He'S The KINGS

He'S The KINGS
Saling Membantu


__ADS_3

Skye masih tenggelam di dalam pelukan Jack hingga tak terasa sudah satu jam Skye menikmati hangatnya pelukan seorang lelaki. Dokter Amanda yang melihat Skye di dalam pelukan Jack hanya bisa mengigit bibirnya sambil terus-menerus menghina Skye dari dalam hatinya. Satu jam lebih sudah para dokter yang bertugas di UGD menangani Joanna, dan belum ada satupun dokter yang keluar dari balik pintu ruangan UGD.


"Jack... Bagaimana ini??? Bagaimana adikku??? Ini sudah sangat lama Jack, dan dokter belum ada yang keluar dari UGD satupun." Kata Skye dengan nada lirih dan masih berada di dalam pelukan Jack.


"Tenanglah Skye, semua pasti akan baik-baik saja." Jawab Jack lembut dan mengelus-elus punggung Skye agar tetap tenang.


"Tapi... Tapi bagaimana jika Joanna tidak akan pernah bangun lagi." Ucap Skye khawatir.


"Tenanglah dear, percayakan semuanya kepada dokter yang menangani adik mu." Ucap Jack lembut.


Sontak jantung Skye mulai berdetak lebih kencang daripada sebelumnya, setelah mendengar panggilan dear dari mulut Jack.


"Lalu bagaimana aku membayar biaya rumah sakit adikku setelah ini." Ucap Skye.


"Bagaimana kalau kita saling membantu." Jawab Jack.


"Maksudnya???" Jawab Skye bingung dan mengangkat wajahnya melihat lekat ke mata Jack.


"Ya... Kita saling membantu saja. Aku akan membayarkan seluruh biaya rumah sakit adikmu. Akan tetapi kamu harus melakukan satu hal untukku!!!" Ucap Jack sambil menatap mata Skye yang berwarna kebiru-biruan.


"Apa itu???" Skye bertanya penasaran.


"Kau harus menikah dengan ku!!!" Jawab Jack dengan nada serius.


Apa??? Menikah dengannya!!! Apa dia gila ya!!! Tapi bagaimana dengan Joanna... Fikir Skye dan dia tak percaya dengan apa yang baru saja Jack katakan.


"Ayolah Jack... Jangan bercanda dengan ku... Kita baru saja bertemu, mana mungkin kita menikah." Jawab Skye dengan nada tidak percaya.


"Aku serius Skye... Papah ku sedang koma di kamar rawat inap salah satu rumah sakit ini. Dan papah ku ingin aku segera menikah Skye." Ucap Jack dengan nada meyakinkan. "Dan papah ku mungkin tidak akan bisa hidup lebih lama lagi. Jadi aku ingin menikah dengan mu sebelum papah ku kembali kepada tuhan." Sambung Jack.


"Tapi... Apa orang tua mu mau menerima ku???" Jawab Skye ragu.


"Kamu tenang saja masalah itu. Aku yang akan membereskannya, kamu hanya perlu berkata IYA." Jawab Jack tegas.


"Baiklah kalau begitu aku setuju dengan mu. Ingat aku mau menikah dengan mu karna Joanna, dan aku juga prihatin dengan kondisi papahmu." Ucap Skye.


"Baiklah, dan satu hal lagi... Mungkin setelah dua tahun aku akan menceraikan dirimu. Jadi jangan jatuh cinta padaku." Kata Jack.

__ADS_1


Apa??? Nii orang bener-bener gila ya kayaknya... Setelah dua tahun dia akan menceraikan aku!!! Memangnya aku barang apa... Setelah bosan di tendangnya jauh-jauh. Tapi kalau aku gak terima syaratnya bagaimana dengan Joanna!!! Batin Skye.


"Baik... Ku terima syarat mu." Jawab Skye dengan yakin.


Sebenarnya hatinya Skye perih kala mendengar perkataan Jack. Namun demi adiknya yang sangat di sayangi Skye rela melakukan apapun, yang penting adiknya bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti sedia kala.


"Baiklah kalau begitu, ku anggap kau setuju dengan persyaratanku." Ucap Jack sambil berdiri tegak dari tempat duduknya. "Mari kita temui mamah ku dulu, akan ku perkenalkan dirimu dengan mamahku dan papahku." Ajak Jack, dan Skye hanya diam lalu mengikuti langkah kaki Jack menuju lift rumah sakit.


Apa benar ya yang ku lakukan??? Trus kenapa dadaku sesak sekali rasanya ketika aku bilang kalau aku akan menceraikan dia setelah dua tahun pernikahan kami. Batin Jack lalu Jack menghela nafas dengan kasar di dalam lift bersama Skye.


Setelah Jack dan Skye sampai di lantai tempat kamar rawat inap private tuan besar John berada, mereka berjalan berdampingan menuju pintu masuk kamar rawat inap tuan besar John.


Sesampainya di depan pintu masuk kamar rawat inap tuan besar John, Jack berhenti dan menghela nafasnya lagi. Lalu menggengam tanganku Skye, agar terlihat baik-baik saja di hadapan nyonya besar Elizabeth. Jack membuka pintu masuk kamar rawat inap tuan besar John, dan berdiri tegak di samping nyonya besar Elizabeth yang masih Setia menggenggam tangan suaminya yang masih tertidur dengan tenangnya di dalam komanya.


"Mahhh... Perkenalkan ini Skye Mikaelson. Dia wanita yang akan Jack nikahi mah." Ucap Jack lembut.


Sekertaris Jay yang masih sibuk dengan pekerjaannya di laptop langsung menatap ke arah tuan muda-nya. Dan tentu saja nyonya besar Elizabeth membelalakkan matanya karna tak percaya dengan apa yang anak semata wayangnya katakan barusan.


