
Saat Jack dan Skye telah sampai di gedung utama komplek rumah sakit Peterson milik Jack, Skye masih masih menggengam tanganku Jack. Dan tanpa Skye sadari, sedari mereka berdua meninggalkan aula gedung B tempat acara konferensi pers yang di adakan oleh Jack berlangsung, Skye sedikit memaksa Jack untuk mengikuti langkah kakinya sambil menggenggam tangan Jack. Jack biasanya sangat enggan dan bahkan sangat amat tidak menyukai jika tubuhnya di sentuh oleh wanita, benar-benar menikmati dan tidak menolak saat Skye menggenggam tangannya dan menyeretnya untuk mengikuti langkah kaki Skye.
Mengapa tubuhku merasa sangat nyaman dan aku juga merasa aku menyukai ketika Skye menggenggam tanganku. Biasanya aku benar-benar merasa sangat risih dan tidak nyaman ketika ada wanita yang menyentuh tubuhku, tapi entah mengapa... Aku merasa seperti tidak ingin dia melepaskan sentuhannya di tubuhku. Apa aku benar-benar sudah mulai menyukai Skye??? Dan apakah yang saat ini aku rasakan dinamakan sebagai mulai jatuh cinta??? Aku benar-benar merasa tidak rela jika Skye melepaskan genggaman tangannya. Batin Jack.
Setelah 10 menit Skye menyeret Jack untuk mengikuti langkahnya, akhirnya mereka sampai di depan pintu lift lantai 1 gedung utama rumah sakit Peterson. Skye masih merasa sedikit kesal dengan apa yang di lakukan Katie terhadapnya, tamparan dari Katie benar-benar meninggalkan bekas yang cukup besar di pipi Skye. Jack yang melihat pipi Skye memerah karna tamparan dari Katie, langsung mengubah langkahnya dan sedikit menyeret Skye dengan halus untuk mengikuti langkahnya.
"Heyyy!!! Kemana kau membawaku pergi???" Ucap Skye dengan nada sedikit kesal.
"Pipi mu sudah memerah, kita cari es batu dulu di ruangan ku." Jawab Jack.
"Tidak perlu, ini tidak apa-apa, tidak akan bengkak juga." Ucap Skye berusaha menolak.
"Skye!!!" Panggil Jack dengan nada sedikit meninggi dan menghentikan langkahnya. "Bisakah kau ikuti saja aku tanpa banyak bertanya???" Ucap Jack, dan Skye hanya terdiam.
Lalu Jack melanjutkan kembali langkahnya menuju ke ruangan pribadi milik Jack, yang berada di lantai satu dan dekat dengan UGD.
Saat mereka telah sampai di dalam ruangan pribadi Jack, Jack langsung mendudukkan tubuh Skye, dan Jack bergegas membuka kulkas yang berada di ruangan pribadi milik Jack. Setelah Jack mendapatkan apa yang ia cari, Jack duduk di sisi Skye dan menempelkan sebungkus es batu di pipi Skye.
Sial, mengapa dia sangat perhatian sekali denganku. Jika ini terus berlanjut, bisa-bisa aku benar-benar akan jatuh cinta padanya. Batin Skye.
"Heyyy, apa yang kau fikirkan??? Apa kau mengagumi ketampanan ku Skye???" Goda Jack dan langsung membuyarkan lamunan Skye.
"Dasar narsis." Jawab Skye lalu sedikit memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
Jack yang melihat bibir seksi Skye sedikit maju, langsung menciumnya tanpa memberitahu Skye terlebih dahulu, lalu membaringkan tubuh Skye di atas sofa yang mereka duduki.
"Jack!!! Apa apa yang ingin lakukan???" Tanya Skye saat bibirnya terlepas dari ciuman Jack. Jack langsung tersadar dan bangkit dari atas tubuh Skye karna mendengar ucapan Skye. Karna Jack telah bangkit dari atas tubuh Skye, Skye langsung duduk dan merapikan gaun yang ia kenakan.
Ada apa sebenarnya dengan diriku ini??? Mengapa aku sangat tidak bisa mengontrol bibir ku untuk tidak menciumnya ketika melihat bibir Skye sedikit monyong begitu. Fikir Jack.
"Memangnya apa salahku jika aku ingin mencium bibir calon istriku???" Balas Jack berusaha menutupi rasa malunya, karna tidak bisa menahan dirinya sendiri.
