
selamat membaca😉
drrttt... drtttt... drrtt....
"hallo"....
"halo sayang kamu dmna?? " orang di sebrang telpon.
"Aku dirumah Aura mah". jawab singkat Ames. yaaa.... ternyata yang menelpon Ames adalah mamahnya yang baru pulang dari Jepang dan rencana nya mau berlibur menghabiskan waktu bersama kedua anaknya dan suaminya. Namun sangat disayangkan karna akan ada ujian pra uas di Jepang maka Diandra tidak bisa ikut pulang. dan berujung Mamah Anggun pulang bersama suaminya. Tetapi setelah sampai di rumah suami dari Anggun itu marah besar karna mendapati anak sulungnya tidak ada dirumah sedangkan ini sudah lewat waktu pulang sekolah.
"kamu pulang sekarang yaa sayang, mamah sama ayah ada dirumah". mamah Anggun lembut.
Ames terdiam sejenak, dia berfikir tidak mungkin sekarang dia pulang dengan keadaan yang kacau seperti ini. " maff mah, aku gak bisa pulang sekarang".
"aapp,,, appaa? kenapa sayang? ". mamah Anggun kaget. tapi masih dengan suara lembutnya.
Tak da jawaban dari Ames. Ames hanya diam mematung tak berani bersuara.
Seolah mengerti ketakutan dari Ames, mami Sinta mengambil alih telpon genggam Ames.
"hallo,, maaf yaa jeng, Ames tidak bisa pulang sekarang karna kami sekarang sedang berada di Malang,". jawab mami Sinta.
"eehhh,, iyyaa hallo jeng,, iyya gpp kok jeng," lega mamah anggun.
"sekali lagi maaff yaa jeng,, gara gara saya jeng dan suami tidak di sambut dengan baik oleh Ames".
"iyya jeng,, gpp gak usah dibikin ati,, yasudah yaa jeng salam buat Ames.
"iyya jeng nanti saya sampaikan, terima kasih banyak jeng, assalammualaikum".
"iyya gak usah sungkan jeng, wa'alaikum salam"
tuuutttttt......... bunyi berakhirnya telpon dari mamah Ayu yang tak lain adalah mama kandungnya Ames.
" sudah,, semua sudah beres sekarang kamu bersihin badan kamu giih abis itu istirahat sama Aura, mami mau masak buat makan malam".
Ames memeluk mami Sinta lagi. "makasih yaa mi, mami emang yang paling mengerti aku, cuup" ames mencium pipi mami Sinta.
"walaupun mami bukan siapa siapa aku tapi aku sayang banget ama mami, mami udah kaya ibu kandung bagi aku". batin Ames.
"giihh,, sana istirahat baru juga sehari keluar dari rumah sakit, gak usah mikir yg gak penting sekarang kamu harus istrahat". tegas mami.
"yaudah yuk mes, kita ke kamar",,..
"lets go" Ames meraih pundak Aura mereka jalan sambil bergurau.
Mami Sinta hanya geleng geleng kepala melihat kekonyolan kedua anak gadisnya itu.
"Ya Allah berikan kebahagiaan untuk kedua anakku", batin mami sinta.
±±±+++++++++++++++++
Sementara itu dikediaman keluarga Hartono terjadi perdebatan antara tuan Hartono dan Anggun yang tak lain adalah Orang tua Ames.
Setelah selesai membersihkan diri mama Anggun keluar menuju ruang tamu dimana suaminya berada.
"yaahhh kenapa masih disini,, mandi gihh udah mamah siapin air angetnya" mamah Anggun lembut seraya duduk disamping suaminya.
"ini semua gara gara kamu,, anak bengal itu jadi tak tau aturan seperti ini,, dmna tata kramanya sebagai seorang perempuan" geram Ayah.
"maksud mas bagaimana? bukankah sudah jelas kalau apa yang diucapkan oleh jeng Sinta td?? "
"iyya,, tpi tetap saja anak itu tak tau sopan santun!!! semenjak kepergian papa mama dia semakin manjadi!! ".
"sudahlah yah,,, kenapa harus di bahas lagi?, dia itu anak yang baik",.
__ADS_1
"baikk dari mana?, sudah jelas sopan santunnya entah hilang kemana,, apa lagi sekarang tak ada mama sama papa",
"pantas saja dulu mama selalu mengeluh tentang kenakalan Anak itu! rupanya bgini kelakuannya" lanjut tuan hartono yang terus saja ingin berdebat.
"sudah yah,, kita gak boleh menghakimi anak kita sendiri, ingat dia itu anak kandung kita" mamah Anggun masih lembut tetapi mulai tersirat kesedihan dimatanya.
