He'S The KINGS

He'S The KINGS
Persiapan Skye


__ADS_3

Setelah Jack, Skye dan Casey selesai sarapan di kamar rawat inap Joanna, Jack kembali ke ruang rawat inap tuan besar John untuk mengganti pakaiannya.


"Skye... Bersiaplah untuk pergi dengan ku." Ucap Jack.


"Kita mau kemana Jack???" Tanya Skye.


"Bersiap saja, aku ke lantai atas dulu untuk mengganti pakaian ku. Setelah itu aku akan turun untuk menjemput mu." Ucap Jack seraya berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruang rawat inap Joanna.


Sebenarnya apa yang Jack ingin lakukan!!! Dan kenapa dia selalu misterius sih... Apa gak bisa ya ngomong yang jelas gitu... Selalu saja membuat orang mati penasaran tiap ngasih perintah. Gerutu Skye.


Setelah beberapa menit kemudian, Jack sudah berganti pakaian dengan memakai jas dan rompi yang telah di siapkan oleh sekertaris Jay, untuk acara konferensi pers setelah jam makan siang.


"Jay." Panggil Jack.


"Ada apa tuan muda." Jawab sekertaris Jay cepat.


"Siapkan mobil untukku sekarang, aku ingin pergi ke mall untuk mempersiapkan Skye." Perintah Jack.


"Apa perlu saya antar tuan muda???" Tanya sekertaris Jay.


"Tidak usah Jay!!! Aku hanya ingin pergi berdua dengan Skye. Kau tunda saja konferensi pers-nya selama dua jam kedepan, jika pada jam 1 siang aku dan Skye belum kembali." Ucap Jack sambil sedikit tersenyum.


"Baik tuan muda." Jawab sekertaris Jay dengan cepat.


Bukannya kemarin tuan muda mengundang Katie ke acara konferensi pers siang ini. Kenapa sekarang tuan muda malah ingin pergi dengan nona Skye. Batin sekertaris Jay.


Setelah memerintah sekertaris Jay, Jack berpamitan dengan nyonya besar Elizabeth dan bergegas keluar dari kamar rawat inap tuan besar John. Sesampainya di depan pintu kamar rawat inap Joanna, Jack langsung mengetuk pintu.


Tok... Tok... Tok...


Jack mengetuk pintu kamar rawat Joanna, dan Skye langsung membukakan pintu untuk Jack.


"Kau sudah siap???" Tanya Jack kepada Skye yang berdiri di depannya.


"Sudah, tapi... Kita mau pergi ke mana Jack??? Dan mengapa kau berpakaian rapi sekali???" Tanya Skye dengan beruntun.


"Sudahlah ikut saja denganku, nanti kau akan mengetahuinya sendiri." Jawab Jack.


"Emmm." Skye menganggukkan kepalanya.


"Baiklah... Ayo kita jalan sekarang." Ajak Jack dan langsung menggandeng tangan Skye.


Skye hanya diam dan mengikuti langkah kaki Jack, sedangkan Jack melangkahkan kakinya dengan tenang. Tangan Jack terus menggandeng tangan Skye, sampai mereka berada di dalam mobil milik Jack yang telah di siapkan oleh sekertaris Jay di belakang gedung rumah sakit Peterson. Jack lebih sering keluar dan masuk melalui pintu belakang rumah sakit miliknya, karena di pintu utama lantai satu banyak sekali wartawan dan reporter yang sedang melakukan siaran langsung hari ini terkait dengan konferensi pers yang di adakannya.


"Jack, kita mau pergi kemana???" Tanya Skye lagi setelah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Belanja." Jawab Jack singkat.


"Balanja untuk apa???"


"Untukmu."


"Memangnya ada apa???"


"Tak bisakah kau hanya diam dan mengikuti mauku???" Jack balik bertanya.


"Maaf." Jawab Skye lirih dan kembali menatap ke arah jalan raya.


Setelah 45 menit berkendara, Jack dan Skye sampai di salah satu mall ternama di kotanya. Ketika Jack telah turun dari mobilnya, Skye masih diam di dalam mobil Jack dan tidak bergerak sedikitpun. Jack yang melihat Skye masih terdiam di tempat duduknya, langsung membuka pintu mobil di samping Skye dan bertanya kepada Skye.


"Ada apa Skye??? Apa kau baik-baik saja???" Tanya Jack dengan khawatir.


"Ahhh... Maaf Jack, aku hanya teringat dengan masa laluku, itu saja." Jawab Skye sambil berusaha tersenyum lebar dan keluar dari mobil Jack.


