He'S The KINGS

He'S The KINGS
Akhirnya Pindah Juga


__ADS_3

Jack langsung menyembunyikan wajah amarahnya ketika dia kembali duduk di sisi Skye. Dan Jack langsung melingkarkan tangannya di bahu Skye lalu mengelus-elusnya. Setelah tepat 10 menit Jack memanjakan tangannya dengan mengelus-elus bahu Jack, tiba-tiba dokter Amanda keluar dari ruangan UGD. Melihat incarannya memeluk bahu wanita lain, tentu saja membuat dokter Amanda semakin naik pitam dan benar-benar mengutuki Skye di dalam hatinya.


Huh... Lagi-lagi wanita tidak tahu malu ini menggoda lelaki incaranku... Ingat gadis kampungan, aku Amanda akan segera menghancurkan dirimu... Fikir Amanda licik di belakang Jack. Dan Jack hanya memperhatikan setiap gerak gerik Amanda melalui pantulan layar handphone-nya.


"Ehemmm..." Dokter Amanda berdehem, Dan Jack hanya menengok di ikuti oleh Skye lalu Casey. "Maaf tuan muda, apa bisa kami memindahkan pasiennya sekarang???" Tanya Dokter Amanda.


"Apa kau tuli dengan apa yang ku katakan di dalam tadi???" Jack bertanya balik dengan ketus.


"Tidak tuan muda." Jawab Skye lirih.


"Lalu apa lagi yang kau tunggu???" Jack kembali bertanya dengan nada ketusnya dan suara yang mulai meninggi.


Dokter Amanda kaget melihat perubahan Jack dalam bersikap kepada dirinya. Dokter Amanda langsung memberikan hormat kepada Jack, lalu langsung meninggalkan Jack, Skye dan Casey. Skye dan Casey masih bingung dengan apa yang dokter Amanda dan Jack bicarakan, jadi mereka hanya memilih untuk berdiam diri dan menonton pertunjukannya.


5 Menit kemudian dokter Amanda bersama dokter Rudi dan tim-nya keluar dari ruangan UGD. Lalu di susul oleh perawat yang mendorong kasur Joanna untuk memindahkan Joanna ke kamar VVIP sesuai dengan permintaan Jack. Dokter Rudi dan tim-nya menundukkan kepalanya hormat kepada Jack dan hanya di balas isyarat tangan oleh Jack. Dokter Rudi mengerti arti dari isyarat tangan Jack, dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera membawa Joanna ke kamar VVIP.


Mata Casey terbelalak lebar, ketika melihat sekilas kondisi sang kakak. Dan Skye dengan sigap langsung memeluk Casey untuk memberinya kekuatan kepada Casey agar tetap bisa kuat dan tabah menghadapi musibah yang datang menimpa keluarga mereka. Lalu Jack langsung mengajak Casey dan Skye untuk mengikuti para dokter yang bekerja di rumah sakitnya dan tentu saja Joanna yang sedang terbaring lemah tak berdaya.


"Ayo kita ikuti mereka!!!" Ajak Jack sambil menggandeng tangan Skye. Dan hanya di balas anggukan oleh Skye dan juga Casey.


Jack langsung menuntun Skye dan Casey memasuki lift, lalu Jack juga yang menekan tombol lantai yang akan mereka tuju.

__ADS_1


Mengapa aku seperhatian ini kepada musibah yang di alami oleh Skye!!! Apa mungkin memang benar aku menyukainya!!! Ahhh tidak-tidak... Itu tidak mungkin... Ini semua ku lakukan hanya karna aku merasa iba kepada Skye. Fikir Jack sambil terus menatap tangannya yang dengan nyamannya menggenggam tangan Skye.


Di dalam lift Skye selalu terngiang-ngiang oleh panggilan dari para dokter kepada Jack. Mereka semua memanggil Jack tuan muda, karna rasa penasaran Skye yang teramat sangat besar. Skye memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Jack. Dan menatap wajah Jack...


"Emhh... Jack." Panggil Skye.


"Hemmm." Saut Jack.


"Kenapa para dokter di rumah sakit ini memanggil mu dengan sebutan tuan muda??? Apa kamu adalah seorang anak dari konglomerat!!!" Tanya Skye penasaran.


"Memangnya kenapa??? Apa hal itu mengganggu mu???" Jack bertanya balik.


