
Saat Jack kembali ke ruang rawat inap tuan besar John, mata sekertaris Jay terpaku karna melihat tuan muda-nya tersenyum ke arah sekertaris Jay. Saat memasuki ruang rawat inap sang ayah, Jack masih teringat dengan jelas ketika Skye mengetikkan nomor telponnya di handphone I-phone keluaran terbaru milik Jack yang seharga ribuan dollar. Sekertaris Jay mengucek-ngucek matanya sendiri, saat melihat Jack memasuki ruang rawat inap tuan besar John dengan tersenyum.
Walaupun senyuman Jack hanya senyuman tipis, namun sekertaris Jay bisa melihatnya dengan jelas sekali di bibir Jack. Sekertaris Jay sangat terheran-heran melihat tuan muda-nya hari ini, karna biasanya Jack bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadap suasana di sekitarnya. Sekertaris Jay yang sudah berpenampilan sangat rapi dengan pakaian kerjanya, melonggarkan dasinya. Karna terheran-heran sampai merasa sedikit sesak nafas sekaligus ngeri melihat perubahan sikap Jack.
Ada apa sebenarnya dengan tuan muda??? Sepertinya tuan muda berubah menjadi laki-laki normal biasa semenjak berkenalan dan bertemu dengan nona Skye. Apa benar tuan muda menyukai nona Skye!!! Tapi rasa-rasanya itu tidak mungkin, karna tuan muda berulang kali mengatakan bahwa tuan muda mengalami trauma hati karna di khianati oleh Katie. Sekertaris Jay membatin, sambil menyiapkan baju kerja Jack. Sedangkan Jack masih mandi air hangat yang berada di dalam ruang rawat inap tuan besar John.
Setelah Jack selesai mandi air hangat, Jack langsung menggunakan baju kerjanya yang telah di siapkan oleh sekertaris Jay. Seusai memakai baju kerjanya, Jack berpamitan kepada nyonya besar Elizabeth, yang masih Setia menggengam tangan sang suami untuk pergi bekerja.
"Mah!!! Jack pergi ke kantor dulu ya mah sama Jay." Pamit Jack. "Telpon saja Jack mah jika terjadi apa-apa pada mamah dan papah." Sambung Jack sembari mengecup lembut pipi nyonya besar Elizabeth dan pipi tuan besar John, yang masih saja tertidur dengan tenang di dalam komanya.
Cepatlah bangun pah!!! Jack benar-benar merindukan papah, sudah hampir 3 hari papah belum memberikan tanda-tanda ingin bangun dari tidur panjang papah. Apa papah tidak merindukan Jack pah??? Batin Jack sambil menahan air matanya dan menatap wajah tuan besar John.
"Hati-hati di jalan sayang ku!!!" Ucap nyonya besar Elizabeth kepada Jack. "Jay... Saya titip Jack ya sama kamu." Ucap nyonya Elizabeth sembari memindahkan sorot matanya ke arah sekertaris Jay.
"Baik nyonya besar!!! Saya pasti akan selalu menjaga tuan muda." Jawab sekertaris Jay sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Ayo Jay kita jalan sekarang!!!" Ajak Jack.
"Baik tuan." Jawab sekertaris Jay, dan langsung membukakan pintu keluar untuk Jack.
45 menit sudah Jack dan sekertaris Jay berada di dalam perjalanan menuju ke kantor pusat Peterson Grup. Sepanjang perjalanan, Jack sesekali tersenyum tipis dan sekertaris Jay mencuri-curi lihat dari pantulan kaca spion mobil. Sekertaris Jay masih bermain dengan fikirannya sendiri, saat melihat tuan muda-nya rajin sekali tersenyum tipis hari ini.
Sepertinya suasana hati tuan muda hari ini sangat bagus, semoga saja tidak akan ada kabar buruk di kantor pusat hari ini. Bisa repot sekali nanti aku jika ada satu hal saja, yang membuat suasana hati tuan muda berubah buruk. Fikir sekertaris Jay sambil terus mencuri-curi pandang lewat pantulan kaca spion mobil.
__ADS_1
"Tuan... Apa tuan muda ingin menghadiri rapat menejemen hari ini???" Tanya sekertaris Jay dengan berhati-hati.