"Anak kandung??, ciihhh,,aku masih menganggapnya anak tapi apakah dia masih menganggap kita sebagai orang tua?? ,, seharusnya walau apapun yang terjadi dia menelpon kita dan mau kemana saja harus ijin sama kita walau hanya melalui telpon!!"
"Atau jgan jangan dia yang mencelakai orang tuaku supaya dia bisa hidup bebas tanpa pengawasan dari siapapun!!".
Plaaakkkk!!!!!.....
Suara yang begitu menggema di ruangan itu saking kerasnya mamah Anggun menampar Ayah.
Tuan Hartono diam mematung,,,membelalakkan matanya bukan marah tetapi,, dia heran kenapa istrinya yang lemah lembut itu harus semarah ini.
Tak pernah sebelumnya mamah Anggun melakukan hal semacam ini walau semarah apapun.Dan ini hanya karna anak sialan itu dirinya ditampar oleh wanita yang amat di cintainya.
Sebelum tuan Hatono membuka mulut intuk memprotes perbuatan istrinya itu.seketika di sela oleh mamah Anggun.
"cukup,,,cukup,,cukup,,,dan CUKUP,,,!!! AMARAH mamah Anggun kini benar benar memuncak tidak habis pikir dengan suaminya itu.
"aku bilang cukup yahh,,kenapa kamu selalu memojokkan Ames seperti ini??, kenapa?" air mata mamh anggun mulai luruh.
"sekarang aku tanya sama kamu, pernahkah kamu berlaku sebagai seorang ayah yang sesungguhnya untuk Ames??,,kamu harusnya sadar akan posisi kamu sebagai seorang ayah. Bukan hanya HARTA yang Ames butuhkan mas,,dia juga butuh kasih sayang kamu.
Pernahkah kamu berfikir untuk memposisikan diri kamu untuk sebentar saja merasakan menjadi seorang Ames??. Asal kamu tau mas !! kamu adalah ayah yang paling buruk di dunia ini!!.
Mamah Anggun menunjuk muka suaminya dengan penuh amarah. Sementara sang suami masih diam mematung.
Kamu tak tau bagaimana rasanya hidup tanpa kedua orang tua,,sedangkan kamu tau bahwa ada saudaramu yang hidup bersama kedua orang tuamu...pernah kah kamu memikirkan perasaan Ames mas? kamu jahat mas,,kamu benar benar jahat sebagai seorang ayah.
Apa kamu tau bgaimana hidup putriku yang sesungguhnya tanpa kita berdua???Apa kamu yakin psikis nya baik baik saja sedangkan disini dia hidup bersama kedua orang tuamu yang begitu kejam.
hiiikkkk.....hiikkkk...hikkk...
Mamh Anggun sesunggukkan dia sdah tidak bisa menutupi semuanya lagi,,jiwanya terlalu lelah menahan semua beban ini.
Terkadang dia juga merasa heran kepada Ames bagaimana cara anak itu mengatasi semua bebannya.
"Ap....appaa maksudmu?? ucap Ayah Hartono masih dengan keadaan mematung.
"Asal kamu tau ,,selama ini papa sama mama tak pernah mengurus Ames dengan benar, mereka hanya memanfaatkan Ames untuk menjadikanmu sapi perah mereka!!!
"Aku yang bodohh,, kenapa aku dulu mau saja mendengarkan kata mereka untuk meninggalkan Ames disini,,seharusnya apapun yang terjadi aku membawanya.
Mamah Ayu masih histeris sedangkan Suaminya mundur kebelakang dan mnyenderkan kepalanya ditembok menahan sesaknya.menyesali betapa bodohnya dia selama ini.
"Harusnya kamu mengerti perasaan ames,,dari kecil dia jauh dari kita dan ketika kita pulang kemari kau hanya sibuk membandingkannya dengan Diandra.
Kamu hanya mendengarkan semua yang di ucap kan oleh orang tuamu tanpa tau kebenarannya.
"Ames sekarang menjadi dingin kepada kita tetapi begitu hangat terhadap orang lain,,aku cemburu mas,,, aku cemburu sama jeng Sinta bagaimana Ames begitu manja kepadanya sedangkan dia acuh kepadaku.??
"aku memang ibu yang Bodoh!!! sungguh bodoh !!! aku rela meninggalkan anakku dalam keadaan sakitt dan hanya mementingkan harta.Dan lebih bodohnya lagi aku meninggalkan anakku bersama iblis berbentuk manusia,, yang selalu menyiksa anakku.
Sekarang aku benar benar kehilangan anakku mas,,,bahkan apapun yang terjadi padanya dia tak pernah memberitahuku..Bodoh ,,bodohh,,bodoh. ,,.
Hartono yang melihat istri tercintanya itu memukul kepalanya sendiri,reflek maju dan memeluk sang istri.