"Jika kau tak suka mall ini, kita bisa pindah ke mall yang lain Skye." Ucap Jack.


"Tidak apa-apa Jack, aku bisa." Jawab Skye. "Ayo kita masuk." Ajak Skye dan tanpa sadar Skye menggandeng tangan Jack.


Jack terdiam melihat tingkah laku Skye yang sedikit aneh, namun Jack mengikuti langkah kaki Skye. Saat Jack dan Skye sudah berada di dalam mall tersebut, banyak sekali wanita yang menatap ke arah Jack dengan tatapan terpesona karna melihat wajah Jack. Skye menyadari bahwa banyak sekali wanita muda dan cantik menatap ke arah wajah tampan Jack, langsung melingkarkan tangannya di lengan Jack. Jack tersenyum tipis melihat kelakuan Skye, dan Jack juga tidak melarang Skye melingkarkan tangannya di lengan Jack. Jack langsung memimpin jalan, dan membuat Skye mengikuti langkah kaki Jack. Karna langkah kaki Jack cukup lebar, Skye sedikit tergesa-gesa saat mengikuti langkah kaki Jack. Jack melihat Skye yang sedang kewalahan mengikuti langkah kakinya, dan Jack langsung mengubah langkah kakinya agar Skye lebih mudah mengikutinya.


Setelah Jack memimpin jalannya Skye selama 15 menit, akhirnya mereka berdua sampai di salah satu butik ternama yang berada di mall yang Jack dan Skye datangi. Saat Jack masuk ke dalam butik tersebut, nona Aletha langsung bergegas menghampiri Jack.


"Tuan muda, mengapa tidak mengabari saya jika tuan muda ingin berkunjung ke butik hari ini." Ucap Aletha setelah tersenyum dan menundukkan kepalanya dengan hormat ke arah Jack dan Skye.


"Maaf Aletha, aku hanya ingin membeli sebuah gaun untuk calon istriku." Ucap Jack dengan tenang.


Apa??? Calon istri??? Sial, aku saja yang telah lama naksir berat dengan tuan muda Jack saja tidak pernah di lihatnya. Dan lihat gadis ini... Penampilannya saja sangat tidak berkelas dan sangat kampungan, apa tuan muda tidak salah memilih istrinya. Fikir Aletha.


"Baik tuan muda, silahkan duduk di ruang khusus butik dan saya akan segera pergi mengambilkan gaun untuk calon istri anda tuan muda." Ucap Aletha sambil berusaha tersenyum manis di hadapan Jack.


"Terimakasih." Jawab Jack singkat dan dingin. Lalu langsung menggandeng tangan Skye menuju ruang khusus di butik milik Aletha.


Sedangkan Aletha langsung memerintahkan para pegawainya untuk mengambil beberapa gaun yang akan ia tunjukkan pada Jack dan Skye. Di dalam ruang khusus butik milik Aletha, Skye bertanya-tanya di dalam hatinya mengapa Jack tiba-tiba saja membeli sebuah gaun untuknya. Saat Skye masih bermain dengan hati dan fikirannya, Aletha bersama beberapa orang pegawainya masuk ke dalam ruang khusus di butik milik Aletha, sambil membawa beberapa gaun di gantungan besi yang bisa di dorong.


"Tuan muda, ini adalah beberapa model gaun yang terbaru dan limited edition dari butik saya tuan." Ucap Aletha.


"Baiklah. Skye, pilih dan cobalah salah satu gaun yang kau suka." Perintah Jack.


Skye langsung berdiri dan berjalan ke arah gantungan besi yang penuh dengan gaun indah nan mewah saat mendengar perintah dari Jack. Ketika Skye berada di depan gaun-gaun yang sedang tergantung dengan apik itu, Skye membelalakkan matanya karna melihat price tag yang terselip di gaun yang berada di hadapannya.


Wahhh... Ini beneran harganya nih!!! Masa, gaun seperti ini saja harganya ribuan dollar. Fikir Skye. Jack yang melihat Skye hanya terdiam dan menatap gaun-gaun di hadapannya bertanya pada Skye.

__ADS_1


"Skye... Apa kau tidak suka dengan gaunnya???" Tanya Jack dengan lembut.


"Ehhh... Bukan Jack, tapi harga gaun-gaun ini sangat mahal." Jawab Skye dengan polos dan lugu.


