
Detik demi detik berlalu begitu saja, tanpa terasa sang mentari sudah mulai menyembunyikan sinarnya di balik selimut awan yang mulai berwarna gelap. Jack masih terus berjibaku dengan pekerjaannya di kantor pusat Peterson Grup, sedangkan sekertaris Jay juga sedang sangat amat sibuk mempersiapkan konferensi pers nasional esok hari di rumah sakit Peterson milik Jack.
Tok... Tok... Tok...
Sekertaris Jay mengetuk pintu ruang kerja Jack dan seperti biasa, Jack hanya menyahut dari balik pintu.
"Masuk." Ucap Jack setengah berteriak.
"Maaf tuan muda, konferensi pers yang kita adakan besok di rumah sakit sudah siap semua tuan." Ucap sekertaris Jay.
"Baguslah!!! Lalu, bagaimana dengan persiapan pernikahan ku dengan Skye???" Tanya Jack ingin tau.
"Persiapan pernikahan tuan muda dengan nona Skye juga sudah siap tuan. Tuan muda dan nona Skye tinggal fitting baju untuk pernikahan saja tuan." Jawab sekertaris Jay.
"Baiklah kalau begitu, besok setelah kita mengadakan konferensi pers aku dan Skye akan pergi fitting baju pernikahan kami." Ucap Jack.
"Baik tuan muda." Jawab sekertaris Jay.
"Apa tuan muda ingin kembali ke rumah sakit sekarang tuan???" Tanya sekertaris Jay.
"Ya!!! Kita kembali ke rumah sakit sekarang. Skye pasti akan menungguku untuk kembali." Jawab Jack dengan percaya diri.
Aaahahahahahaha.... Percaya diri sekali anda tuan muda. Saya akan benar-benar menyiapkan pernikahan termegah, termewah dan termeriah tuan, jika nona Skye benar-benar menunggu kedatangan tuan muda. Batin sekertaris Jay.
"Baik tuan, akan saya siapkan mobil untuk tuan muda sekarang." Jawab sekertaris Jay sambil menahan tawanya dengan sekuat tenaga.
Setelah 15 menit Jack menunggu di ruangannya sambil membereskan semua dokumen dan berkas-berkas yang berserakan di atas mejanya, akhirnya sekertaris Jay kembali ke ruang kerja Jack untuk memanggil Jack. Selama di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Jack sesekali tersenyum sendiri. Karna Jack mengkhayal bagaimana nanti ekpresi wajah gembira dan bahagia Skye ketika menyambut kedatangannya.
Kira-kira seperti apa ya ekpresi wajah nya ketika menyambut kedatangan ku nanti!!! Khayal Jack sembari sesekali tersenyum tipis.
Sekertaris Jay yang berada di belakang stir mobil hanya bisa menatap dalam diam dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak merusak suasana hati tuan muda-nya. Tak terasa mobil Jack sudah memasuki area parkir rumah sakit miliknya, dan Jack langsung bergegas turun tanpa menunggu sekertaris Jay membukakan pintu untuknya.
__ADS_1
Seharusnya aku abadikan momen-momen yang paling tidak biasa saat ini, biasanya tuan muda tidak pernah turun dari mobil dan membuka pintunya sendiri, lalu pergi meninggalkan aku begitu saja. Sepertinya nona Skye benar-benar mampu membuat tuan muda menjadi seorang lelaki normal pada umumnya. Semoga saja nona Skye benar-benar wanita yang bisa merubah hidup tuan muda, dan yang paling penting bisa membuat tuan muda melupakan traumanya di masa lalu karna Katie. Gumam sekertaris Jay dan masih terpaku karna melihat perubahan sikap tuan muda-nya.
Jack pergi meninggalkan mobilnya begitu saja dengan sekertaris Jay yang masih duduk terdiam di belakang stir mobil. Setelah Jack berada di dalam lift, ia langsung menekan tombol lantai 7 dan saat lift sampai di lantai yang di tujunya, wajah Jack langsung berubah menjadi merah padam seperti sedang terbakar.
Padahal di hadapan Jack sedang berdiri tegak seorang yang sangat cantik dan menggoda nafsu para lelaki. Namun tetap saja, kecantikan dan keseksian wanita itu tidak bisa menggoyahkan iman seorang Jack Peterson yang sedang berdiri di hadapannya.
"Jack... Kau sudah sampai." Ucap wanita itu dengan lemah lembut.
"Ada urusan apa kau di sini Katie???" Tanya Jack dengan nada dingin.
"Aku mendengar kabar tentang tuan besar John yang sedang jatuh sakit, makanya aku berinisiatif untuk menjenguk tuan besar John. Sekalian aku juga ingin bilang kalau aku begitu merindukan dirimu Jack." Jawab Katie dengan suara yang manja dan menggoda.
"Pergilah dari sini Katie, kau tidak di terima di sini." Perintah Jack dengan tegas. "Kehadiran mu di sini hanya membuat nafsu makan malam ku malam ini hilang Katie." Sambung Jack dengan nada rasis.
Mendengar perkataan Jack, Katie tetap berusaha keras untuk terus tersenyum manis di hadapan pria yang sedang ia coba untuk di taklukkan.