"Jika ingin menciumku, setidaknya beritahu aku dulu." Jawab Skye dengan polosnya.
"Memangnya sejak kapan berciuman dengan pasangan sendiri membutuhkan sebuah ijin???" Tanya Jack.
"Ya... Sejak kita menjadi pasangan." Jawab Skye.
Saat Jack memegang pipi Skye dengan tangan kanannya, Jack merasa telapak tangannya sedikit basah. Jack langsung melepaskan bibirnya lalu melihat mata Skye yang tertutup dan sesekali meneteskan air mata. Jack benar-benar tidak bisa lagi menahan hasrat yang membara di jiwanya, Jack kembali mencium bibir Skye dan mulai membuka jas-nya. Karna Jack benar-benar sangat menginginkan Skye, Jack melepaskan ciumannya dan menggendong tubuh Skye ala bridal style, Skye yang kaget karna tiba-tiba di gendong oleh Jack langsung membuka matanya dan melihat mengalungkan tangannya di leher Jack agar tidak terjatuh.
Jack membawa tubuh Skye masuk ke kamar tidur yang berada di dalam ruangan pribadi milik Jack. Jack meletakkan tubuh Skye dengan lemah lembut di atas kasur, lalu Jack melepaskan kancing kemejanya satu-persatu. Skye memalingkan wajahnya saat melihat Jack mulai membuka kancing kemejanya.
"Apa kau benar-benar tidak ingin melihat tubuh calon suamimu ini Skye." Ucap Jack.
"Apa kita benar-benar akan melakukan hal ini Jack???" Tanya Skye lirih.
"Kau adalah calon istriku Skye, jika tidak dengan dirimu apa aku harus melakukannya dengan wanita lain???" Ucap Jack.
__ADS_1
"Baiklah... Tapi kumohon lembutlah kepada ku, karna ini adalah yang pertama kalinya untukku." Pinta Skye sambil menatap ke arah mata Jack. Dan Jack hanya menjawab permintaan Skye dengan anggukan kepala.
Mengapa aku mengatakan hal memalukan seperti itu pada Jack, dan kenapa hatiku merasa sangat tidak nyaman ketika Jack mengatakan bahwa dia akan melakukan hal seperti ini dengan wanita lain. Apakah aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan Jack??? Ahhh tapi tidak mungkin, aku setuju menikahi Jack hanya karna aku butuh biaya untuk pengobatan Joanna. Batin Skye.
"Skye, apa kau siap???" Tanya Jack.
"Apa??? Bagaimana kau berbaring di sisiku dan aku tidak mengetahuinya." Ucap Skye kaget karna melihat Jack berbaring di sisinya dan sudah tidak menggunakan apapun.
"Makanya jangan kebiasaan melamun, akhirnya kau tidak memperhatikan apa yang terjadi di sekitarmu." Jawab Jack, lalu memeluk tubuh Skye dan menutup matanya.
"Apa kita tidak melakukannya???" Tanya Skye karna melihat Jack menutup kedua matanya.
"Apa kau menginginkannya???" Jack bertanya kembali pada Skye, lalu membuka matanya.
"Aa... Tidak-tidak. Tidurlah jika kau lelah." Jawab Skye dan Jack kembali menutup matanya.
"Tenanglah... Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah." Ucap Jack sambil menikmati hangatnya tubuh Skye yang berada di dalam pelukannya.
Karna aku akan membuat mu menyerahkan dirimu sendiri kepada ku Skye. Batin Jack.
"Terimakasih." Jawab Skye dan seketika merasa lega karna ucapan Jack.
Jack dan Skye tidur seranjang untuk yang pertama kalinya, mereka mengistirahatkan tubuh dan jiwa mereka yang lelah karna melakukan banyak sekali aktifitas dan kegiatan mereka di hari itu. Saat Skye dan Jack mulai terbang tinggi ke dunia mimpi, sekertaris Jay menghentikan niatnya untuk mencari tuan muda-nya, agar bisa melaporkan tentang perkembangan perangkap yang Jack dan dirinya siapkan. Saat sekertaris Jay melihat jas tuan muda-nya tergeletak di lantai ruangan pribadi milik Jack, saat itu juga sekertaris Jay mengetahui kemana dan apa yang di lakukan oleh tuan muda-nya. Karna tidak ingin mengganggu aktifitas tuan muda-nya, sekertaris Jay kembali ke ruangan rawat inap tuan besar John.
__ADS_1