Hati Yang Merindu

Hati Yang Merindu
Bolehkah Aku egois?


__ADS_3

selamat membaca😉


" yaankkkk,,, tunggu yannkkk,,, akuu bisa jelasin". zidan berlari mengejar Ames. Namun saat ia hendak meraih tangan Ames tangannya terlebih dahulu di raih oleh wanita itu.


"beebb,, ada apa ini? " air mata mulai luruh dari pipinya.


Zidan menoleh ke arah wanita yang sedang menahan tangannya itu. "maaff,, akuu bisa jelasin semua".


"Aku mau kamu jelasin sama aku sekarang!! ,,ujarnya penuh penekanan.


huuuffff.... baiklah,, kita duduk dulu sebentar.


Zidan mnuntun wanita itu untuk masuk ke dalam restoran lagi dan mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Namun pikirannya masih kalut melihat Ames pergi dengan keadaan yang kacau, takut terjadi apa apa dengan Ames, mengingat kesehatannya baru pulih. Tanpa pikir panjang pun dia segera menghubungi Aura.


Kamu tunggu sebentar yaa Bel, aku mau telpon rekan bisnis dulu.


Yaaa... nama wanita cantik itu adalah Bella Rahmayanti dia adalah teman dari Jhordi sahabatnya Zidan yang di Surabaya.


tuuttt... tutt... tutt...


Tak lama telpon pun tersambung..


"hallooo" sapa dari sebrang sana.


"hallo raa,, lu dimana? ".


"dirumah,, kenape lu telpon gw".


"seettt daah, jgan galak galak napa, gw mau minta tolong".


"haisshhh,, yaudah apa?? ".


"Tolong lu telpon si Ames,, lu samper dia lu ajak pulang kerumah lu,, okee".


"laahhh,, bukannya tadi dia pegi am lu yaa" Aura bingung.

__ADS_1


"iyya tdi gw tiba2 ada keperluan mendadak ama klien, trus dia ngambek ama gw".


"trus dia pergi lu biarin jha gitu? ".


"iyyaaa,, tolongin gw yaa".


"begoo bangett sihh lu?".


Aura mematikan telpon sepihak, karna kesel am kebodohan Zidan.


huufff..... Zidan menghela nafas lalu kembali ke tempat dimana tadi dia meninggalkan Bella.


"beeebb,, mff yaa lama".Memegang tangan Bella.


Bella menepis kasar tangan Zidan, "gak usah banyak bacot".


"beebb,, jangan gitu dongg".


"jelasin jha jgan banyak basa basi".


"Apa lo bilang tdi?!!,Bella melotot tak percaya apa yang dia denger.


"maff,, maff,, bebb,, "..


"jadi gini, Aku pacaran sama Ames udah satu tahun lebih, Waktu aku mutusin buat nembak kamu hati aku dulu lagi bimbang karna Ames menghilang tanpa jejak. Tanpa mengabari aku tau apa yang terjadi sama dia, aku menghianati nya dengan menjadikanmu kekasih.


"jadi selama ini aku jadi pelarianmu saja? ".dengus Bella.


Sebenarnya Bella tidak benar benar mencintai Zidan. Dia hanya menginginkan hartanya Zidan. Tau sendrilah Zidan seperti apa, tampan anak orang paling kaya di kota B.


"gak gitu beb, dengerin dulu".


"sebenernya rasaku udah mulai hilang untuk Ames, sekarang aku mulai jatuh Cinta sama kamu beb", Zidan menggenggam tangan Aura berusaha meyakinkan.


"beneran lu Cinta ama gw? ".

__ADS_1


Zidan menjawab dengan anggukan.


"lu bisa tinggalin dia buat gw? " .


"gak bisa" Zidan menjawab dengan lantang.


"kenapa", Bella memicingkan matanya.


Zidan terdiam sejenak, nampak berfikir berusaha mencari jawaban yang pas.


"jawab!! sentak Bella.


Zidan langsung mendongak menatap kearah Bella. Tiba tiba Zidan teringat sesuatu. Dia lalu menahan senyumnya.


"Aku gak bisa ninggalin dia dalam keadaan sakit keras, sebenernya kemarin aku udah mau mengakhiri hubungan aku ama dia, tapi diluar dugaan ternyata dia punya penyakit yang sangat parah. jadi aku gak tega buat ninggalin dia. aku janji bakal ninggalin dia buat kamu tapi nunggu waktu yang pas, kamu mau kan nunggu aku sampai tiba saat itu.


"trus hubungan kita gmn?? .


"kita tetap jalani hubungan ini,, aku juga bakal tetep sama Ames.


"plisss,, kamu mau yaaa??


"baiklah, tapi kamu harus janji buat ninggalin dia setelah dia sembuh".


"aku janji" zidan merengkuh Bella dalam pelukannya.


"yaa Tuhan,, bolehkah aku egoiss untuk kali ini saja?, Aku tau ini salah,, aku tulus sayang sama Ames Tapi aku juga tak sanggup untuk jauh dari Bella. zidan dalam hatinya.


iihhhh kok zidan gituu yaaa....


gmn yaa sama ames???


jgan lupa like n komen nya yaa kakak kakak readers.


terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2