kau saja yang membuka nya, mungkin kami semua akan senang" Deo mencoba melecehkan Deena secara verbal,
"Menyingkir lah dari hadapan ku atau kau akan tau Akib...."
"Plak" spontan saja Deo menampar wajah cantik wanita itu, "atau apa? ha? atau apa ayo beritahu aku?"
pria itu berkali-kali menampar wajah Deena tanpa ada pertimbangan yang kemudian di ikuti gelak tawa 12 anggota lain nya, Deena yang kehabisan kesabaran tak ragu-ragu menendang bagian Vital si pria, menyebabkan teriakkan keras dari Deo, belum hilang rasa sakit yang menyesakkan tersebut Deena melanjutkan dengan tinju andalan nya,
"brugh" kepalan 5 jari itu mendarat di hidung Deo, sementara 12 lainnya sempat tertegun tak menyangka wanita itu akan melakukan hal tersebut, sesaat setelah itu mereka berlari menghampiri deo dan mulai memperhitungkan Deena, mereka memegangi tangan wanita psikopat dan bersiap memberi nya pelajaran,
"Si*lan...dasar wanita gila, ambil gunting dari tas ku dan gunting habis rambut nya" perintah Deo kepada sang rekan, mendengar kalimat itu Deena mulai panik.
"Apa yang ingin kalian lakukan, lepaskan aku bren*sek"
salah satu dari mereka mulai menarik rambut Deena dengan paksa....
Deena masi saja berusaha meloloskan diri namun akhirnya wanita itu mulai menangis, ia telah merelakan yang terjadi dan berniat pasrah, bersamaan dengan keputus asaan deena sebuah harapan muncul, dimana bel pelajaran kedua telah berbunyi para siswa dan guru akan segera datang, mereka melepas pegangan dari gadis itu.
"Kamu beruntung kali ini,mari bertemu lain waktu" ucap Deo dengan tatapan penuh dendam, sementara Deena hanya diam tanpa peduli, ia segera ke kamar mandi dan melihat bercak darah di bibir dan sedikit memar di pipi kanan nya, wanita itu menarik nafas panjang menandakan diri nya siap untuk melakukan lebih dari ini.
"Mereka benar-benar ingin bermain dengan ku ternyata" gumam wanita psikopat dalam hati, ia segera memanfaatkan orang-orang di pihak nya, setelah hampir 3 tahun tak memiliki Masalah dengan siapapun akhirnya Deena mulai mengadu ke keans si ketua geng yang paling dewasa dan tak suka banyak bicara.
__ADS_1
...****************...
Keluhan telah di sampaikan namun sepertinya keans tak bereaksi sesuai harapan Deena, bukan nya membahas balas dendam selanjutnya ia justru bertanya-tanya apa alasan Deo melakukan ini kepada Deena di saat hubungan mereka sedang baik-baik saja, rasa penasaran menghantui kepala keans hingga pada jam istirahat tiba tanpa membicarakan nya dlu ke Deena keans langsung mendatangi kelas Deo and the geng.
Di kelas,
seperti biasa Deo di ruangan kelas mulai mencari mangsa untuk di aniaya, namun aksi itu terhenti ketika sebuah suara memanggil nama nya.
"Deo!!!!!!!!" seketika pria itu menoleh ke arah keans, ia sedikit bingung atas kedatangan pria yang di kenal tak banyak bicara tersebut.
"Bang keans, tidak biasa nya. Ada apa?"
"ikuti aku, mari kita bicara!!"
Deo tak dapat menolak ajakan pria yang telah 4 tahun di sekolah tersebut, dialah pria yang sempat tinggal kelas dikarenakan sebuah kasus kriminal di masa nya, apa masalah nya tidak ada yang tau pasti tindakan apa yang telah ia lakukan di masa lalu, hanya mereka yang seangkatan yang mengetahui jelas kejadian tersebut.
Keans terus saja berjalan membawa Deo menuju sebuah gudang sekolah yang telah sengaja di kosong kan, hal itu menyita perhatian para siswa, mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan perseteruan keans yang vakum selama 3 tahun, sementara Deena yang menyaksikan juga tampak begitu bersemangat, namun sangat di sayangkan keans memilih tak memperlihatkan tindakan apa yang akan ia lakukan dan menutup pintu gudang.
Para siswa menanti dengan tingkat semangat yang tinggi bahkan beberapa dari mereka telah melakukan pertaruhan tentangan siapa yang akan menang, tak ada beda nya dengan Deena ia juga mengikuti taruhan itu dan milih keans sebagai juara, bahkan dari balik pintu gudang ia sempat berteriak menyemangati keans,
"kak keans aku request agar memecah biji di antara kedua ************ nya"
...----------------...
__ADS_1
Bersambung........
Like,vote, kasi Hadian and subscribe..wajib beri author dukungan kalau gak Deo pecah ni 🥺🥺