
"hmmm" Zidan mengerjapkan matanya, bangun lalu merentangkan tangannya. Tubuhnya terasa pegal sekali karna ia tidur di kursi deket ranjang tempat ames berbaring sambil menggenggam tangan ames.
Semalam setelah Ames mencurahkan sedikit kepiluannya, ia tertidur di dalam pelukan Zidan. Dan setelah Ames benar pulas Zidan membaringkan Ames diranjang kemudian ia duduk disamping ranjang Ames dan menggenggam tangan Ames.
Dilihatnya jam yang menempel pada dinding rumah sakit yang kini menunjukkan jam 06.30 pagi. Ia tersadar jika kini tangannya sudah tak menggenggam tangan Ames dengan cepat ia menoleh.
"sayangg,, kamu dimana? " bangun dari duduknya berjalan ke kamar mandi.
tokk.. tok.. tok.
"sayang,, apa kamu di dalam? "..
"sayang jawab aku"
ceklekk... pintu kamar mandi di buka tetapi ia tak menemukan ames di dalam.
"sayang" teriak Zidan penuh kekhawatiran.
"Yaa Tuhan,,, lindungi dia,, jgan sampai dia berbuat yang tidak tidak"gumam nya.
Dengan langkah cepat Zidan mencari ames. semua orang yang berpapasan dengannya tak luput dari pertanyaannya tentang keberadaan ames. namun satupun tak ada yang tau dimana Ames.
Hingga dia berada di taman rumah sakit dan menghela nafas.
"Kamu lagi apa disini yang?? " memeluk Ames dari belakang.
Ames diam tak bergeming.
"sayang,, kmu knpa hmmm? " menarik dagu Ames agar menghadap kepadanya.
__ADS_1
"Tinggalkan aku!,", lirih Ames yang mampu membuat Zidan tegang.
"hei,, kamu ngmong apa sayang? " berusaha tenang.
"Mulai sekarang kita gak ada hubungan apa2 lagi,, kamu bebas! " Ames ketus namun masih dengan tatapan kosongnya.
"sayanggg,,, udah yaaa,, jangan ngmong ngawur lagi, sampai kapanpun aku akan ada di samping kamu,, apapun yang terjadi".zidan dengan penuh penekanan.
"aku gx mau kehilangan kamu," zidan enatap lekat wajah Ames.
"Aku sudah terbiasa seperti ini,,, aku pasti bisa melewati ini semua,, tanpa belas kasihan dari kalian semua",,,terlihat buliran bening yang terlihat.
"sayaangg,, pliss jangan ngmong ngawur lagi yaaa? " menyelipkan rambut ames ke telinga.
"Aku tetep gak bisa,! "tegas Ames.
"Aku bukan orang yang suka di kasihani, aku gak mau kalian semua terpaksa berada disampingku" lanjutnya.
"aku hanya wanita lemah, yang masa depannya sudah bisa di pastikan seperti apa"
"jangan pernahh bertahan jika itu karna terpaksa",,buliran bening mulai membasahi pipinya.
"kamu pantas mendapatkan yang terbaik" ames sengaja menekan kata terbaik.
Sakiittt,, sesaakkk di dada,, itulah dirasakan oleh zidan. Dia tidak menyangka kalau pujaan hatinya itu bisa berucap begitu. Namun zidan tetap berusaha tenang.
"huuffftt" Zidan Menghela nafas panjang,, "Aku mau nanya sesuatu boleh? ",mengangkat kedua alisnya ke atas sambil melipat bibirnya kedalam.
"Apa? " menautkan alis.
__ADS_1
"Kenapa kamu yakin bisa menghadapi ini semua tanpa dukungan seorang pun??,, sedangkan kamu masih punya keluarga dan kamu juga masih punya aku yang sangat mencintai kamu? "..
"percayalah,,, perasaan ini tulus padamu",,dengan suara purau menahan sesak.
"Mungkin Aku egois,,tetapi tak bisa ku pungkiri aku tak bisa hidup tanpamu" zidan mulai sesunggukan".
"Kenapa? "...melirik zidan. sebenernya ia sakiitt mengatakan ini semua. Tetapi Ames tak mau harapannya pupus. Bginya itu akan terasa bgitu menyakitkan ketika semua orang menjauhinya tanpa alasan. lebih baik dia hidup sendiri dari pada tak di harapkan dan hanya di kasihani.
"bukankah banyak wanita yang lebiih sempurna diluar sana?,,yang bisa membuatmu bahagia?? "..
Zidan tersenyum"kenapa pikiranmu picik sekali",,
"Apa yang salah?? ",,
"Jelas salah,, sesempurna apa pun wanita diluar sana,, aku tak mencintai mereka, karna aku hanya mencintaimu".
"Gemess banget sama kamu yanggg" menangkup pipi Ames.
"Jangan pernah memaksaku untuk meninggalkanmu karna sampai kapanpun aku gak akan sanggup".
"Terimakasih,, karna kamu udah mau mencintai aku dengan tulus" berhambur kepelukan zidan.
"hheeyyy,,, tak ada kata terima kasih dalam Cinta sayang," mengelus rambut Ames.
"Aku beruntung telah memilikimu,,, Tuhannn inikah rasanya di inginkan oleh seseorang?? ,inikah rasanya disayangi?? ,inikah rasanya di cintai??? "..dalam hati ames.
"apakah seperti ini juga rasanya di sayangi oleh orang tua?? ,Beruntung sekali Diandra memiliki kasih sayang dari Ayah dan Ibu".
maffiinn yaa readrs kalu kurang greget...
__ADS_1
abis masihh belajar bkin novel ini...😁😁😀
dukung terus yaa para readers tersayang,,jangan lupa like n comentnya.