He'S The KINGS

He'S The KINGS
Sedikit Berjuang


__ADS_3

Jack mengulurkan tangannya ke arah Skye, dan Skye dengan senang hati menerima uluran tangan Jack. Jack dan Skye memasuki kamar rawat inap VVIP Joanna dengan bergandengan tangan. Joanna yang yang melihat ketenangan di mata sang kakak hanya terdiam dan memandang ke arah sang kakak.


"Aku bawa sarapan pagi untuk kita." Ucap Jack memecah keheningan di ruang rawat inap Joanna.


"Terimakasih." Jawab Casey lalu berjalan dan mengambil bungkusan plastik yang berisi bubur ayam dari tangan Jack. Dan segera menyiapkan sarapan pagi di meja depan sofa.


"Jo... Apa kau merasa kurang nyaman???" Tanya Skye yang berdiri di sisi ranjang Joanna sambil menatap keadaan sang adik.


"Tidak kak... Aku tidak apa-apa, kakak pergilah sarapan dulu dengan Casey dan calon kakak iparku." Jawab Joanna sambil tersenyum, dan Skye langsung tersipu malu mendengar perkataan Joanna.


"Apa kau ingin bubur ayam juga??? Ada satu bubur ayam lebih jika kamu menginginkannya." Ucap Jack ringan kepada Joanna.


"Boleh kak kalau ada." Jawab Joanna singkat.


"Sebentar ku ambilkan untukmu!!!" Ucap Jack. "Skye... Pergilah sarapan dulu dengan Casey, aku akan segera menyusul." Perintah Jack dengan lemah lembut.


"Baiklah kalau begitu." jawab Skye lalu berjalan berdampingan dengan Jack menuju sofa.


Setelah Jack mengambilkan bubur ayam untuk sarapan pagi Joanna, Jack duduk manis di sisi Skye. Dan menikmati sarapan paginya, saat mereka semua telah selesai sarapan pagi mereka bersantai bersama di dalam ruangan rawat inap Joanna. Casey menghampiri Joanna untuk mengelap kaki dan tangan Joanna dengan air hangat agar tetap bersih. Melihat apa yang dilakukan oleh Casey, Jack terdiam sejenak dan terus memperhatikan setiap gerakan Casey.


Apakah jika aku mempunyai seorang adik atau kakak, aku akan di perlakuan seperti Joanna??? Ahhh sayang sekali aku tidak mempunyai saudara kandung seperti Skye dan adik-adiknya. Batin Jack.


"Jack..." Panggil Skye, dan Jack menoleh kearah Skye. "Apa kau baik-baik saja???" Tanya Skye.


"Aku baik-baik saja, hanya saja sepertinya menyenangkan sekali hidup ini jika kita mempunyai seorang saudara." Jawab Jack dan kembali menatap Casey yang masih mengelap tangan Joanna dengan lembut.


Mendengar perkataan Jack membuat Skye berfikir apakah Jack tidak mempunyai seorang kakak atau adik. Namun Skye tidak berani menanyakan hal itu kepada Jack, karna takut menyinggung perasaan Jack. Jadi Skye hanya memilih untuk diam dan bertanya di dalam benaknya.


"Aku tidak mempunyai seorang kakak, atau seorang adik." Ucap Jack. "Kamu beruntung karena mempunyai dua orang saudara kandung di dalam hidupmu Skye." Sambung Jack.


"Bukankah setelah kita menikah adik-adikku akan menjadi adikmu juga!!!" Ucap Skye seraya memegang tangan Jack tanpa sadar. Saat Skye sadar tangannya berada di atas tangan Jack, Skye langsung menarik tangan Skye dan menggengam tangan Skye.


"Apa aku boleh memanggil adik-adikmu dengan panggilan adik setelah kita menikah nanti???" Tanya Jack dan masih menggengam tangan Skye.


"Tentu saja boleh, mengapa tidak." Jawab Skye cepat. "Ketika kita telah menikah nanti, kedua adikku akan menjadi adikmu juga. Itupun jika kamu tidak keberatan." Sambung Skye. Dan Jack tersenyum lebar saat mendengar perkataan Skye.


