Hati Yang Merindu

Hati Yang Merindu
Ames pingsan


__ADS_3

"eekhheeemm" dehem ames.


zidan terperanjat kaget menoleh kearah Ames.


"kenapa yangg" Ames menautkan alisnya.


"huuhhh... kaget aku yangg" zidan menghela nafas.


"siapa yang telpon? " ames masih menautkan alisnya.


"oohh.. ini sekertaris aku,, nanyain dokumen" jwab zidan dengan muka datar.


"ouuhhh,, kirain siapa? "..Ames mendudukan badannya di samping Zidan.


" Abii,,, kenapa kamu harus bohong sama akuu?? " dalam hati ames.


Sakiiittt,, itu yang Ames rasakan.. sesak yang dirasa di dadanya kini. Ia bertanya dalam diam,, kenapa zidan begitu tega membohonginya. walau hanya masalah kecil ia tak mau ada yang ditutup tutupi antara dia dan Zidan. Karena menurutnya kejujuran itu di atas segalanya.


Ketika Ames sedang asik dalam lamunannya, ia di kagetkan oleh sentuhan lembut di pipinya. Abi membelai lembut pipi ames lalu mendaratkan ciuman di kening ames.


"cuuppp"...zidan tersenyum..


"selamat ulang tahun sayang,, semoga kau tambah dewasa,, makin sayang sama aku,, makin pinter,, pokoknya semuanya"....lanjut zidan sambil mencubit hidung ames gemes.


"makasih yaa yangg" ames memeluk zidan.


"oh yaa,, aku ada sesuatu buat kamu" mengeluarkan kotak kecil lalu membukanya.


"Indah bnget yang"...ames menutup mulutnya.


"kamu suka? "..


"iyya yang suka bngett,, makasiih yaa"...


"sini aku pakein"....


Ames mengangguk, senyumnya masih mengembang saking bahagianya.


"makasiihh yangg... aku bahagia bangett mlm ini,, kalungnya Indah banget," ames memegang liontin kalung tersebut.


"Aku seneng bisa buat kamu selalu tersenyum"..meraih badan ames lalu memeluknya.


"maafin aku yangg,, aku udah salah sangka sama kamu, mungkin emang perasaan aku yang salah, karna saking takutnya kehilangan kamu"...batin ames.


Mereka masih berpelukan,, tetapi tiba tiba zidan merasakan badan ames makin tak berdaya.

__ADS_1


"kamu kenapa yang?? " panik zidan.. melepas pelukan dan memegang bahu ames.


"aku gpp yang, cuma lemess aja"...mata ames mulai sayu, karna dia merasa badannya sangat lemas.


"kamu tdi pasti kecapean yaa??? kmu kan gx bisa cape yang, "..cemas zidan


"beneran deh aku gpp,, palingan entar istirahat bentar langsung sembuh, "cengir kuda sengaja ames tunjukan supaya kekasihnya itu tidak khawatir.


" Astaghfirulloh yang!!,, hidung kamu kenapa mimisan?? " zidan semakin khawatir.


Zidan mengambil tisu lau membersihkan darah yang terus mengalir di hidung Ames.


Ames mematung.,,"apa emang aku terlalu lelah yaa hari ini?? "dalam hati ames.


bruugghhh....


" yaaa ampun yangg,,, sadar yangg,, knapa kmu sebenernya??" zidan panik karna tiba tiba Ames pingsan.


Tanpa pikir panjang zidan membopong tubuh ames kedalam mobil. dia melajukan mobilnya kerumah sakit.


skip.


Sesampainya diparkiran rumah sakit zidan menggendong Ames kedalam rumah sakit.


"tolong,, tolong,,, dokter,, suster,, siapa pun tolong!! ".teriak zidan.


Setelah Ames dibaringkan di ruangan tersebut datanglah seorang dokter.


"silahkan tunggu diluar pak", dokter manfanjurkan zidan untuk menunggu diluar.


"tapi,, dok?? "


"supaya kami lebih bisa berkonsentrasi pak!! " tegas dokter.


"baiklah", ,zidan kaluar dengan wajah yang dirundung kekhawatiran.


"kamu kanapa yang,, sebenernya kamu sakiit apa yang,, " dalam hati zidan.


zidan mengacak kepalanya gusar..


"aarrggghh" teriaknya.


"keluarga nona Aliya" dokter keluar dari ruangan UGD.


"saya dok,," zidan berdiri menghampiri dokter.

__ADS_1


"anda,, siapanya?? " tanya dokter.


"saya kekasihnya dok, " melihat kebingungan dokter ia melanjutkan ucapannya,, "keluarganya ada di luar negri dok" ,


"baiklah mari ikut keruangan saya",..


sampailah mereka di ruangan dokter tersebut. Zidan di persilahkan duduk dan sang dokter pun duduk di kursi kebanggaannya itu. Tertulis tage name di mejanya yang tertuli Dr. Gunawan.


"bagaimana keadaannya dok?? ",,zidan tak sabar.


Dokter menghela nafas panjang, "begini pak, nona Aliya mengidap Leukimia, ia tak bisa terlalu capek dan tak bisa terlalu berfikir keras,, inilah yang akan terjadi jika ia terlalu kelelahan"tutur dokter.


Mata zidan membelalak seketika, "ap,, apa. dokk??,, dokter tidak salah kan??,, bagimana bisa ini terjadi?,",,bdannya seketika lemas luruh kembali kedalam bangku yang ia duduki td.


" Jadi selama ini, anda tidak tau kalu nona aliya mengidap penyakit leukimia? " tanya dokter heran.


Zidan menggelengkan kepala,, tatapannya kosong kedepan. dia tak menyangka pujaan hatinya selama ini mengalami hari yang berat.


Seakan mengerti isi hati zidan dokter kembali menuturkan,,, "begini pak,,, sebenarnya sudah satu tahun terakhir ini,,nona aliya melakukan perawatan jalan dirumah sakit ini dan kebetulan saya dokter yang menanganinya".


"saya juga bingung,, setiap kali dia melakukan pemeriksaan tidak ada seorangpun keluarga yang mendampinginya,, setiap kali saya bertanya dia selalu bilang kalo keluarganya sibuk",,lanjut dokter sambil menghela nafas panjang.


"lalu apa yang harus dilakukan supaya dia sembuh dok?" zidan masih dengan tatapan kosongnya..


"dia harus melakukan operasi tulang sumsum belakang",,ujar dokter


"selama belum bisa ditemukan tulang sumsum yang cocok,,mohon bapak jgan membiarkan dia kelelahan,,"lanjut dokter.


"lalu bagaimana keadaannya sekarang dok?"


tanya zidan.


"sekarang sudah boleh dibesuk"..


"terima kasih dok" berdiri meninggalkan dokter.


"tunggu",,cegah dokter.


"tolong jaga suasana hatinya jgan sampai dia sedih, Karna itu akan mempengaruhi kesehatan fisiknya" terang dokter.


"baiklah dok,, trima kasih" zidan pun berlalu.


hayy.... hayyyy...


penasaran kan apa aja yang mnjadi beban ames selama ini... dan apa saja yang akan di alami di kemudian hari???

__ADS_1


maafiin author yaa sayang... sebenernya ames itu punya penyakit leukimia bukan anemia... author ralat yaa readers. 🙏🙏


dukung terus novel aku...jgan lupa like n coment yaa... 😉😉


__ADS_2