"Apa tuan muda benar-benar ingin menikah tuan???" Tanya sekertaris Jay yang masih kaget dengan perkataan tuan muda-nya.


"Aku serius Jay, karna ini adalah permintaan terakhir papahku kepadaku." Jawab Jack dengan tenang, dan Skye hanya tertunduk malu.


"Ok mah." Jawab Jack sambil melepaskan genggamannya dari tangan Skye.


Apa yang mamah ingin bicarakan dengan Skye!!! Jangan-jangan mamah sudah curiga dengan rencana ku... Batin Jack khawatir.


Jack dan sekertaris Jay sudah keluar dari ruangan rawat inap tuan besar John. Lalu nyonya besar Elizabeth membuka suara dan mulai berbicara dengan Skye...


"Duduklah nak, jangan berdiri terus. Kasian kakimu nanti lelah." Ucap nyonya besar Elizabeth lembut kepada Skye. Dan Skye langsung menuruti perkataan nyonya besar Elizabeth yang menyuruhnya duduk di sofa.


"Apa Jack anakku memaksa mu untuk melakukan pernikahan???" Tanya nyonya besar Elizabeth.


"Engg... Enggak kok tante. Ini keinginan kami berdua tante." Jawab Skye terbata-bata.


"Jika memang anakku memaksamu untuk menikah dengannya, bilang saja kepada tante. Jangan takut nak." Ucap nyonya besar Elizabeth lembut dan memegang tangan Skye, lalu menatap lekat ke mata Skye yang berwarna kebiru-biruan itu.


Aduhhh... Bagaimana ini!!! Kalau mamahnya Jack tau ini hanya sebuah pernikahan sementara aku gak bakal bisa menikah sama Jack. Dan Jack tidak akan mau menolong Joanna. Fikir Skye.

__ADS_1


"Tidak tante... Ini memang benar rencana kami berdua tante." Ucap Skye meyakinkan.


"Baiklah kalau begitu. Tante percaya dengan perkataan mu." Jawab nyonya besar Elizabeth.


Fiuhhhh... Akhirnya amannnn... Batin Skye lalu tersenyum.


Nyonya besar berdiri tegak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu masuk kamar rawat inap suaminya, untuk memanggil Jack dan sekertaris Jay yang masih Setia menunggu di luar ruangan.


Semoga saja Skye pintar dan bisa membuat mamah yakin dengan pernikahan ini. Batin Jack khawatir.


"Sekertaris Jay... Jack masuklah." Panggil dan perintah nyonya elizabeth.


Jack dan sekertaris Jay langsung masuk kembali ke dalam ruangan rawat inap tuan besar John. Dan langsung menyusul Skye yang masih duduk di sofa tamu ruangan rawat inap tuan besar John. Sekertaris Jay kembali duduk di depan laptopnya dan Jack duduk di samping calon istrinya.


"Mamah sudah berbicara dengan gadismu Jack, dan mamah percaya dengan perkataan si gadis. Bahwa pernikahan kalian ini tidak ada unsur paksaan dan pernikahan kalian murni rencana kalian berdua Jack." Ucap nyonya besar Elizabeth lembut, dan duduk di sofa bersama sekertaris Jay, Jack dan tentu saja calon menantu-nya.


"Lalu, apa mamah merestui pernikahan kami???" Tanya Jack.


"Mamah merestui kalian sayang, asal pernikahan benar-benar tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun." Ucap nyonya besar Elizabeth tegas.


"Baiklah mah, tiga hari lagi kami akan melangsungkan pernikahan kami mah." Ucap Jack tenang dan lega.


Apa??? Tiga hari lagi kami menikah!!! Wahhh bener-bener nih orang yahhh!!! Fikir Skye.


"Terserah kamu saja ingin menikah kapan Jack. Mamah berdo'a, semoga pernikahan ini terjadi bukan karna permintaan papahmu sebelum papahmu jatuh sakit seperti ini sayangku." Kata nyonya besar Elizabeth dengan lirih.


"Emhhh... Tapi apa gak kecepatan yahhh tiga hari menyiapkan pesta pernikahan!!!" Ucap Skye dengan nada sedikit ragu kepada Jack.


"Kamu tenang saja, masalah pesta pernikahan kita akan di urus dengan sekertaris andalan ku... Benar kan Jay???" Jawab Jack lalu melihat ke arah sekertaris Jay yang fokus menyimak pembicaraan nyonya besar Elizabeth dan tuan muda Jack.


Haduhhhh.... Bakalan sibuk banget nih kayaknya minggu ini. Gak jadi refreshing dong hari minggu ini, padahal tulang udah berasa patah semua ini rasanya. Ohhh tuhan... Tolonglah hambamu ini tuhan... Tuan muda... Anda benar-benar cerdas ya membuat kerjaan saya menumpuk dan tidak pernah berkurang sedikit pun. Batin sekertaris Jay.


"Baik tuan muda, akan saya persiapkan segalanya sesuai dengan keinginan tuan muda." Ucap Jay.


"Baiklah kalau begitu mah. Jack akan mengantarkan Skye pulang ke apartemen Jack di sekitar rumah sakit ini. Jack ingin Skye tinggal di sana sampai hari pernikahan kami." Ucap Jack.


"Iya sayang, lakukan semua keinginan mu nak." Jawab nyonya besar Elizabeth, lalu kembali duduk di kursi kecil yang berada tepat di sisi ranjang pesakitan tuan besar John.

__ADS_1


Setelah nyonya besar kembali ke tempat duduknya, Jack dan Skye keluar dari ruangan rawat inap tuan besar John.


__ADS_2