He'S The KINGS

He'S The KINGS
Kebiasaan tersembunyi Jack


__ADS_3

Pagi hari ini sinar matahari terbit lebih menyilaukan mata daripada hari-hari yang biasa. Jack terbangun lebih awal hari ini, dan segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Pagi itu Jack terus tersenyum lebar, dan menyisakan banyak sekali tanda tanya di dalam pikiran sekertaris Jay dan juga nyonya besar Elizabeth.


Sekertaris Jay sudah bangun dari jam 05.00 pagi hari ini untuk menyiapkan mobil yang akan di pakai oleh Jack. Tepat jam 06.00 pagi, Jack keluar dari ruang rawat inap tuan besar John dengan penampilan yang biasa. Jack memakai kaos oblong warna biru gelap dan celana jeans panjang serta sepatu mahal yang menghiasi kakinya. Sekertaris Jay hanya bisa terus terdiam melihat suasana hati tuan muda-nya yang benar-benar baik pagi ini.


Sebenarnya apa yang membuat tuan muda begitu senang pagi ini. Apa jangan-jangan tuan muda benar-benar kepincut lagi dengan Katie. Batin sekertaris Jay heran.


Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, dan Jack sudah berada di jalan raya melajukan mobil yang di setirnya sendiri. Jack mampir ke sebuah restoran yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah sakit miliknya untuk membeli sarapan pagi untuknya, sekertaris andalannya, nyonya besar Elizabeth dan juga Skye beserta kedua adiknya. Setelah 15 menit menunggu pesanan Jack akhirnya siap, Jack langsung membayar pesanannya di kasir dan langsung menenteng sendiri pesanannya.


Kedua tangan Jack penuh dengan bungkusan plastik yang berisi sarapan pagi yang ia beli barusan. Karna Jack kesulitan membuka pintu mobilnya sendiri, Jack meminta bantuan kepada seorang gelandangan yang berada tak jauh dari mobilnya.


"Maaf pak!!! Bisa saya meminta tolong." Ucap Jack sambil sedikit menundukkan badannya di hadapan gelandangan yang sedang duduk manis bersama anjingnya.


"Apa yang bisa saya bantu pak." Jawab gelandangan itu sambil mendongakkan kepalanya dan menatap mata Jack.


"Tolong anda berdiri dan kita akan berjalan ke arah mobilku terparkir, juga saya meminta bantuan kepada anda untuk membuka pintu mobil saya." Ucap Jack dengan sopan dan lemah lembut.


"Baik pak." Ucap gelandangan tersebut sambil berdiri dari tempat duduknya, dan mengikuti langkah kaki Jack menuju sebuah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari tempat mereka bercakap-cakap.


Setelah gelandangan yang di mintai tolong oleh Jack selesai membantu Jack, Jack memberikan sarapannya dan beberapa lembar uang 100 dollar kepada gelandangan tersebut.


"Maaf pak, anda tidak harus memberi saya sebanyak ini." Ucap gelandangan itu seraya mengembalikan semua uang tunai yang Jack berikan kepadanya.


"Tidak apa-apa pak!!! Anggap saja saya bersedekah." Ucap Jack sembari tersenyum manis dan masuk ke dalam mobilnya.


Dari dalam kaca mobilnya Jack melihat gelandangan itu menangis sambil tersenyum lebar sambil memeluk erat makanan yang Jack berikan. Jack memutar mobilnya dengan perlahan dan melihat gelandangan tersebut memberikan lauk ayamnya kepada anjing peliharaannya. Jack tersenyum sangat puas pagi itu, ternyata dia masih bisa melihat seorang manusia yang sangat baik hati dan mempunyai jiwa yang besar.


Itulah kebiasaan tersembunyi Jack, Jack selalu bersedekah kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. Walaupun Jack terkenal dingin, kejam, pendiam, jahat, tegas dan sangat disiplin dalam melakukan hal apapun, di balik itu semua Jack suka berbagi dengan sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Terkadang Jack diam-diam menyumbang di salah satu panti asuhan atau panti jompo dengan meminjam nama pak Goerge, kepala pelayan di mansion mewah nan megah milik orang tua Jack.