Aku jadi teringat masa laluku ketika aku masih di panggil nona muda di dalam rumah ku sendiri. Ohhh tuhan... Bagaimana dengan kabar orang tuaku yang telah engkau panggil untuk mengunjungi surgamu di atas sana. Batin Skye dan berusaha menahan air matanya agar tidak menetes di depan adiknya Casey dan Jack.


Tanpa sadar genggaman tangan Skye semakin erat menggenggam tangan Jack hingga pintu lift terbuka. Dan dengan lembut Jack menuntun Skye untuk keluar dari lift tersebut. Lokasi kamar rawat inap Joanna hanya berbeda satu lantai dengan lokasi kamar rawat inap private yang di huni oleh tuan besar John. Kamar rawat inap tuan besar John berada di lantai 7 sedangkan kamar rawat inap VVIP joanna berada di lantai 6.


Di lantai 7 hanya terdapat satu kamar private yang hanya di peruntukkan untuk keluarga inti Peterson. Sedangkan di lantai 6 terdapat 3 kamar rawat inap VVIP yang di peruntukkan untuk tamu khusus. Seperti kerabat dekat keluarga Peterson dan orang-orang yang sangat berjasa untuk keluarga Peterson maupun perusahaan kerajaan bisnis raksasa Peterson Grup.


Mata Casey dan Skye terbelalak lebar, ketika melihat betapa mewahnya kamar rawat inap Joanna. Bahkan menurut Casey, kamar rawat inap Joanna jauh lebih mewah dan nyaman ketimbang rumah kontrakannya sendiri yang berada di pinggiran kota.


Astagaaa... Mewah banget kamar kak Joanna!!! Aku jadi pengen buat tinggal di sini selamanya. Tapi kasian kak Joanna kalau harus sakit terus selamanya. Batin Casey.

__ADS_1


"Bagaimana??? Apa kalian setuju jika kamar rawat inap Joanna berada di sini!!!" Tanya Jack.


"Ini sudah lebih dari cukup, terimakasih." Jawab Skye.


"Baguslah kalau kamu nyaman. Jika tidak nyaman katakan saja padaku, akan ku pindahkan lagi Joanna ke kamar yang lain." Ucap Jack.


Busettt... Nih orang tajir melintir kali yakkk!!! Enak banget kalo ngomong. Fikir Casey.


"Sudah tidak apa-apa, biarkan Joanna di kamar ini saja dan kami yang akan menjaganya." Balas Skye.


"Baiklah kalau begitu, aku turun dulu ke kantin rumah sakit di bawah. Akan ku belikan sedikit buah dan makan malam untuk kalian berdua." Ucap Jack.


"Terimakasih, dan maaf merepotkamu." Jawab Skye dan hanya di balas senyuman oleh Jack.


Setelah itu Jack keluar dari kamar rawat inap VVIP Joanna, dan bergegas menuju ke kantin rumah sakit yang berada di lantai satu. Saat Jack memasuki lift dan memencet tombol lantai 1, dokter Amanda menyelipkan tangannya memberi kode kepada penumpang lift untuk ikut turun juga. Tapi mata dokter Amanda berbinar-binar kala mendapati bahwa dirinya hanya berdua saja di dalam lift dengan lelaki incarannya.


Wahhh kesempatan Bagus nihhh...!!! Batin dokter Amanda, lalu dokter Amanda memainkan aktingnya berharap bisa menarik perhatian tuan muda Jack yang berada di sampingnya.


"Ahhh..." Dokter Amanda meringis dan memegang kepalanya. seakan-akan dia terkena sakit kepala yang hebat dan ingin jatuh pingsan. Jack yang melihat dokter Amanda sebenarnya sudah tau bahwa itu hanyalah akal-akalan dokter Amanda saja agar bisa di peluk oleh Jack. Karna upaya dokter Amanda yang terakhir kalinya di gagalkan oleh Skye.


Cih, kamu kira aku adalah lelaki yang bodoh apa!!! Yang tidak mengetahui akal bulus mu. Maaf Amanda aku bukan seperti laki-laki di luaran sana yang akan termakan dengan trik mu begitu mudahnya. Ku akui kamu memang cantik Amanda, tapi sayang di balik kecantikan mu kamu adalah gadis yang penuh dengan tipuan. Batin Jack menghina dokter Amanda di sampingnya, yang masih memainkan aktingnya.

__ADS_1


__ADS_2