"Tentu saja aku tidak akan keberatan, aku fikir pasti akan menyenangkan sekali hidupku jika aku juga mempunyai saudara." Jawab Jack.


"Oh ya Skye, tentang pernikahan ada yang ingin ku sampaikan kepada mu." Ucap Jack lalu melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


"Apa itu???" Tanya Skye penasaran.


"Mari kita bicarakan tentang ini di luar saja, aku hanya ingin bicara berdua denganmu." Jawab Jack.


"Baiklah kalau begitu... Ayo kita keluar." Ajak Skye lalu berdiri tegak dari tempat duduknya. "Casey, bersihkan punggung Joanna juga. Kakak dan Jack pergi ke kantin rumah sakit dulu sebentar, ada yang ingin kami bicarakan." Perintah Skye.


"Mengapa tidak bicara di sini saja???" Tanya Casey penasaran.


"Heyyy... kamu masih kecil untuk mendengar percakapan kakak dengan calon kakak ipar." Jawab Joanna.


"Tapi aku ingin tau juga." Ucap Casey ngeyel.


"Sudahlah kak Skye, tinggalkan saja kami berdua di sini, kami tidak apa-apa." Ucap Joanna.


"Ya sudah kalau begitu, kakak tinggal dulu." Ucap Skye lalu berjalan di samping Jack.


Sebenarnya apa yang ingin di sampaikan oleh Jack kepadaku, kenapa aku merasa perasaan ku tidak nyaman. Batin Skye.


"Skye... Kau baik-baik saja???" Tanya Jack.


"Ya... Aku baik-baik saja, hanya memikirkan tentang kaki Joanna saja. Joanna mempunyai mimpi menjadi seorang jurnalis televisi, tapi jika nanti kakinya harus di operasi bagaimana dengan mimpi Joanna." Jawab Skye dengan lesu.


"Sudahlah, jangan di fikirkan lagi tentang itu. Biar aku saja yang sedikit berjuang untuk menyembuhkan Joanna." Ucap Jack dan Jack langsung merangkul bahu Skye.


"Itu sudah menjadi kewajiban ku ketika aku melamar mu untuk menjadi istriku." Jawab Jack dengan tenang dan masih merangkul bahu Skye sambil berjalan menuju kantin rumah sakit miliknya.


Jantung Skye berdetak dengan kencang mendengar perkataan Jack, dan jantung Skye berdetak kencang ketika Jack melakukan kontak fisik dengan Skye.


Apa aku benar-benar mulai menyukai Jack??? Kenapa setiap kali Jack menyentuh bahu atau dengan ku, jantung ku berdetak kencang sekali. Seakan-akan ingin loncat keluar dari dadaku rasanya. Fikir Skye.


Karna Skye asyik bermain dengan fikirannya sendiri dan mengikuti langkah kaki Jack, tanpa ia sadari bahwa ia telah sampai di kantin rumah sakit Peterson.


"Kita sudah sampai Skye." Ucap Jack dan melepaskan pelukannya.


"Oh.... Iya!!!" Jawab Skye terbata-bata karena ucapan Jack membangunkannya dari lamunannya.


"Silahkan duduk." Ucap Jack.


"Terimakasih." Jawab Skye dan dengan sigap tangan Skye menarik kursinya lalu duduk manis. Setelah Jack duduk di hadapan Skye, Jack langsung membuka suaranya untuk memulai perbincangannya dengan Skye.

__ADS_1


"Skye... Pernikahan kita undur dulu sehari atau dua hari." Ucap Jack. "Karna aku ingin mengadakan konferensi pers untuk memberitahukan kepada semua orang tentang papahku yang jatuh sakit." Sambung Jack.


"Tidak apa-apa, aku mengerti." Ucap Skye dan bernafas dengan lega ketika mendengar ucapan Jack.


"Selama pernikahan ini kita undur satu atau dua hari, kau bisa fokus merawat Joanna. Dan aku akan mengurus sesuatu." Ucap Jack.


"Ide bagus, tapi... Dimana kita harus pesan baju pernikahan???" Tanya Skye.