Pak Goerge yang mengetahui kebiasan tuan muda-nya, menyimpan rasa kagum yang teramat sangat dalam kepada Jack. Saat pak Goerge memergoki Jack sedang memberikan bantuan di salah satu badan amal di kotanya, Jack dengan cepat meminta pak Goerge untuk tutup menutup mulutnya rapat-rapat.

__ADS_1


Flashback On.


Siang hari itu, pak Goerge sedang membawa baju bekas milik nyonya besar Elizabeth dan tuan besar John untuk di berikan kepada panitia badan amal, yang sedang melakukan penggalangan dana dan kebutuhan pokok bagi orang-orang yang tidak mampu di San Fransisco. Namun pak Goerge kaget, karna melihat tuan muda-nya Jack sedang membagi-bagikan makanan berat, kepada orang-orang yang tidak mampu dan sedang berbaris dengan rapi untuk mendapatkan sebungkus makanan berat dan sebotol minuman.


"Tuan muda." Panggil pak Goerge.


Aduhhh ada pak Goerge lagi di sini, ngapain sih pak Goerge kemari. Gerutu Jack dan hanya menoleh ke arah pak Goerge, sambil terus membagi-bagikan makanan berat dan sebotol air minuman kepada orang-orang yang mengantri di hadapannya. Selesai membagi-bagikan makanan berat dan sebotol air mineral kepada orang-orang yang mebutuhkan, Jack langsung menghampiri pak Goerge.


"Pak George ngapain di sini???" Tanya Jack.


"Saya sedang menyumbangkan baju bekas milik nyonya besar dan tuan besar, tuan muda." Jawab Pak Goerge dengan cepat.


"Tutup mulut pak Goerge rapat-rapat tentang hal ini, aku tidak ingin ada seorang pun yang tau hal ini, juga mamah dan papah. Jika pak Goerge masih sayang dengan nyawa bapak, lebih baik benar-benar menutup mulut pak Goerge." Ancam Jack dengan penuh nada penekanan.


"Baik tuan muda." Jawab pak Goerge.


Flashback off.


Jalanan menuju rumah sakit milik Jack pagi itu cukup ramai, karena sudah ada beberapa wartawan dan reporter yang berjalan menuju ke rumah sakit milik Jack untuk melakukan siaran langsung sebelum acara konferensi pers di mulai. Saat mobil Jack memasuki rumah sakit, Jack benar-benar kesusahan untuk mendapatkan tempat yang bisa ia pakai untuk memarkirkan mobilnya. Karena di depan rumah sakit miliknya sudah sangat penuh mobil wartawan dan reporter dari banyak stasiun TV.


Sial, sudah hampir jam 9 pagi dan aku belum mengantarkan sarapan pagi untuk Skye. Umpat Jack di dalam hati, lalu ia menelpon sekertaris Jay.


Tut... Tut... Tut...


"Iya tuan muda." Jawab sekertaris Jay di ujung telpon.


"Temui aku di parkiran mobil sekarang." Ucap Jack lalu menutup telponnya sepihak.


Mendengar perintah tuan muda-nya, sekertaris Jay langsung bergegas turun untuk menemukan Jack. Setelah menemukan mobil Jack, sekertaris Jay membuka pintu mobil dan Jack langsung memberikan perintah kepada sekertaris Jay.

__ADS_1


"Parkirkan mobilku, dan bawa sarapan pagimu juga punya mamah. Aku langsung ke lantai 6." Perintah Jack.


"Baik tuan." Jawab sekertaris Jay.


Setelah selesai memarkirkan mobil milik tuan muda-nya, sekertaris Jay bergegas kembali ke ruang rawat inap tuan besar John dengan membawa sarapan pagi miliknya dan nyonya besar Elizabeth. Sedangkan Jack melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke ruang rawat inap Joanna di lantai 6, lewat pintu belakang rumah sakit miliknya. Sesampainya di depan pintu kamar rawat inap Joanna, Jack langsung membukanya tanpa mengetuk.