"Baiklah!!! Aku akan hadir di rapat menejemen kantor pusat hari ini, kamu siapkan saja dokumen dan berkas-berkasnya." Perintah Jack.
"Baik tuan muda." Jawab sekertaris Jay cepat.
Tuh kan... Apa ku bilang... Suasana hati tuan muda hari ini berbeda kan dengan hari biasanya... Dan sepertinya hari ini akan menjadi hari yang paling berbeda daripada hari yang biasanya. Sekertaris Jay membatin, padahal biasanya Jack tidak pernah mau mengikuti rapat menejemen di kantor pusat Peterson Grup.
20 menit kemudian, Jack dan sekertaris Jay sampi di kantor pusat Peterson Grup. Dan langsung di sambut oleh beberapa petinggi di kantor pusat miliknya. Rumah sakit Peterson milik Jack, berada cukup jauh dari kantor pusat tempat Jack bekerja. Makanya jika mengendarai mobil dengan kecepatan sedang jarak antara rumah sakit Peterson milik Jack dengan kantor pusat Peterson Grup, memakan waktu sampai 65 menit.
Jack melewati orang-orang yang menyambutnya hari itu begitu saja, dan langsung memasuki lift khusus milik presiden utama Peterson Grup, dan di ikuti oleh sekertaris Jay dari belakang. Saat Jack memasuki ruangan kerjanya, Jack melihat setumpuk dokumen dan berkas-berkas yang sudah tertata dengan rapi nan cantik di atas meja kerjanya.
Sepertinya aku akan lembur hari ini. Fikir Jack dan langsung duduk di atas kursi kebesarannya.
Tok... Tok... Tok...
Sekertaris Jay mengetuk pintu ruang kerja Jack, untuk memberikan dokumen dan berkas rapat menejemen yang telah ia siapkan.
"Masuk." Sahut Jack dari dalam.
"Maaf tuan, ini dokumen dan berkas untuk rapat menejemen hari ini tuan." Ucap sekertaris Jay.
"Hemmm." Jawab Jack sambil menggantungkan tangannya di udara tanpa melihat ke arah sekertaris Jay.
__ADS_1
Jack memeriksa dengan seksama isi dokumen dan berkas-berkas yang di berikan oleh asistennya. Setelah semua di rasa benar oleh Jack, Jack hanya memberikan isyarat tangan kepada sekertaris Jay untuk keluar dari ruangannya.
"Baik tuan, dan rapat akan di mulai setelah jam makan siang tuan muda." Ucap sekertaris Jay setelah melihat isyarat tangan tuan muda-nya.
Dan Jack hanya menjawab. "Hemmm."
"Baik, permisi tuan." Ucap sekertaris Jay lalu menundukkan kepalanya hormat dan langsung keluar dari ruang kerja Jack.
Di dalam ruang kerjanya, Jack tidak bisa fokus bekerja karena ia teringat dengan jelas senyuman manis Skye. beberapa kali Jack menutup matanya dan memijat pelipisnya agar bisa fokus dalam mengerjakan pekerjaannya, sampai pada akhirnya Jack meminta sekertaris Jay untuk membuatkannya kopi. Karna Jack berfikir mungkin dengan ia meminum kopi di oagi menjelang siang itu, ia bisa sedikit lebih fokus pada pekerjaannya dan melupakan senyuman Skye sementara waktu.
Tut... Tut... Tut...
Jack menelpon sekertaris Jay.
"Ia tuan muda, ada perintah apa tuan???" Jawab sekertaris Jay di ujung telpon.
"Buatkan aku kopi!!!" Ucap Jack dengan cepat.
"Baik tuan muda." Jawab sekertaris Jay, lalu Jack menutup telponnya.
Tak perlu menunggu lama, kopi yang di pesan Jack datang. Dan Jack dengan cepat mengesap kopinya agar bisa lebih cepat fokus.
Ayo otakkk... Fokuslahhh!!! Gumam Jack sambil mengusap lembut wajah tampannya.
__ADS_1
Tumben sekali tuan muda minta di buatkan kopi!!! Ahhh sekarang aku sudah sangat yakin, kalau tuan muda mulai bisa melupakan Katie dan berpindah hati ke nona Skye. Fikir sekertaris Jay.