
selamat membaca😉
Zidan menarik Bella masuk kedalam mobil,, menghempaskan tubuh bella dengan kasar.
Bella tersentak namun masih dengan isakan kecil, hatinya begitu perih melihat pujaan hati membenci nya,, ahhh tidak mungkin sangat sangat membencinya.
Brraaaaakkkk...
Zidan menutup kasar pintu mobil setelah dia masuk dan memegang kemudi.
Braakkk... braakk... braakkk...
aaarrrggghh,, siaallll...
Zidan menggebrak setir mobil kemudian mengacak rambutnya kasar.
"kenapa ,,kenapa,, bgitu cepat kau melupakan Cinta kita mess,,, arrrrggg... teriaknya dalam mobil.
"aku yakin dia hanya pelarian sakit hatimu saja,, aku akan merebutmu kembali.. tekad zidan dalam hati.
Bella masih menitikkan air matanya walau sudah tak terdengar suara isakan lagi.
Zidan menoleh melihat Bella masih dalam keadaan kacau bukan menghibur zidan malah mendebat bella.
"Jadi selama ini kau tidak tulus mencintai aku??? tanya zidan.
Bella menunduk tak berani menjawab ataupun menatap zidan.
Zidan mencengkram dagu bella dengan kasar.
"kau harus ingat,,, aku sebentar lagi menjadi suamimu,, kau tidak boleh mencintai orang lain,,, " melepas cengkraman dengan kasar.
"maaf, aku tidak bisa lupain dia",,,
" apa kau bodoh" bntak zidan.
Zidan menambah kecepatan mobilnya karna cemburu dengan apa yang di katakan bella. Dia mencintai bella walau tak sepenuhnya dia juga mencintai bella dan lebih besar cintanya pada ames .Dia berfikiran kalau ames lebih lembut hatinya walau terkesan cuek, tetapi dia mudah memaafkan, maka dari itu zidan yakin ames akan menerimanya walau dia sudah menikah dngan bella hanya perlu menambahkan sedikit rayuan. Namun diluar dugaan dia di buat emosi karna ternyata dua wanita yang dia dambakan mencintai satu pria yaitu rey. Zidan memang belum tahu jelas apa hubungan rey dan ames tetapi melihat kemesraan mereka pasti semua orang berpikir sama dengan nya bahwa rey dan ames memiliki hubungan lebih.
"kenapa kau begitu egois??! " bella membuka suara.
"kau tak mengijinkan aku menggugurkan bayi ini dengan menjajikan pernikahan tetapi kau masih mencintai wanita lain dan kau tak trima jila aku juga mncintai orang lain,,, kau sungguh egois!!,, Bella dengan suara agak tinggi.
"heehh,,, berani kau melawanku hah?? kau itu harusnya bersukur karna aku mncintaimu walau kau nomor dua dihatiku!!!
__ADS_1
"berhenti"...bella berteriak.
Zidan malah semakin kencang melajukan mobilnya.
"kubilang berhenti ya berhenti"...
"kau pikir aku bodoh,, setelah aku berhenti kau akan turun dan menemui laki laki itu lagi,, jgan harap!!!
"aku akan menyingkirkan pria brengsek itu dari para wanita ku,, kau mengerti!!!
"ciihh siapa yang kau sebut wanita mu,, aku sudah tak sudi lagi,, kini aku sadar kau hanya lelaki brengsek yg hanya mau tubuhku dengan gratisan saja,,, sialll,,, aku sudah tak perduli tentang apa pun sekarang,,, aku mau kita putus,,!!
"aku tidak mau menikah dengan mu jika kau masih memikirkan wanita lain!! lanjutnya.
"heeyyy bagai mana dengan mu???... apa kau tak pnya kaca untuk bercermin.
"aku tidak akan melepaskan kau bgitu saja,,kau dengar itu...
