
selamat membacaπ
Dalam diam ames menitikan air matanya... ames menghela napas panjang...
"huuuuuffftt..... baiklah aku memaafkanmu"...
"sungguh??? benarkah yang aku dengar ini? "..dengan mata berkaca kaca dia merangkuh amea ke dalam pelukannya lagi.
"terima kasih sayang,,, aku janji akan memperbaiki semuanya"...
Ames melepas pelukan zidan secara perlahan. Dia menatap mata zidan intens seraya berkata " maafkan aku,,,, aku memang memaafkanmu tapi aku blm bisa kembali kepadamu"..
"tap,,, tapi...? "...zidan memelas.
" Abi,, dengarlah,, aku tidak akan mengulang ucapanku lagi,,, Aku sungguh mencintaimu bahkan melebihi cintamu padaku,,, tetapi hati ini masih sulit untuk percaya akan kata cintamu itu,,, aku sudah memutuskan bahwa jika kau bersedia membuktikan cintamu padaku dalam waktu satu bulan kedepan,,, aku akan kembali bersamamu,,, namun jika kau tak bisa menggoyahkan pendirianku sekarang,, maka maafkanlah aku kau boleh mencari wanita lain untuk kau jadikan kekasih". jelas ames.
Zidan masih terpaku atas semua perkataan ames. tak disangka kalau gadis kecilnya sekarang semakin dewasa.
"bagaimana?, jika kau tak mau juga tak apa."
ames berlalu akan meninggalkan zidan.
Sontak zidan langsung mencekal lengan ames.
"hey tunggu,, kenapa kau sekarang jadi tidak sabaran". zidan sedikit menggoda ames.
Ames membalikkan badan lalu berkata " maaf waktuku disekolah seharusnya untuk belajar,,, bukan untuk main2. ames ketus.
"oke oke.... jika dalam sebulan ini aku bisa mengembalikan kepercayaan itu maka kau harus bersedia menjadi kekasihku lagi "...zidan menyeringai.
"aku tau cintamu sangat besar untukku,,, maka kau tak kan bisa jauh dariku" dalam hati zidan.
"aku tau kau meremehkan cintaku,,, ketahuilah,,, setelah ini kau akan tau bagai mana rasanya luka hati" gumam ames dlm hati.
"terserah kau saja" ames berlalu meninggalkan zidan.
"baiklah,, dia sekarang sedikit angkuh,,, mka esok kau akan jdi milikku lagi",.
selang sepuluh menit ames meninggalkan zidan di ruang kepsek, masuklah sang kepala sekolah.
"Bagaimana pak,, apakah urusan anda sudah selesai? "...tanya pak kepsek.
"hmmm,, sudah,, kalau begitu saya undur diri,, oh yaa sekalian saya meminta ijin untuk Auliya Kirana Pramesti agar dapat pulang cepat untuk hari ini.
__ADS_1
"aahhh,, yaa silahkan pak,, "..jawab sang kepsek dengan gugup.
Zidan adalah putra kedua dari keluarga Raharja,, dan kebetulan dialah yang menjadi pengganti sang ayah untuk memimpin perusahaan.
Walau tidak sebesar perusahaan ayahnya ames namun perusahaan zidan cukup berpengaruh termasuk di sekolah tempat ames menimba ilmu itu.
Zidan melangkah dengan senyum mengembang di bibirnya menampilkan wajah tampannya.
Dia berjalan gontai menuju ruang kelas ames yang mana sedang diisi pelajaran oleh salah satu guru.
Sedangkan ames di dalam kelas menggerutu kesal karna dia sama sekali tidak mengerti akan pelajaran Sejarah yang sedang berlangsung itu.
"huufff,,, siaall,, knpa juga pelajaran sejarah membosankan sekali"...gerutu ames.
Ketika Ames sedang asik dengan gerutuannya... tiba2 seisi kelas di kejutkan oleh suaraketukan pintu.
"tok.. tok.. tok.... ".
.
.
.
"permisi,, ibu guru"..sapa zidan.
Bu Fransiska selaku guru sejarah yang masih terpesona akan ketampanan zidan pun langsung gelagapan..
"eehh,, iyyaa,,, umm,,, ad,, ada perlu appa yaahh"..
"maaf saya sudah meminta ijin kepada pak kepsek untuk menjemput calon istri saya pulang lebih cepat hari ini"...
Ames yang mulanya tidak menghiraukan siapa yang datang mendengar kata "calon istri" pun langsung menoleh tak percaya.
Benar saja dia langsung membulatkan matanya melihat siapa yg sedang berbicara.
Seketika hati ibu guru cantik itu langsung berbunga berharap dia yg di maksud.
"oohhh calon istri,,, siapa yaa,,, tapi tidak mngkin kan salah satu siswi disini mereka masih terlalu muda,, atau mungkin yang dia maksud itu aku?? ,,,aahhh senengnya" guman bu guru dlm hati.
"hhmm,,, calon istri??? mksud bapak siapa yahh??? saya? "...dengan tak tau malunya bu Fransiska kepedean.
"maaf.. tapi bukan anda karna nama anda pun saya tidak tau bagaimana bisa anda calon istri saya" jawab zidan setengah mnghardik.
__ADS_1
Fransiska pun menunduk malu akan ucapannya.
"makanya bu jgan kepedean" celetuk salah satu siswa,, dan di susul gelak tawa seisi kelas.
"Diam kalian semua!! " kini bu Fransiska menunjukkan sisi garangnya.
Semua murid langsung terdiam.
"maaf pak,, anda harus melihat semua ketidaksopanan ini " Fransiska langsung berbicara formal untuk menghilangkan rasa malunya.
" kalau boleh saya tau siapa calon istri bapak itu? "..lanjut Fransiska.
"Diaa... adalah... "....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Lanjuuutttt... episod berikutnya yaaa... t
.ikuti terus ceritanya para readrs tersayang.
πππ
__ADS_1
.