
selamat membacaπ
Pagi harinya karna hari Senin,, maka ames disibukkan oleh rutinitas sebelum berangkat sekolah,,,"pagii mah,, pagi yah",,sapa ames menghampiri meja makan.
"pagii sayangg,,, lho kamu gpp masuk sekolah badan kamu kan blm pulih sayang",,ayah menutup koran yang dia baca dan menatap wajah putrinya yang masih kelihatan pucat.
"Ames udah sehat kok yah,, Putri ayah kan wonderwomen,, lagian sayang kan yah kalo ames gak sekolah sebentar lagi ujian nanti ketinggalan pelajaran,, cerocos ames sambil memasukkan roti kemulutnya.
"sayang,,, habiskan dulu makanannya baru ngmong,,",,omel mamah anggun menyodorkan minum kepada ames khawatir putrinya tersedak.
"Ames Buru Buru mah ntar ketinggalan bis gmn,, bisa telat ames"
"kamu duduk yang tenang,, makan yang kenyang nanti berangkat ayah yang antar,, sekalian samper aura",,
"ciiuusss yah,,,
"iyya sayang,, ayah serius,, kalian semua Putri2 ayah,,, ayah akan selalu bahagiain kalian, "
"yeeyyy. ,,,cuupp...terima kasih yah,, ames seneng bisa pnya saudara seperti aura dan diandra,,, "ames berlari mencium pipi sang ayah.
Ayah terperanjat kaget karna perlakuan sang Putri,, dia bersyukur semudah itu mendapat maaf dari ames walau dia sadar selama ini kesalahannya terlampau besar,, ayah tersenyum menyadari jika sifat ames menurun dari sang mamah.
Sedangkan mamah anggun hanya geleng2 kepala melihat tingkah konyol sang anak. hatinya menghangat,, melihat keceriaan di wajah ames. mamh bersyukur hati ames sebening air walau mami tau tak mungkin mudah mengubur rasa sakit di hati.
__ADS_1
Tentang siapa sebenarnya aura,,, ayah telah menceritakan kebenarannya kepada ames semalam sepulang dari rumah mami sinta.
Bukan marah ames malah bahagia mendengar kabar itu terlepas dari kesalahan sang ayah dia bersyukur bahwa sahabatnya itu ternyata memanglah saudaranya walau beda ibu.
Dan mengenai Diandra,, ames selalu berkomunikasi dengannya karna tak mungkin dia membenci adiknya itu hanya karna kesalahan ayahnya. Diandra pun mempunyai hati lembut seperti ames namun dia tak pernah bisa melawan sang ayah walau dia benar. tak seperti ames yang akan melawan jika dia benar.
****------***------β-*
Aura dan Ames telah berada di sekolah,, mereka kini lebih bahagia karna ternyata ada ikatan kuat diantara mereka selain sahabat.
Mereka menjalani hari di sekolah seperti biasanya namun kini lebih banyak lagi materi yang harus di bahas oleh guru mengingat kirang lebih 4 bulan lagi mereka akan mengadakan Ujian nasional.
Ames dan aura telah sampai dirumah masing2,,ames memilih istirahat dirumah karna memang bsnnya tidak bisa terlalu capek. Sebenarnya sang ayah mengajak nya untuk berkunjung ke rumah kakak dari ayahnya untuk menemui sepupunya yang baru pulang dari Amerika karna mengejar ilmu disana. kini dia telah menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke kota B untuk mengembangkan bisnis sang ayah.
Ponsel ames berbunyi dia mengerutkan keningnya melihat siapa yang menelponnya. "kenapa juga dia harus hibingi aku coba,, hampir aja aku lupain masalah aku sama dia karna kebahagiaan yang aku dapat" gerutu ames.
Dengan malas ames mengangkat telpon itu.
"halloo"..
"halloo,, sayang kamu dmn???
"hah,, mulut ames menganga heran dengan ucapan sang penelpon, bisa bisanya dia tak pnya muka,, seenak jidat sendri,, pikir ames.
__ADS_1
"kamu dmna sekarang,,?? lanjut zidan.
"eehhh,,, eeummm,, aku dirumah,, knpa rupanya??
"aku kesana yaa sekarang,,,
"Bella ingin kermu sama kamu" lanjut zidan,,,
degg....
jantung ames serasa berhenti seketika,,, sakitt di hatinya seolah menjalar ke tubuhnya yang kini terasa semakin sesak...
"oohh tuhan,, cobaan apa lagi ini',, gumam hati ames,,, dia memejamkan matanya yang kini mengeluarkan buliran buliran bening.
"okeee,, aku tunggu",,jawab ames seolah tanpa beban,,,.....
wah.... kira kira apa yang bakal terjadi yaa...
dukungannya untuk author... like dan komen,,,
favorit... author sedihh... banyak yang baca tapi gak ada yang komen???
terkadang aurhor ragu,,, mau lanjut apa tidak,,..mungkinkah ada yang penasaran??? berhubung ini cerita pertama yang aku buat,,aku sedikit minder dan jujur ini dibuat otodidak,,,jadi mohon dukungannya agar autor tak kehilangan semangat..... ππππππ
__ADS_1