"Jack, ada apa???" Tanya Skye yang kaget ketika melihat Jack langsung masuk begitu saja ke dalam kamar rawat inap Joanna.


"Aku bawakan sarapan pagimu dan juga untuk kedua adikmu, aku takut kamu terlalu lama menunggu ku maka dari itu aku tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, maaf." Ucap Jack sembari mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karna sedikit berlari di tangga darurat menuju ke kamar rawat inap Joanna.


"Astaga Jack!!! Kami baru saja bangun tidur, masuklah." Perintah Skye dengan lembut.


"Aku bisa kembali nanti jika kamu masih ingin beristirahat." Ucap Jack dan tak bergerak dari tempatnya berdiri.


"Tak apa, masuklah." Pinta Skye, lalu Jack masuk dan duduk di sofa kecil yang berada tak jauh dari tempat tidur lipat yang masih di tiduri oleh Casey.


Skye menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, lalu mengikat rambutnya ke atas dengan asal dan membuat punggung lehernya yang putih bersih nan indah terlihat sangat jelas di mata Jack. Jack menelan ludahnya ketika matanya tak berkedip ketika melihat keindahan punggung leher Skye yang putih bersih dan juga indah. Saat Skye membangunkan Casey, Jack baru tersadar dari keterpanaannya karna melihat punggung leher Skye yang sangat menggoda menurut mata Jack.


Casey menggeliat untuk meregangkan otot tubuhnya di atas kasur, lalu ia memaksakan tubuhnya untuk bangkit dari tempat tidur lipat. Dengan perasaan malas, Casey berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan sikat gigi. Sedangkan Skye langsung membereskan tempat tidur lipat dan menjadikannya sofa panjang. Jack hanya diam di tempat duduknya dan memperhatikan setiap gerakan tangan Skye ketika merapikan tempat tidur lipat.


Skye mengetahui bahwa Jack sedang memperhatikannya lewat pantulan cermin yang tergantung di atas tempat tidur lipat yang di tidurinya dengan Casey, ketika ia sedang berdiri tegak melipat selimut yang ia pakai semalam. Sontak saja jantung Skye berdetak kencang dan tak beraturan, Skye berusaha untuk tetap terlihat tenang di hadapan Jack. Casey yang keluar dari dalam kamar mandi setelah mencuci wajahnya dan menyikat giginya, melihat ke arah Skye dengan terheran.


Ada apa dengan kak Skye, bukannya tadi dia baik-baik saja!!! Tapi kenapa sekarang malah keliatan gugup sekali. Fikir Casey.


Melihat sang adik yang sudah selesai membersihkan wajahnya, Skye langsung terburu-buru berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan menyikat giginya juga. Di dalam kamar mandi, Skye memegang dadanya untuk menenangkan detak jantungnya yang terus berdetak kencang dan tak karuan ketika ia mengingat kembali bahwa Jack sedang memperhatikannya.


Ayolah jantung... Tenanglah sedikit!!! Batin Skye sambil terus menekan sedikit dadanya ke arah jantungnya yang masih berdetak dengan kencang dan tak karuan. Sedangkan Casey langsung duduk cantik di sofa, dan di atas meja depan sofa sudah ada sarapan pagi yang telah di siapkan oleh Jack tadi.


Saat detak jantung Skye kembali normal, ia membersihkan wajahnya dan menyikat giginya. Setelah itu ia keluar dari kamar mandi, lalu ia langsung bergabung dengan Casey dan Jack yang sedang menyantap sarapan pagi mereka. Sedangkan Joanna memakan sarapan paginya di atas tempat tidur pesakitannya, karna Joanna masih belum sanggup untuk turun dari tempat tidurnya. Dan akhirnya mereka pun sarapan pagi dengan nikmat bersama di dalam kamar rawat inap Joanna.

__ADS_1


__ADS_2