
Matahari terbit selalu memberi hadiah sinar hangat di setiap pagi bagi penduduk bumi. Skye dan Casey memutuskan untuk libur seharian ini, agar bisa menemani Joanna di rumah sakit. Saat dokter Rudi datang ke ruangan ke ruangan rawat inap Joanna dan memeriksa kondisi Joanna pagi ini, Joanna terbangun dari tidurnya.
"Nona... Nona..." Panggil dokter Rudi saat melihat mata Joanna mulai terbuka.
Mendengar dokter Rudi memanggil Joanna, Skye dan Casey langsung mendekati ranjang Joanna dan berdiri di samping kanan ranjang Joanna.
"Apa nona tau sekarang ini nona ada di mana???" Tanya dokter Rudi dan Joanna hanya mengangguk pelan.
"Ok nona... Siapa nama anda???" Tanya lembut dokter Rudi sembari memeriksa pupil Joanna dan detak jantungnya.
"Joanna... Joanna Mikaelson. Adik Skye Mikaelson, kakak Casey Mikaelson." Ucap Joanna lirih.
"Baik nona... Berapa umur anda saat ini nona???"
"20 jalan 21 tahun... Kakakku Skye berumur 22 jalan 23 tahun... Adikku Casey berumur 18 tahun."
"Lalu nona mempunyai berapa saudara???"
"Tiga... Saudara ku ada tiga... Dan kami semuanya wanita."
"Dan yang terakhir nona... Apa saja julukan nona Joanna kepada saudara-saudara nona???"
"Kakakku Skye adalah bidadariku juga malaikatku, sedangkan adikku Casey adalah penjaga hatiku." Jawab Joanna.
"Baik nona... sepertinya anda baik-baik saja secara kesehatan mental anda nona... Anda juga tidak mempunyai gejala gegar otak berat ataupun gegar otak ringan." Ucap dokter Rudi menjelaskan. "Baik... Kalau begitu beristirahatlah nona Joanna." Kata dokter Rudi sambil tersenyum ke arah Joanna.
"Dan nona Skye, bisakah kita berbicara sebentar saja di ruangan saya???" Tanya dokter Rudi kepada Skye.
__ADS_1
"Baik dok..." Jawab Skye. "Casey... Jaga tolong jaga Joanna terlebih dahulu, dan berikan ia air minum." Pinta Joanna.
"Silahkan ikuti saya nona Skye." Ucap dokter Rudi mempersilakan, dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Skye.
Dokter Rudi membukakan pintu untuk Skye, namun Skye merasa sedikit agak risih dengan perlakuan khusus yang di berikan dokter Rudi kepadanya. Tapi Skye juga takut jika menolak perlakuan dokter Rudi maka dokter Rudi akan tersinggung, jadi Skye hanya berusaha tetap tenang dan menerima perlakuan khusus yang diberikan kepada dirinya.
Apa perlakuan khusus seperti ini yang akan ku dapatkan selama 2 tahun aku menjadi istri Jack??? Tapi aku benar-benar tidak nyaman di perlakukan seperti ini, karna perlakuan khusus seperti ini benar-benar mengingatkan ku dengan masa lalu...!!! Skye membatin sembari terus mengikuti langkah kaki dokter Rudi.
"Nona... Kita sudah sampai!!!" Ucap dokter Rudi, lalu membuka pintu masuk ke dalam ruang kerjanya. "Silahkan duduk nona." Pinta dokter Rudi dengan pelan sembari melangkah menuju kursi kerjanya.
"Baik dok, kita sudah sendirian sekarang. Apa sebenarnya yang dokter ingin sampaikan kepada saya???" Tanya Skye.
"Mohon maaf sebelumnya nona, saya harap nona bisa membuat adik nona untuk mempersiapkan mentalnya. Walaupun adik nona terlihat baik-baik saja, namun saya benar-benar masih khawatir nona dengan kesehatan mental adik nona. Jika kita secara langsung atau secara mendadak memberitahu adik nona bahwa ia harus segera di amputasi kakinya nona. Saya melihat infeksi di kaki adik nona sudah mulai menjalar nona, dan meskipun obat-obatan yang kami punya di rumah sakit Peterson ini adalah obat-obatan terbaik dari seluruh dunia, saya benar-benar khawatir bahwa obat-obatan kami hanya bisa menahan infeksi yang menjalar di kaki adik nona selama beberapa hari nona." Ucap dokter Rudi menjelaskan.
"Apa benar-benar sudah tidak ada jalan lain dok untuk menyembuhkan kaki adik saya???" Tanya Skye dengan nada serius dan berharap.
"Baik kalau begitu dok, terimakasih." Ucap Skye dan berusaha tersenyum. "Saya permisi undur diri dok." Sambung Skye sembari berdiri tegak dari tempat duduknya.