"Apa kau benar-benar telah melupakan aku Jack???" Ucap Katie dan semakin merapatkan gunung kembarnya ke arah dada bidang Jack.
"Ayolah Jack!!! Kembalilah padaku sayang. Aku benar-benar mencintaimu Jack." Ucap Katie dan semakin tak tahu malu. Lalu Katie menarik tangan Jack untuk duduk di sisinya.
"Baiklah kalau begitu, besok setelah jam makan siang kembalilah kemari ada yang ingin ku sampaikan kepadamu di depan para wartawan besok." Ucap Jack sambil tersenyum.
Huh... Benarkan!!! Akhirnya Jack kembali padaku. Aku Katie Anderson Reed selalu bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, dan tidak akan ada satupun wanita yang bisa merebut lelaki dari genggaman tangan ku. Batin Katie dan tentu saja merasa sangat bangga.
"Apa kau akan mengadakan konferensi pers sayang ku???" Tanya Katie.
"Ya." Jawab Jack cepat.
"Baiklah kalau begitu, sekarang aku akan pergi berbelanja gaun yang sangat cantik untuk acara konferensi pers besok siang sayangku." Ucap Katie sambil melingkarkan tangannya di lengan Jack.
"Ya... Berdandanlah yang cantik Katie." Ucap Jack sambil berusaha melepaskan pelukan Katie.
__ADS_1
Jack pasti akan mengumumkan kepada seluruh dunia, jika aku adalah wanitanya. Fikir Katie menerka-nerka.
"Ya sudah kalau begitu, aku pergi mencari gaun yang cantik sekarang. Sampai jumpa besok sayang ku." Ucap Katie manja dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Jack.
Katie meninggalkan Jack dengan perasaan yang sangat berbunga-bunga dan tentunya dengan perasaan yang sangat bahagia. Sedangkan Jack hanya menyeringai kecil ketika melihat Katie pergi meninggalkannya dengan wajah yang berseri-seri dan juga mata yang berbinar. Katie benar-benar tidak tahu, apa yang akan di umumkan oleh Jack untuknya di saat Jack mengadakan konferensi pers di rumah sakit Peterson miliknya.
Sekertaris Jay hanya diam dan memperhatikan dari jauh, sambil bertanya-tanya di dalam hatinya apa yang akan di lakukan oleh tuan muda-nya. Namun sekertaris Jay benar-benar tidak berani menanyakan sesuatu tentang apa yang baru saja ia lihat dari kejauhan. Sekertaris Jay langsung mendekati Jack yang masih terduduk di atas kursi besi yang panjang khas rumah sakit miliknya. Jack yang melihat sekretaris andalannya sedang berjalan ke arahnya, langsung memberikan isyarat tangan kepada sekertaris Jay agar duduk di sampingnya.
"Iya tuan, ada apa???" Tanya sekertaris Jay.
"Besok pagi siapkan mobil untukku." Perintah Jack.
"Mohon maaf tuan muda!!! Jika boleh tau tuan ingin kemana, biar saya antarkan tuan muda." Ucap sekertaris Jay.
"Tidak usah Jay, cukup siapkan saja mobil untukku besok pagi, biar aku pergi sendiri." Ucap Jack tegas.
Karna mendengar suara Jack sudah mulai mengeluarkan nada yang tegas, sekertaris Jay tidak bisa membantah lagi perintah dari tuan muda-nya.
"Baik tuan muda, akan saya siapkan mobil untuk tuan muda besok pagi." Ucap sekertaris Jay cepat.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita masuk dan beristirahat. Aku sangat lelah hari ini Jay." Ucap Jack.
"Mari tuan muda." Jawab sekertaris Jay lalu berdiri dan berjalan dengan sangat cepat di depan tuan muda-nya, dan membukakan pintu masuk untuk Jack.
Sesampainya di dalam ruang rawat inap tuan besar John, Jack langsung membersihkan badannya dan beristirahat di atas kasur lipat yang telah di siapkan oleh sekertaris Jay. Setelah sekertaris Jay merasa tuan muda-nya sudah tidak memerlukan bantuan lagi, barulah sekertaris Jay mengurus badannya sendiri.
Di atas kasur lipat Jack memandang dengan lembut wajah sang ibu yang sudah tertidur lelap di samping ranjang pesakitan tuan besar John. Jack benar-benar sangat menginginkan bahwa suatu hari nanti, ia bisa mendapatkan seorang istri yang sesabar dan selemah lembut nyonya besar Elizabeth.
Semoga saja tuhan memberikanku istri seperti sesabar mamah dan selemah lembut mamah suatu hari nanti. Pinta Jack di dalam hatinya, lalu memejamkan matanya untuk beristirahat dengan tenang.
20 menit kemudian, sekertaris Jay menyusul tuan muda-nya untuk berbaring di samping Jack. Sudah 3 malam ini, Jack dan sekertaris Jay tidur satu kasur karna sudah tidak ada lagi kasur lipat di dalam ruang rawat inap tuan besar John. Malam semakin gelap dan juga semakin larut, begitu juga dengan Jack dan sekertaris Jay yang semakin nyenyak tidurnya dan terbang tinggi ke alam mimpi mereka masing-masing.
__ADS_1