
selamat membaca😉
.
.
.
.
.
.
.
.
.Zidan mencium kening Bella seraya berkata "cupp, tunjukan kelihaianmu sayangg",,
.
.Zidan kemudian bangkit menanggalkan seluruh pakaiannya. Dia tetap berdiri terlihat jelas bahwa zidan junior sedang tegang.
Bela turun dari kursi berjongkok di depan zidan., diraihnya kejantanan zidan oleh tangan bela di gerakannya maju mundur.
."ssshhhhh,, aaahhhh teruss sayang,,, zidan mendongak dan memejamkan matanya menikmati permainan oral bela.
Bella memasukkan zidan junior ke dalam mulutnya yang sexy. "aaaahhhh sayaangg,,, ini sungguh nikmat,, racau zidan.
Zidan mencengkram rambut bela memaju mundurkan kepala bela,,,,"ouuhhhh bella,, kauu sungguh pandai, aaahh".
Zidan meraih tubuh bela memposisikan supaya memunggungi nya,,( gaya ala doggy gitu),, zidan mengangkat kaki kiri Bella menuntun juniornya menuju rumah idaman.
Bleeessssss,,,,,
"aaahhh , desah keduanya saat junior zidan sudah memasuki rumah idaman .
"ouuhhh sayangg,, ini sungguh nikmat,,, racau zidan sembari memaju mundurkan bok***nya..
" aahhhh yeaahhh,,, zidannn,,, ahhh, aahhh,, desah Bella.
Malam yang begitu panjang bagi mereka karna terus melakukan hal panas itu berulang kali, sampai dini hari.
setelah keduanya lelah karna berulang kali *** barulah mereka tertidur karna kelelahan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.++++++++++++++++++++
Sementara itu dirumah keluarga Hartono masih sunyi. Tuan Hartono dan nyonya Hartono masih sibuk dengan penyesalan masing2.
Dan ketika pagi menyongsong mama anggun bangun untuk memasak. Dia tak mau lagi menjadi ibu yang kurang perhatian untuk anak sulungnya itu. Karna putrinya mau pulang dia sebisa mungkin menyiapkan sedikit penyambutan untuk putrinya.
Sedangkan dirumah Aura mereka sedang berada di ruang makan untuk melakukan ritual pagi,, yaitu sarapan.
"lu jadi pulang hari ini mes?,, tanya Aura.
__ADS_1
Ames hanya mengangguk. "mau gue temenin? " Aura menawarkan diri.
Ames lgi lagi mnjawab dengan gelengan kepala.
" lu kenapa sih gak mau nyaut di tanya", kesal aura.
"sayang udah dong Ames kan gak suka kalau bicara waktu makan. mami Sinta menyudahi pertanyaan Aura.
Dan heninglah yang tercipta saat sarapan pagi di rumah mami Sinta.
Setelah mereka selesai sarapan Ames berpamitan untuk pulang. Tetapi sebenernya Ames enggan untuk menemui keluarganya itu. Walau dia tak membenci Orang tuanya tetapi tetap saja hatinya masih sakit jika mengingat sang ayah yang terkesan lebih embencinya ketimbang menyayanginya.
"Apa yang harus aku lakukan?, sejahat apapun mereka padaku aku tetap tak bisa membenci mereka, karna mereka tetap orang tuaku. tapi aku blm siap bertemu mereka lagi", dalam hati ames.
Sampailah Ames dirumahnya. "huufff" Ames menghela nafas panjang lalu mengetuk pintu.
tok.. tokk.. tokk..
"assalammualaikum" ,,,
cekleekkk.... pintu terbuka...
"wa'alaikum salam,,, eehhh anak mamah udah pulang, ayoo masukk sayang".Mamah anggun memeluk Ames.
Tak lupa ames mencium tangan mamah nya.
.
.
.
.kemudian mereka masuk kedalam rumah. ketika sampai diruang tengah terlihat di bagian dapur tuan Hartono sudah berada di ruang makan.
Ames menghampiri sang ayah untuk mencium tangannya.
"gii,,, man,, naa kab,, baar nya yah? " Ames terbata ketika brtanya kabar kepada ayahnya itu. diq menunduk tak berani melihat wajah sang ayah ataupun mamah nya karna rasa takut kepada sang ayah.
"aku kangen banget sama kalian ingin rasanya aku memeluk kalian" dalam hati ames.
"Baa,, baaaikk yaahh,, seperrti yang ayah lihat", jawab ames masih terbata.
"tumben ayah gak marah" heran ames dalam hati.
."sayangg,, kita sarapan bersama dulu yuk, udah lama kita gak sarapan bareng", ajak mama anggun.
"maaf mahh,,tadi aku udah sarapa bareng mami, aku ke atas dulu ya mah", Ames masuk ke kamarnya.
Mamah anggun matanya berkaca kaca kemudian menghampiri suaminya.