Mendengar jawaban polos dan lugu Skye, Jack langsung berdiri dan berjalan ke arah Skye. Jack memilih sebuah gaun untuk Skye pakai di acara konferensi pers siang ini, dan pilihan pertama Jack jatuh pada gaun yang berwarna merah maroon. Setelah itu, Jack langsung meminta Skye untuk mencoba gaun pilihannya.


"Coba yang ini Skye." Perintah Jack, dan Skye hanya menuruti keinginan Jack. Setelah 5 menit, Skye keluar dari ruang ganti dan menunjukkan gaun melekat di tubuhnya pada Jack.


"Bagaimana menurutmu Jack???" Tanya Skye, dan Jack langsung terpana ketika melihat gaun yang ia pilih sangat cocok di tubuh Skye.


"Tidak-tidak!!! Ganti!!! Bagian depannya terlalu terbuka." Ucap Jack.


Jika Skye memakai gaun itu, maka akan banyak sekali lelaki mata keranjang yang akan melihat belahan dada Skye. Fikir Jack.


"Bagaimana kalau warna biru gelap ini Jack???" Tanya Skye.


"Ya, cobalah." Jawab Jack cepat, lalu Skye kembali masuk ke dalam ruang ganti baju dengan membawa gaun yang ia pilih sendiri.


Setelah 5 menit, Skye keluar dari ruang ganti baju dan kembali memperlihatkan kepada Jack gaun yang ia pilih ketika telah ia pakai di tubuhnya.


Sial, mengapa dia masih saja terlihat sangat cantik dan menggoda sih. Jika Skye memakai gaun itu, pasti akan banyak sekali pria yang akan jatuh hati kepadanya. Gerutu Jack.


"Tidak-tidak, punggungmu terlalu terbuka." Jawab Jack.


Astaga Jack... Sebenarnya gaun mana yang boleh aku pakai??? Aku mulai lelah Jack, sudah dua kali ganti gaun. Kamu gak tau ya kalau memakai dan melepas gaun itu sangat ribet dan melelahkan. Gerutu Skye sambil menghela nafasnya.


"Baiklah, bagaimana kalau yang warna cream ini Jack???" Tanya Skye.


"Ok, coba saja yang itu. Dan jika masih tidak sesuai di mataku, kita pergi ke butik yang lain." Ucap Jack dengan entengnya, sedangkan Aletha hanya bisa membatin melihat pertunjukan yang sedang berlangsung di depan matanya.


Sebenarnya apa yang salah dari gaun rancangan ku??? Perasaan semua gaun yang di coba gadia itu terlihat menarik dan menawan di tubuh gadis itu. Dan sialnya kenapa tubuh gadis itu selalu terlihat sangat cocok ketika memakai gaun-gaun itu. Batin Aletha, dan tak lama kemudian Skye keluar dari ruang ganti baju di ruang khusus butik miliknya.


"Bagaimana Jack???" Tanya Skye.


"Ok, ini bagus." Ucap Jack. "Aletha, tolong bungkus gaun ini untukku." Pinta Jack pada Aletha.


"Baik tuan muda." Jawab Aletha.


Skye langsung kembali masuk ke ruang ganti baju, dan melepaskan gaun yang ia pakai, lalu memberikan gaun itu kepada Aletha sambil tersenyum. Tak perlu menunggu dengan waktu yang lama, gaun pilihan Jack sudah terbungkus dengan rapi. Jack dan Skye akhirnya pergi meninggalkan butik milik Aletha menuju ke sebuah salon kecantikan ternama yang ada di mall tersebut.


Waktu menunjukkan pukul 11 siang, dan Skye sudah siap dengan riasan flawless juga sudah memakai gaun yang ia pilih dari butik Aletha. Karna perut Jack sudah keroncongan, Jack mengajak Skye makan siang terlebih dahulu di salah satu restoran mewah di dalam mall tersebut.


"Skye... Kita makan siang dulu ya!!! Setelah itu kita kembali ke rumah sakit." Ucap Jack sambil berjalan pelan dan menggandeng tangan Skye. Sedangkan Skye hanya terdiam sambil terus mengikuti langkah kaki Jack.


Saat Jack dan Skye berjalan beriringan, banyak sekali mata pria yang menatap ke arah Skye. Karna Jack melihat mata para pria di dalam mall itu melihat ke arah Skye, Jack langsung berhenti dan membuka jas-nya lalu memakaikannya di badan Skye, untuk menutupi punggung Skye yang sedikit terbuka. Dan Jack langsung melingkarkan tangannya di pinggang Skye, sambil menuntun Skye berjalan ke arah restoran yang mereka tuju.

__ADS_1


__ADS_2