Bella diam tak bersuara,, perlahan tangannya meraih gagang pintu dan membuka nya lalu melompat... "biarlah aku mati dari pada aku harus hidup dengan psikopat sepertimu,, zidan!! "
Sontak zidan reflek menghentikan laju mobilnya karna kaget,, tetapi dia sudah terlambat,,kini bella sudah berlumuran darah.
"bella,,,ohh tidak,,apa yang kaublakukan,,bodoh,," maki zidan.
Zidan membopong badan bella kembali memasuki mobil yang kini bersimbah darah karna luka akibat loncat dari mobil..
.
.
brraakkk,,,
"sial ,,kenapa jadi macet gini siih..."..
zidan mnggebrak setir mobil lagi.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 15 menit zidan sampai disebuah rumah sakit,, dia segera membawa bella masuk ,,
begitulah ujung dari pertengkaran zidan dan bella yang berakhir kecelakaan... zidan menangis menyesali semua tindakannya dia kwatir dengan keadaan bella. dia juga kwatir akan keselamatan bayinya.
****-------
Sementara itu dirumah Ames.
__ADS_1
Terjadi keheningan beberapa saat setelah kepergian zidan dan bella.
"heyy,, kau boleh sedihh tapi jgan terlihat seperti orang bodoh,, ejek rey memecah keheningan.
"huuhh,,, siapa yang bodoh sihh,, kak rey ngawur kalau ngomong" ames cemberut.
"maaf,, gak menyambutmu dengan baik,, malah menyuguhimu dengan masalahku. sedih ames.
"dan asal kakak tau,, aku gak selemah yang kakak kira aku masih bisa berpikir jernih, kalau dia mau sama orang lain berarti memang dia bukan jodoh ku kan kak.. apa kakak lupa apa yang kakak ajarkan selama ini padaku tentang kesabaran dan keikhlasan???
tanya ames kepada rey. rey pun masih mendengarkan sang adik berbicara karna dia tau kalu ames akan melepas semua masalahnya jika bersamanya,, kini dia hanya bisa jadi pendengar yang baik.
"kakak tau karna ilmu itu aku sekarang bahagia bisa di sayang oleh ayah sama mamah,, mereka tak membenciku lagi,,, aku tak akan menyesali semua penderitaan dan kesedihan ku,, karna aku tau itu hanyalah ujian menuju bahagia yang hakiki.
"Dan sekarang walau aku tak lagi bersama abi,, aku yakin suatu saat nanti akan mendapat pasangan yang sangat mencintai aku,,, aku masih muda kak,, jalanku masih panjang,,, nahh kalau kakak sudah bau tanah tapi tak pnya kekasih juga,,, Ames terkekeh sendiri dengan ucapannya.
pletaakk,,,
jidat ames di sentil oleh zidan.
"kamu tu yaa,, masih bisa menggoda kakak,, hemm???,, rey bersidakep dengan wajah siap menerkam,,,
"iihhh,, kak rey masih sama kaya sing hahahha,, belum sempat dia selesai bicara tangan rey sudah menggelitik perut ames..
"hahahahha... amp... hahaha,, ampun kak,, udah aku capaek,,, ames cemberut.
"yaudah yuk pelang kerumah kakak,, semua udah pada nunggu"
Rey berjalan menuju pintu keluar tetapi sebelum sampai di pintu rey berbalik mendapati ames masih berdiri di tempat semula dengan wajah cemberut,,
"ayo cepetan udah di tungguin" ajak rey.
Ames menghentak hentakkan kakinya,, sambil cemberut.
Seolah mengerti maksud ames rey kembali mendekati ames lalu jongkok membelakangi ames. Sontak ames langsung loncat kepunggung rey sebelum rey benar benar jongkok.
"ckkk,,, dasar manja,,, gerutu ray masih bisa di dengar ames.
"biarin wleee....
"kamu tu harus sadar kamu sekarang bukan anak kecil lagi..
"yasudahlah,, percuma berdebat sama kamu...
__ADS_1
*tolong kritik dan sarannya author sangat mengharapkan dari para readers semua,,, karna itu semua akan membangun semangat author....
trima kasihhh