
Tubuh Alex diseret masuk ke rumah Bibi An. Tenaga sang mami mampu melawan tenaga kuat yang Alex miliki.
"Kamu baru datang ke desa ini mau bikin gara-gara, hah!" Mami Tiwi berkacak pinggang disertai mata melotot.
Alex diam, tangan kanannya menggelus telinga yang terasa panas akibat dijewer sang mami.
"Mi, aku tak bisa diam saja jika dihina. Mulut nyinyir itu harus disumpal pakai batu." Dada Alex naik turun disertai kepalan kuat dikedua tangan.
Mami Tiwi meredakan emosi yang menggumpal dalam dada, mengelus bahu Alex menyuruhnya untuk tetep tenang. Bukannya dimasa kejayaan dulu Alex pun sering menghina yang lemah. Apalagi dengan terang-terangan menghina Sabrina istrinya sendiri.
"Apa perlu Mami ingatkan tingkahmu dimasa lalu."
Mami Tiwi menatap sayu membuat Alex tertunduk malu. Jika sudah diungkit masa lalu, ia tak berkutik.
Alex duduk di sofa sembari memijat pelipis. Ternyata ia belum bisa menerima jatuh miskin. Andra, pria brengsek itu harus merasakan akibatnya, bersenang-senang diatas penderitaan orang.
"Tenangkan dirimu, Lex. Jalani dengan lapang dada kehidupan kita sekarang." Mami Tiwi duduk disamping Alex, mengelus kepala putranya agar tabah dalam ujian.
__ADS_1
Alex menghela nafas, menenangkan amarahnya yang hampir memuncak. Maminya benar, Alex itu harus lapang dada dalam ujian. Akan tetapi sulit terasa jika harus mengalah pada keadaan membiarkan musuh bertepuk tangan, ingin rasanya Alex mencekik leher Andra sampai mati.
"Tuan muda sana Non Sabrina istirahat saja, dirumah ini ada empat kamar. Tuan muda bisa pilih kamar mana yang ingin ditempati," ujar Bibi An.
"Jangan panggil aku Tuan lagi, Bi. Aku sudah jatuh miskin, sekarang aku bukan Tuanmu lagi." Alex berdiri hendak pergi dari ruang tamu tersebut.
"Sampai kapan pun, Mami dan Tuan muda akan tetap menjadi majikan saya. Bukannya rumah yang saya punya saat ini adalah pemberian Mami," ujar Bibi An.
Jasa keluarga Alex begitu besar bagi keluarga Bibi An, selama bekerja bersama Mami Tiwi. Bibi An bisa mencukupi perekonomian keluarga, membangun rumah dan membeli tanah yang kini menjadi sebuah perkebunan jeruk dan nanas.
"Rumah ini hasil kerja keras Bibi sendiri, bukan karena pemberian saya," timpal Mami Tiwi.
Rumah Bibi An memang menjadi yang paling bagus di kampungnya. Rumah dua lantai yang memiliki empat kamar itu menjadi sorotan, karena desain minimalisnya begitu memanjakan mata.
Ditambah lagi ada kolam ikan disisi kanan dan kiri rumah yang di batasi oleh pagar besi. Dan dihalaman rumahnya juga terdapat taman mini yang dihiasi air mancur dan taman bunga.
"Lebih baik, Mami, Non Sabrina, Tuan Alex dan Den Rey istirahat. Bibi mau menyiapkan untuk makan nanti malam."
__ADS_1
"Iya, Bi. Terimakasih atas kebaikannya."
"Sama-sama Mami, jangan sungkan. Anggap rumah sendiri."
Sebelum kedapur. Bibi An Mengantarkan Mami Tiwi ke kamar belakang, sengaja Mami Tiwi ingin tinggal di kamar ujung. Beralasan agar bisa menikmati pemandangan sawah yang membentang.
Sedangkan Alex dan Sabrina menuju kelantai atas diikuti oleh Rey. Kamar mereka bersebelahan. Membuat Rey merasa canggung, tak mau kejombloannya sampai terusik akibat suara erotis yang akan keluar dari majikannya.
"Awas ngintip!" ancam Alex menjentikan jari telunjuknya sebelum masuk kamar.
Belum apa-apa sudah kena ancaman, apa nasib jomblo memang seperti ini. Semoga saja di desa ini ada bunga langka yang harum mewangi sepanjang hari untuk menjadi pelipur lara.
Rey menjatuhkan tubuhnya di kasur, matanya tertuju pada langit-langit berwarna putih itu. Kedua tangannya menyanggah kepala disertai helaan napas panjang. Perjalanan baru akan dimulai di desa ini, semoga bisa menemukan titik terang permasalahan Alex agar bisa berjaya lagi.
Baru saja mata Rey akan terpejam, sayup-sayup terdengar suara yang membuatnya meremas guling yang berada disampingnya.
Merinding dengan suara tersebut, membuat rasa panasarannya meronta ingin dituntaskan. Rey sampai menempelkan telinga didinding, agar bisa lebih jelas lagi mendengar dan memastikan sebuah adegan yang sedang tuannya lakukan.
__ADS_1
Selamat membaca, terimakasih pada pembaca yang masih setia dan mendukung Alex dan Sabrina.🥰