"kamu lihat mas,,,,,jangankan untuk memeluk kita bahkan memandang kita pun dia enggan." sedih mamah anggun.
"dia lebih terlihat takut terhdap kita mas ketimbang memeluk kita, dia masih saja dingin terhadap kita, aku harus gmn mas".lanjutnya.
"suddaaahhh jangan sedih,, maaf kan semua sikapku selama ini yang membuatnya seperti ini, marii kita ke kamarnya,, aku ingin me. inta maaf padanya".
Ketika mamah hendak mengetuk pintu kamar Ames, langsung dihentikan oleh ayah.
"sssttttt",,,,jari telunjuk ayah menempel pada bibir mamah.
Terdengar suara tangisan pilu dari dalam kamar.
"Ya Allah,, aku harus bagaimana?? aku belum siap bertemu mereka kembali, setelah kejadian terakhir itu. Aku menyayangi mereka Ya Allah ingin sekali aku memeluk mereka dan bermanja manja kepada mereka seperti yang dilakukan oleh Diandra, tapi aku takut ayah marah padaku,, aku sungguh merindukan mereka Tuhan." keluh ames dalam tangisnya.
"kenapa,, kenapa mereka harus pulang jika selalu rasa sakit ini yang aku rasa ya Allah., bukan aku tak mau mereka,, tapi aku tidak kuat dengan rasa rindu ini ya Allah, mereka begitu dekat namun tak bisa kurengkuh,, lebih baik mereka jauh karna kebahagiaan mereka adalah jauh dariku.
hiikk.... hiikkk... hiikkk...
"salahkah aku merindukan mereka?? ,,
sementara itu diluar kamar Ayah dan mama sudah berurai air mata, menyesali segalanya yang sudah terjadi.
Mamah aanggun sudah tak bisa menahannya lagi dia membuka pintu.
cekkleeekk.....
Ames yang kaget langsung menghapus air matanya dengan cepat.
__ADS_1
Mamah Anggun tertegun melihat bagaimana kacaunya kamar anak sulungnya itu.
Mamah anggun berhambur memeluk Ames,, tak ada respon dari ames,,, "kenapa kamu begitu bodoh gadis nakal,, kalau kamu kangen mamah kamu tinggal peluk kenapa mesti menangis sendiri" mamah anggun terisak.
Ames melirik ayah sekilas ayahnya masih diam mematung dengan muka datar. Dalam artian Ayah Hartono dia sangat terpukul mengetahui kenyataan ini. tetapi tatapan itu di anggap tatapan marah oleh ames, sangking seringnya tuan Hartono memarahinya.
"maafff mah,,,, aku gak bermaksud" jawab ames melepas pelukan mamahnya.
"mamah sangat merindukanmu,, kenapa kamu gak mau mami peluk? "
"maafff mah,, aku sudah terbiasa hidup sendiri,, jadi dipeluk atau tidak itu tidak ada artinya".memasang wajah datar tapi tetap menunduk.
"gadisss bodoh,, jelass berbeda sayang" , ucap ayah merengkuh ames dalam pelukannya. Ames hanya mematung. bingung dengan sikap orang tuannya yang tiba2 menghangat.
"maaffkan ayah sayang,, ayah memang bodoh,, tak tak bisa mengertimu. maaf karna keegoisan ayah kamu banyak menderita"...ayah menangis memeluk ames. namun masih tidak ada respon darinya.
"ya Tuhan,, haruskah aku bahagia sekarang?? " tanya nya dalam hati.
"tidak apa apa ayah,, tak perlu meminta maaf padaku,, aku lah yang seharusnya minta maaf padamu karna belum bisa menjadi anak yang baik untuk ayah" ames masih memasang wajah datar. Sebenarnya dia ingin menangis tetapi dia tak mau terlihat lemah di mata orang tuanya.
"tidaakk,,, ayahlah yang salah maaf kan ayah sayang,," ayah memegang kedua bahu ames berusaha meyakinkan ames.
Tiba tiba kepala ames terasa pusing tapi dia gak mungkin mengusir orangtuanya keluar kamar. sebisa mungkin ames menahannya.
"mamah juga minta maaf sayang,, karna ketidak berdayaan mamah kamu mendapatkan ketidak adilan selama ini".
"gpp kok ma ames ikhlas,, mamah sama ayah gak perlu minta maaf, sebelum kalian minta kalian tak pernah salah di hati ames,,, ames tulus menyayangi kalian",,,
"sayanggg hidung kamu berdarah,,, kamu kenapa",,,
Ames langsung mengambil tisu lalu mengelap darah tersebut. " gpp kok mah ini mungkin cuma panas dalem jha".
" kita kedokter yaa sayangg",,
"gak usah mah,,, istrahat jha pasti sem......
brruuuuggghhhh.....
belum usai ames berucap,,, Ames udah tak sadarkan diri..
"ames!!!! " teriak ayah dan mamah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.duuuchhh jgan jgan. , ini....
__ADS_1