He'S The KINGS

He'S The KINGS
Sekertaris Jay


__ADS_3

Setelah 6 bulan lamanya Jay menerima arahan langsung dari John, akhirnya mulai terbentuklah karakter sekertaris Jay yang dingin, bengis, kejam, cuek, jutek, garang, sadis, tak kenal takut dan ampun. Dan bahkan Jay juga jago bela diri, sekertaris Jay benar-benar tidak akan segan-segan terhadap setiap musuh dari tuan muda-nya. Dia akan menumpas habis musuh tuan muda-nya dalam sekejap, jika mereka berani mengganggu dan menyinggung tentang keluarga Peterson. Sekertaris Jay benar-benar menjelma menjadi manusia yang lebih bengis ketimbang Jack, wajahnya tidak pernah menampilkan ekspresi apapun. Bisa di bilang sekertaris Jay adalah manusia tanpa rasa, ekspresi wajah, dan bahkan dia lebih dingin daripada Jack. Namun di balik itu semua, sekertaris Jay sangat amat Setia kepada Jack. Dia tidak pernah sekalipun membantah apa yang Jack perintahkan, walaupun itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi manusia biasa, sekertaris Jay tetap menjalankan perintah tersebut. Karna sekertaris Jay percaya jika Jack mempunyai alasan tersendiri di setiap keputusannya.


Setelah Jack menerima warisan dari John dengan sah secara hukum, Jack langsung memerintahkan sekertaris Jay agar membantu nya merombak sistem yang beroperasi di kerajaan bisnis raksasa itu pada hari itu juga. Keesokan harinya, seluruh petinggi dari Peterson Grup dari berbagai perusahaan berkumpul bersama di kantor pusat Peterson Grup, untuk menyambut kedatangan CEO baru mereka yaitu Jack Peterson.


Karna saat ini seluruh kekayaan dan kerajaan bisnis raksasa milik John sudah di serahkan kepada anak semata wayangnya itu, John pindah mengikuti istrinya untuk tinggal di Paris, Prancis. Karna sang istri Elizabeth masih ingin menjadi designer baju dan perhiasan kelas atas di Paris. Elizabeth tidak ingin membebani Jack dengan biaya hidupnya dengan suaminya, maka Elizabeth memutuskan tetap ingin berkarya walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.


Meskipun Elizabeth terlihat selalu dingin dan angkuh di luar rumah, namun watak aslinya sangat lah berbeda. Elizabeth adalah seorang wanita yang sangat amat hangat, perhatian dan baik hati di antara keluarga kecilnya. Sedangkan sifat Jack di dapat dari sang ayah, seiring dengan berjalannya waktu John sedikit menyesal karna Jack anak semata wayangnya itu benar-benar menjiplak sifat dan wataknya.


Sebenarnya Jack adalah seorang pria yang rendah hati juga, buktinya dia mempunyai apartemen rahasia di kawasan pinggiran kota. Apartemen itu dia gunakan untuk tempat Jack mengistirahatkan jiwa, raga dan otaknya di kala lelah dengan urusan perusahaan dan kehidupan.


Baru 3 tahun Jack memimpin perusahaan raksasa Peterson Grup, perusahaan itu sudah menempati peringkat pertama di dalam dunia bisnis di seluruh belahan benua di bumi. Jack berhasil mengembangkan potensi perusahaan nya itu dengan sangat baik, cepat, tepat dan terorganisir.

__ADS_1


"Jay... Malam ini aku ingin pulang ke apartemen saja, sudah 8 bulan aku tidak mengistirahatkan tubuhku." Perintah Jack.


"Baik tuan muda, saya akan mengatur mobil yang biasa tuan muda pakai untuk pulang ke apartemen tuan, dan saya sendiri yang akan mengantar tuan muda untuk pulang ke apartemen tuan." Balas sekertaris Jay tenang.


Saat matahari sudah ingin beranjak pergi, Jay sudah siap dengan mobil yang biasa di pakai Jack untuk pulang ke apartemen nya di pinggiran kota tersebut.


Di dalam mobil.


"Jay, tolong kamu tangani dulu perusahaan selama dua hari kedepan. Aku ingin beristirahat di apartemen ku selama dua hari kedepan." Ucap Jack santai.


"Oh ya Jay... Tolong juga panggil kan pak Goerge untuk pergi ke apartemen ku setelah kamu membantu ku untuk berganti pakaian. Biar dia yang menemaniku selama di apartemen dua hari kedepan." Pinta Jack.

__ADS_1


"Baik tuan muda, sesampainya di apartemen setelah saya menyelesaikan membantu tuan muda berganti pakaian dan sepatu tuan muda. Saya akan langsung memanggil pak Goerge untuk pergi ke apartemen tuan muda."


45 menit kemudian, sampailah Jack dan sekertaris Jay di parkiran apartemen rahasia Jack. Setelah sekertaris Jay yang dingin dan tanpa ekspresi wajah itu membantu Jack berganti sendal rumah dan pakaian, sekertaris Jay dengan cepat mencari hp-nya untuk menghubungi pak Goerge kepala pelayan di rumah Jack.


30 menit menunggu pak Goerge datang dengan membawa makan malam Jack, sekertaris Jay pamit pulang mengundurkan diri kepada tuan muda-nya.


Tok... tok... tok... Sekertaris Jay mengetuk pintu kamar Jack.


"Masuk!" ucap Jack setengah berteriak.


"Maaf tuan, pak Goerge sudah datang tuan muda dan dia membawa makan malam untuk tuan muda. Silahkan keluar kamar untuk makan malam tuan." Pinta sekertaris Jay sembari berdiri di depan pintu kamar Jack.

__ADS_1


"Baik aku akan keluar sebentar lagi... Kau pulang lah ke rumah mu... terimakasih atas kerja keras mu hari ini." Balas Jack tanpa melihat ke arah sekertaris Jay, dan Jack masih berbaring meluruskan pinggangnya yang pegal di atas ranjangnya sambil menutup mata nya.


"Baik tuan muda... Jika sudah tidak ada lagi yang bisa saya bantu, saya pamit mohon undur diri." Balas sekertaris Jay menundukkan kepalanya hormat. Dan Jack hanya memberi isyarat tangan kepada sekertaris Jay untuk keluar dari kamarnya.


__ADS_2