"Sudah ku bilang kan kemarin, masalah pernikahan biar Jay saja yang mengurus. Kamu gak perlu khawatir tentang itu, Jay pasti bisa di andalkan." Jawab Jack tegas.


"Aku tau sekertaris Jay sangat bisa di andalkan, tapi apa dia tau ukuran badanku??? Kan dia tidak tau tentang ukuran badan ku dan berapa tinggiku, lalu ukuran berapa sepatu yang muat di kakiku." Ucap Skye.


Iya juga ya... Jay kan tidak tahu ukuran tubuh Skye. Kenapa aku bisa bodoh begini sih!!! Gerutu Jack dalam hati.


"Ya sudah nanti berikan saja kepada Jay sepatu yang biasa kamu pakai, dan untuk baju pengantinmu, biar Jay yang akan membawamu ke salah satu butik untuk memilih baju pengantin yang cocok di badanmu." Jawab Jack.


"Ya sudah kalau begitu, kabari saja aku kapan perginya. Apa kamu sudah punya no telpon ku???" Tanya Skye.


"Bagaimana bisa aku tau no telpon mu, kalau kamu saja tidak pernah memberikannya padaku." Ucap Jack sewot.


Lahhh... Dia kan gak pernah nanya sebelumnya. Makanya aku gak pernah kasih no telpon ku, dasar aneh ihhh... Gerutu Skye dalam hati.


"Ya sudah, sini handphone mu!!! Biar ku catat nomor telpon ku di handphone mu." Ucap Skye sambil tersenyum lebar. Lalu Jack mengeluarkan handphone miliknya dari kantong celananya dan memberikan kepada Skye.


Setelah Skye selesai menuliskan nomor telponnya, Skye langsung mengembalikan handphone milik Jack, karna Skye takut handphone Jack akan terjatuh jika berlama-lama di tangannya. Dan jika handphone milik Jack jatuh ke lantai karna kecerobohan Skye, sudah bisa di pastikan Skye tidak akan mampu untuk menggantinya dengan yang baru.


"Aku sudah menuliskan nomor telepon ku di handphone mu dan ku beri nama Skye Mikaelson, telpon saja aku jika waktunya untuk memilih baju pengantin ku." Ucap Skye.


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita kembali sekarang ke atas, aku harus siap-siap pergi ke perusahaan setelah ini. Sudah 2 hari aku meninggalkan perusahaan ku, dan itu sudah cukup lama." Ajak Jack.


Apa??? Aku gak salah dengar kan??? 2 hari dia bilang sudah cukup lama meninggalkan perusahaannya!!! Wahhh... Gila kerja kayaknya ini orang. Fikir Skye dan langsung berdiri tegak, lalu mengikuti langkah kaki Jack.


Di dalam lift, Jack dan Skye sama-sama terdiam karna tidak tahu harus membahas tentang apa. Sampai lift berhenti di lantai 6 rumah sakit mereka masih sama-sama terdiam, dan akhirnya Jack kembali membuka suara agar dapat memecahkan suasana yang canggung.


"Heyyy Skye!!!" Panggil Jack dan Skye menoleh ke arah Jack. "Aku gak mampir ya, salam untuk Joanna dan Casey. Aku harus ke kantor ke sekarang." Ucap Jack.


Pergi ya pergi aja kali, gak usah pake ijin segala. Kan kita belom menikah Bambang, lama-lama ku ganti deh nama panggilan mu jadi Bambang. Skye membatin.


"Ya... Pergilah. Hati-hati di jalan, sampaikan juga salamku untuk mamahmu." Ucap Skye sambil memaksa tersenyum lebar.

__ADS_1


"Baik!!! Kalau begitu sampai jumpa nanti malam." Pamit Jack. "Dan jangan lupa siang nanti makan dengan Casey." Ucap Jack mengingatkan, dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Skye.


Jack tersenyum manis, dan langsung melangkahkan kakinya menuju lift, lalu menekan tombol nomor 7 untuk segera kembali ke ruangan rawat inap tuan besar John.


__ADS_2