Hasrat Sang Majikan

Hasrat Sang Majikan
BAB. 36


__ADS_3

"Sayang, kenapa kamu belum tidur? Aku lihat dari tadi kamu hanya bengong saja." Karlina bermanja duduk dipangkuan Alex.


"Tidurlah lebih dulu, persiapkan untuk pesta besok malam. Kamu harus terlihat cantik." Alex beranjak dari duduknya, berjalan menuju balkon tanpa menghiraukan Karlina yang ingin bermanja kepadanya.


Menghirup angin malam Alex lakukan, entah berapa batang nikotin yang dia habiskan. Ada kesepian yang tak bisa diutarakan, ada kegundahan melintasi relung hati terdalam.


"Aku ingin sendiri," ucap Alex saat Karlina memeluknya dari belakang.


Alex nggak pernah mengacuhkanku, semenjak ada si cupu. Alex tak seromantis dulu. Cupu, tunggu saja pembalasanku.


Karlina mengerucutkan bibir. Ia meninggalkan Alex sendiri di balkon, kekasihnya itu sama sekali tak memberikan respon untuk bermesraan.


Setelah Karlina tidur. Alex menuju ke lantai bawah menuju dapur, mengambil air minum dari kulkas. Tenggorokannya terasa kering sangat haus sekali, malam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Sayangnya Alex tak bisa tidur sama sekali.


"Jangan dibiasakan minum air dingin, minumlah air hangat. Apalagi Tuan terlalu banyak menyesap asap nikotin, sangat tidak baik untuk kesehatan."

__ADS_1


Alex hampir tersedak, suara gadis itu membuatnya terkejut.


"Nih, minum air hangat." Sabrina menyodorkan air hangat di gelas kepada Alex.


"Minum saja sendiri, ngapain nyuruh-nyuruh orang minum air hangat. Air dingin itu lebih menyegarkan tenggorokan," jawab Alex acuh kepada Sabrina.


"Oooouh," jawab singkat Sabrina.


"Mau kemana?" tanya Alex menahan tangan Sabrina.


"Tidur, aku ngantuk." Sabrina membalas acuh kembali, tak peduli pada pria yang kini berada di depannya menatap secara intens.


Sabrina memutar bola matanya malas, ada maunya pasti dibaik-baikin.


"Ya tinggal tidur saja di kamar mewahmu bersama kekasihmu yang super seksi itu." Sabrina mendorong tubuh Alex, agar pria itu menjauh darinya. Namun ternyata, tak semudah itu menyingkirkan pria dengan seringai di wajahnya itu.

__ADS_1


"Arghh! Apa yang Tuan lakukan?!" teriak Sabrina.


Alex menggendong tubuhnya ala bridal style.


"Suuttt, jangan berisik. Nanti ada yang bangun." Alex menutup mulut Sabrina dengan jari telunjuk.


Sesampainya dikamar. Sabrina menutup mata merasa akan dilempar kembali ke tempat tidur yang sering Alex lakukan. Namun ternyata tidak, pria itu memperlakukannya lembut tidak seperti yang ada dipikiran Sabrina. Aneh, apa yang terjadi pada pria ini. Sepertinya dia salah minum obat.


"Aku ingin tidur bersamamu disini, memelukmu seperti ini," ucap Alex mendekap tubuh Sabrina.


"Tuan salah kamar, nanti pacar Tuan marah-marah dan menendangku keluar."


"Jangan bicara lagi, aku ngantuk," titah Alex. Tak lama terdengar suara dengkuran halus dari bibir pria yang kini mendekapnya.


Aneh, bukannya dari tadi Alex berada di kamar. Kalau nggak tidur lantas mereka ngapain, apa melakukan sebuah percintaan? Pantesan saja nggak minta jatah. Eh, ngapain aku memikirkan kegiatan mereka. Seharusnya aku merasa lega, dengan begitu Alex tak akan menganggunya lagi.

__ADS_1


Sedangkan Karlina tak bisa menahan emosinya lagi. Ia mengamuk bagai orang kesurupan, tak terima Alex lebih memilih menemani Sabrina. Ternyata Karlina hanya pura-pura tidur saja, ia membuntuti Alex dan berakhir di kamar si cupu yang tak level untuknya.


Sekarang Karlina tahu, kegusaran Alex dan penolakan terhadapnya. Membuktikan kalau kekasihnya itu mulai peduli pada si cupu. Dan hal itu sangat berbahaya, cinta bisa tunbuh diantara mereka.


__ADS_2