"Silahkan nona, dan tolong fikirkan lagi perkataan saya nona." Jawab dokter Rudi sambil berjalan dan membukakan pintu lagi untuk Skye.
"Sekali lagi, terimakasih dokter." Ucap Skye dan berlalu begitu saja di depan dokter Rudi.
Hati Skye sangat hancur pagi itu, dia benar-benar bingung dan tidak tahu harus berbuat apa untuk sang adik. Skye merasa gagal menjadi seorang kakak, dia berfikir bahwa dia tidak pantas menjadi seorang kakak untuk kedua adiknya. Hangatnya sinar mentari pagi tak sehangat tatapan mata Skye. Skye terduduk lemas di tembok rumah sakit, dan menatap pintu kamar rawat inap Joanna dengan tatapan mata yang kosong melompong.
Skye benar-benar tidak sanggup jika harus membuka pintu kamar rawat inap Joanna, karna Skye tak tau dia harus berbuat apa dan berkata apa jika Joanna ataupun Casey bertanya padanya tentang pembicaraannya dengan dokter Rudi. Skye menangis sejadi-jadinya di pagi haru yang hangat itu, dia memeluk erat kedua lututnya dan menundukkan kepalanya di atas lututnya. Air mata Skye mengalir dengan deras, sederas rasa sakit hati yang menjalar di tubuhnya. Skye hanya merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya, bahkan di dalam palung hati yang terdalam milik Skye rasa perih dan pedih mulai berteriak.
Ya tuhan... Apa yang harus ku lakukan??? Kenapa bukan aku saja dan celaka, aku mohon tuhan... Ambil saja nyawaku untuk menjadi pengganti kaki adikku tuhan... Aku rela... Sungguh, aku rela tuhan... Rintih Skye di dalam hatinya dengan sangat pilu.
__ADS_1
Saat pintu lift lantai 6 terbuka lebar, mata Jack benar-benar terbelalak lebar ketika melihat Skye sedang menangis tanpa suara. Namun Jack melihat celana panjang yang Skye pakai mulai basah karena air matanya.
Ada apa dengannya??? Mengapa dia menangis sangat lama pagi ini!!! Bantin Jack bertanya-tanya dan langsung bergegas berjalan dengan langkah yang cepat menghampiri Skye sambil membawa sarapan yang baru saja ia bawa dari kamar tuan besar John.
"Skye.... Skye...." Panggil Jack dengan nada Khawatir. "Ada apa??? Katakan padaku???" Sambungnya, lalu Skye mengangkat kepalanya dan karna mendengar suara yang ia kenali. Tanpa Skye sadari, ia langsung memeluk Jack dan menangis sejadi-jadinya di bahu Jack.
Ada apa sebenarnya??? Apa yang tlah terjadi??? Siapa yang sangat berani membuatnya menangis hingga seperti ini. Fikir Jack.
"Menangislah Skye... Tidak apa-apa, tumpahkan saja air mata mu jika itu bisa membuat mu lebih baik." Ucap Jack sambil membelai lembut punggung Skye.
"Adik... Adikku Jack..." Ucap Skye terbata-bata sambil melepaskan pelukannya. "Joanna terancam cacat seumur hidup Jack." Ucap Skye lirih.
Mendengar ucapan Skye, Jack hanya mengehela nafasnya dan memeluk erat tubuh Skye. Jack juga tidak tahu apa yang harus ia perbuat, karna ia anak semata wayang dan tidak mempunyai satupun saudara.
"Tegarlah Skye... Aku tau kau adalah gadis yang kuat dan tidak mudah patah semangat." Ucap Jack dan ia melepaskan pelukannya pada tubuh Skye.
"Aku akan mencoba berbagai macam cara agar Joanna tidak di amputasi, kita akan mengahadapi ini semua bersama-sama Skye. Kau tidak sendirian lagi sekarang, kau mempunyai aku." Ucap Jack dengan lembut sambil menatap dalam mata Skye.
Lalu tiba-tiba...
Cup...
Jack mencium bibir Skye dengan spontan, ia juga berharap ciuman yang ia berikan bisa menenangkan hati dan pikiran Skye yang sangat kacau saat itu juga. Setelah beberapa detik bibir Jack dan Skye saling bertemu, Skye mulai merasa tenang dan ia menghentikan tangisannya.
"Terimakasih Jack." Ucap Skye.
"Sama-sama Skye, sekarang hapus air mata mu dan mari kita masuk menemui adik-adik mu untuk sarapan bersama." Pinta Jack dengan lembut.
__ADS_1
"Baik." Jawab Skye lirih dan langsung menghapus semua air matanya.