"maafffkan aku,,,aku memang tak berguna dari dulu,,bukan kau yang bodoh tetapi aku yg egois,,maafff,,," Air mata Hartono pun luruh menyesali kebodohannya...
"kamu tau dari mana semua ini??" lanjutnya bertanya pada sang istri.
"Dulu sewaktu mereka mulai masuk Sekolah menengah pertama Diandra bilang padaku kalau ada yang tidak beres dirumah ini,, karna dia melihat Mama sedang mengancam Ames untuk tidak mengadu yang tidak2 padamu".
__ADS_1
"Lalu setelah itu, aku bertanya kepada bik inah,, awalnya dia tak mau mngaku, setelah aku bujuk akhirnya dia menceritakan semuanya ,,,hancuurr mas hancuurr hatiku mendengar semua itu".
"Kamu tau, Ames belum sembuh dari sakitnya, dia tak pernah di bawa berobat ke rumah sakit oleh orang tuamu melainkan hanya di beri obat apotek jika penyakitnya kambuh".
"Ya Tuhan,,,kenapa mereka tega sekali,!! Hartono mengepal tangannya menahan amarah.
"Awalnya aku mau membongkar kejahatan mereka,,tapi sebelum itu terjdi Allah berkehendak lain, disaat aku sedang mngumpulkan bukti kejahatan mereka,,,mereka meninggal akibat kecelakaan.
" Saat itu aku mngurungkan niat ku,karna sebelum aku bertindak, mereka telah mendapat karma, aku memaafkan mereka dan mnyimpan rapat2 kejahatan mereka supaya mereka tenang berharap kamu mau berubah sikap mu terhadap Ames mas, tetapi aku salah,, tak seharus nya aku menyimpan ini lebih lama lagi,, karna aku kini telah benar2 kehilangan anakku mas,,dia tak pernah menganggap aku ibunya,,hatiku sakitt mas.
Mamah Anggun Semakin histeris...
"shhuuutttt....udah jgan sedih lagi maaffkan aku karna keegoisanku selama ini telah membuat Ames bersikap dingin kepada kita,,maaff aku memang bodoh,,sesalnya.
"sudahlah mas,, tak seharusnya kita menyesali yg sudah terjadi,,jgan pernah kau ulangi lagi, kamu harus lebih menyayangi anak anakmu lagi sebelum mereka benar benar tak mengakui kita sebagai orang tuanya." mamah Anggun menyeka air matanya sendri.
"Maff aku kasar kepadamu mas,,tak seharusnya aku bicara sesarkas itu,," mamah ayu sadar dia tak pernah sekasar ini semarah marah nya dia sama suaminya.
Mamah Anggun melepas pelukan Suaminya berjalan menuju kamar mereka.namun disaat dia mau menaiki tangga, dia menoleh dan berkata " oh iyyaa aku hampir lupa,, sebenarnya aku mengajakmu pulang kesini karna aku ingin menemani putri ku yang sesang sakit keras. asal kamu tau mas, kemaren Ames dirawat dirumah sakit selama satu minggu dan yang harus kamu tau Putri kita didiagnosa mengidap penyakit LEUKIMIA!!!!.
Kemudian mamah ayu berlari kekamar dan langsung menutup pintu kasar.
Brraaakkkkk....
Badan Anggun luruh di belakang pintu, dia menangis tersedu. mngeluarkan semua beban yang membuatnya terluka bertahun tahun.
Dan kini perasaannya semakin sedih.
yaaahhh ...sebenarnya dia tau saat ini Santi tidak mengajak Ames ke Malang. Dia beranggapan bahwa Ames belum pulih dan dia memang membutuhkan istirahat karna penyakitnya. Sebenarnya dia ingin pergi kerumah santi untuk menjemput putrinya itu tapi dia terlalu takut....dia takut Ames semakin membencinya..
Pemikiran mamah Anggun memang tak semuanya benar.karna memang bukan itulah alasan ames tak mau pulang sekarang.
Walau Ames kecewa terhadap sikap orang tuannya, tetapi dia tak pernah membenci mereka, selama ini Ames bersikap dingin karna takut kepada ayahnya takut kalau kalau dia salah berucap dan membuat ayahnya marah.
sementara itu diruang tamu juga terdengar suara sesunggukan. Hartono menangis menyesali semua yang telah terjadi. terutama sikapnya terhadap putri sulungnya itu.
Apa lagi ucapan terakhir dari istrinya mampu membuat nya semakin terpukul.
.
.
.
...
.
...
.
.
..
.
.
.
.
hoho...ada apa lagi niihh....selanjutnya yaaa...
__ADS_1
ayoi dongg komennya...supaya authornya semangatt....terima kasiihh🙏🙏🙏🙏