Hati Yang Merindu

Hati Yang Merindu
ada apa dengan zidan


__ADS_3

Acara dinnerr pun selesai. dan merekapun pulang.. Aura menggunakan motor matic Ames dan Ames diantar zidan menggunakan mobilnya.


"raa... lu gk papa kan.. pulang sendiri??? " tanya ames cemas.


"santuuyy.... woyy... gw udah biasa kok.. tenang jha"..


"beneran?? "..


"iyya.. tuan Putri.. heee"..


"huuhh... yaudah hati hati yaa"..


"okee.. bayy... "..


Ames memperhatikan punggung Aura hingga menghilang kemudian diapun masuk ke dalam mobil zidan.


"yuukk.. yangg"...


"okeeyyy"zidan melajukan mobilnya.


di perjalanan... zidan sesekali menoleh dan tersenyum ketika melihat Ames.


"yaanggg.... apaan sihhh!! "...mendorong muka zidan supaya tetap fokus pandangan kedepan.


"nyetiir yang bnerrr.. aku gak mau mati muda tau!! "...


" hemm.. maniss bangett sihh... kalau lagi galak gitu"..zidan menoel pipi ames berusaha menggoda gadisnya itu.


"iiihhh... nyebelin!! "..sungut ames. namun tak bisa di pungkiri jika hatinya menghangat.


"hahahah..." tawa zidan pecah.


" kamu tambah cantikk kalau lagi kesel gitu"..


"gombal!!! "...


"beneran yanggg... kamu cantik bnget sihh mlm ini... aku jadi gemess pengen nerkam kamu"..


"gak usah gombal!!!.. aku lagi sebel ama kamu!! "...


"kamu cantikk.. sayangg... aku suka penampilan kamu mlm ini"...goda zidan.


"ouhh jdi selama ini penampilan aku jelek gitu??? "...omel ames.


"mampus gw.. salah ngmong lagi"..bisa ngamuk ni anak singa. gumam zidan.


"gx gitu sayang... maff deh maff... aku suka kok kmu yg biasanya... aku juga suka penampilan kmu ini.. tapi au lebih suka kamu apa adanya"...zidan tersenyum.


"makasihh yaa yangg... mau nrima aku apa adanya". ames bergelayut di pundak zidan.

__ADS_1


"iyyaa sayangg... lovee you"...ucap zidan.


"love you too.".


Zidan menghentikan mobilnya... lalu meraih wanita yang di cintainya itu an mengecup kening Ames.


"cuupp" kecupan mesra itu mampu membuat ames blushing.


"udah ahhh... yuk keluar" ames melepas pelukan zidan.


Disaat ames sudah membuka stalbet dan tangannya meraih gagang pintu mobil... tiba2 tangannya di hentikan oleh zidan.


"yaanggg"...


tanpa aba2 saat ames menengok zidan mengecup bibir ames.


Ames membeku seketika kemudian dirasakannya kecupan itu berubah jadi lumayan lembut zidan.


Jantung Ames berdesir kencang dan tanpa di sadari ia sudah membuka mulutnya untuk mempermudah zidan memperdalam lumatannya.


Lumatan demi lumayan mampu membangkitkan gairah mereka.


"eemmmhh". lenguhh ames..


"yanggg... jgan disini" ames mendorong badan tegap zidan.


"yangg.... "..rengek zidan..


"yangg... tungguin" triak zidan..


"ayoo kejarr kalo bisa"..


"awas kamu yaaa"..geram zidan saat mngejarr Ames.


zidan trus berlarii..


"hupp"...


"kena kau"...


"jangan yangg... jgan.. "


"kamu harus di hukum" zidan menggelitiki perut ames..


"hahahahh... ampun yang... ampunn."..ames tertawa sampai menetes air matanya.


zidan berhenti menggelitiki ames.


"makanya jangan iseng jadi orang"..

__ADS_1


"diihhh... emang napa?? "..


"salah sendiri.. jdi orang kok mesum! "..


"kamuu ya... bner bner"..


"kenapa emang aku?? " ames berjalan ke arah dapur dan mengambil minuman untuk zidan.


"gpp tuhh... heheh"..


zidan merebahkan badannya ke sofa sambil memijit pelipisnya. entah apa yang sedang menganggu pikirannya saat ini.


"ini yangg di minum dulu" ames menyodorkan minuman kepada zidan kemudian mendudukan dirinya di sebelah zidan.


Diperhatikannya wajah zidan yang kini terlihat gusar itu.


"kamu kenapa yang? "..


"kalau ada masalah coba cerita sama aku kali jha bisa ngeringanin beban kamu.. "lanjut ames.


"makasiih yaa yang... kamu perhatian bnget"..


"aku gpp kok yang.. cuma rada pusing aja karna urusan kantor"..


"kamu pasti capek yaa..?? "..


zidan mengangguk.


"sini... aku pijitin yang." memegang bahu lalu mamijitnya...


"heemmm... enaakk bngeett yangg"..


"makasiih yaa...miss u" senyum zidan mengembang.


"iyya... sama sama... miss you too"..


tanpa babibu zidan meraih tengkuk ames lalu melumat bibir tipis milik ames.


tak menunggu lama lumayan pun berbalas..


"eemmhhh"...lenguh ames..


"huhh... haahh.".. lega ames setelah mereka melepas pagutan mereka karna kehabisan nafas.


"dasarr mesum!! "...ames menoel hidung ardan.


Ames tersenyum centil.


"Abi kenapa yaa.. ada yang aneh sama dia??.. aahhh sudahlah gx mau su'udzon aku" dalam hati ames.

__ADS_1


hayyoo otak udah ngeress yaa😁.


jgan lpa like n comen nya...


__ADS_2