
Matahari sudah mulai meninggalkan bumi, dan membuat seluruh umat manusia ikut meninggalkan aktifitas mereka untuk beristirahat sejenak. Jack terbangun dari tidurnya, dan melihat Skye masih tertidur dengan tenang. Jack benar-benar merasa tidak ingin bangkit dari sisi Skye, karna ini adalah kali pertama bagi mereka untuk tidur seranjang.
Aku belum pernah merasakan tidur senyaman ini sebelumnya, apa karna Skye berada di sampingku??? Fikir Jack sambil tersenyum manis dan membelai lembut pipi Skye yang merah merona.
"Skye... Skye... Bangunlah." Panggil Jack dengan lembut.
"Emhhh... 5 menit lagi kumohon." Jawab Skye dengan suara serak khas bangun tidur.
"Baiklah kalau begitu." Balas Jack. "Aku pergi mandi dulu ya!!!" Lanjut Jack.
"Emhhh... Pergilah." Jawab Skye dan Jack langsung berdiri lalu berjalan ke kamar mandi untuk mandi air hangat.
Setelah membersihkan tubuhnya, Jack memperhatikan wajah Skye dan duduk di sisi tempat tidur yang berukuran king size miliknya. Jack benar-benar tidak tahu apa sebenarnya yang ada di dalam diri Skye sehingga membuat dirinya begitu tertarik dengan Skye. Dan merasa sangat nyaman ketika berada di sekitar Skye juga tidur di sisi Skye. Jack benar-benar memutar otaknya agar bisa mendapatkan jawaban yang sangat masuk akal baginya, namun sayang sekali Jack benar-benar tidak mengetahui jawaban yang di cari olehnya di dalam kepalanya sendiri. Jack benar-benar tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan, yang pasti saat ini adalah ia menginginkan Skye agar bisa terus berdiri di sisinya dan mencintainya.
Apa benar aku sudah jatuh cinta padamu Skye??? Aku benar-benar tidak tahu tentang apa yang ku rasakan saat ini, yang ku tahu saat ini hanyalah aku benar-benar menginginkan dirimu untuk terus berada di sisiku. Kemanapun kaki berjalan dan tidak perduli apapun yang terjadi baik suka maupun duka, aku sangat menginginkan dirimu selalu berada di sisiku. Batin Jack dan masih menatap ke arah wajah Skye.
"Skye... Apa kau belum ingin bangun sekarang???" Tanya Jack dengan lembut.
"Baiklah aku akan bangun sekarang." Jawab Skye dan langsung menggeliatkan badannya di atas kasur. Lalu Skye bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan air hangat.
Melihat Skye menggeliat seperti itu di atas kasur kembali membangunkan hasrat Jack yang ia tahan sebelum tidur tadi, namun Jack berusaha keras untuk menahan hasratnya karna mengingat perkataannya kepada Skye sebelum tidur. Karna Jack tidak ingin menjadi lebih liar ketika ia membayangkan betapa menggodanya tubuh Skye, Jack mengambil handphone miliknya yang ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidur miliknya.
Tut... Tut... Tut...
"Ada apa tuan muda???" Jawab sekertaris Jay di ujung telpon.
__ADS_1
"Apa kau sudah menerima bagaimana perkembangannya???" Tanya Jack.
"Sudah tuan muda." Jawab sekertaris Jay.
"Baik... Bawakan dokumennya ke ruangan pribadi ku sekarang." Perintah Jack lalu menutup telponnya secara sepihak.
Sesaat setelah Jack menutup pembicaraannya dengan sekertaris Jay, Jack melihat Skye keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai kimono handuk dan rambutnya yang ikat ke atas dengan asal-asalan. Jack menelan ludahnya dan berdiri dari tempat duduknya, jantung Jack langsung berdetak dengan kencang saat melihat penampilan Skye yang baru selesai membersihkan tubuhnya.
"Emhhh... Skye, kau bisa memakai kemejaku dulu untuk kau pakai malam ini." Perintah Jack dengan sedikit gugup.
"Baiklah, terimakasih." Jawab Skye dan sedikit tersenyum kepada Jack.
"Aku akan berada di ruangan sebelah untuk menemui Jay, malam ini kau bisa tidur di sini." Ucap Jack.
"Ok, kembalilah jam 8 malam nanti." Perintah Skye.
"Kita akan pergi makan malam di tempat favorit ku." Ucap Skye.
"Baiklah, aku tidak akan lama." Jawab Jack.
Mengapa rasanya aku sangat senang sekali ketika di ajak Skye makan malam berdua dengannya!!! Ahhh... Pasti aku hanya terlalu banyak berfikir. Fikir Jack.
Setelah Jack berganti pakaian, Jack bergegas keluar dari dalam kamar tidur pribadi miliknya untuk pergi ke ruangan yang berada tepat di sebelah kamar tidur pribadi milik Jack. Di semua ruangan pribadi milik Jack, pasti ada kamar tidur pribadi yang selalu bisa Jack gunakan untuk beristirahat sejenak. Entah itu di kantor pusat, ataupun di ruangan pribadi milik Jack yang berada di rumah sakit Peterson. Ruangan pribadi milik Jack di rumah sakit Peterson biasanya Jack gunakan untuk berkonsultasi dengan dokter Dave Connor, ayah dari sahabat karib Jack yang bernama Daniels Connor.
Karna Daniels masih berusaha keras untuk lulus program studi S3 jurusan kedokteran di universitas paling bergengsi dan sangat terkemuka yaitu universitas Harvard. Daniels masih mengabdikan dirinya di Harvard Medical School untuk bisa lulus dengan baik program studi S3 jurusan kedokteran. Dan setelah Daniels lulus program studi tersebut, Daniels yang akan menggantikan posisi sang ayah Dave sebagai kepala rumah sakit Peterson milik Jack dan juga sebagai dokter pribadi keluarga Peterson. Ayah Daniels yang bernama Dave sudah mengabdikan dirinya untuk bekerja pada keluarga Peterson selama kurang lebih hampir 35 tahun lamanya. Karna umur dokter Dave sudah tak lagi muda, maka dari itu dokter Dave menginginkan sang anak Daniels untuk menggantikan posisinya sebagai dokter pribadi keluarga Peterson. Dan jika kemampuan Daniels yabg di nilai oleh Jack sangatlah memuaskan, Daniels juga akan menggantikan posisi ayahnya sebagai kepala rumah sakit Peterson milik Jack.
__ADS_1
Setelah 10 menit Jack menunggu kedatangan sekertaris Jay di ruangan pribadi miliknya, akhirnya sekertaris Jay datang dengan membawa beberapa amplop coklat di tangannya.
Tok... Tok... Tok...
"Masuklah." Sahut Jack dari dalam ruangan.
"Tuan muda, ini adalah daftar orang-orang yang mulai bertindak sesuai dengan perkiraan kita tuan." Ucap sekertaris Jay tanpa basa-basi dan langsung menyerahkan beberapa amplop coklat di tangannya.
"Hmmmm... Biarkan saja mereka semua bertindak semau mereka terlebih dahulu. Agar mereka semakin jatuh ke dalam perangkap yang telah kita siapkan." Ucap Jack lalu menyeringai kecil.
"Baik tuan muda." Jawab sekertaris Jay.
"Tapi kamu harus tetap mengawasi setiap pergerakan yang mereka lakukan, aku tidak ingin kita kecolongan dalam bentuk apapun." Lanjut Jack dengan nada yang datar.
"Siap tuan muda, semua sudah saya rencanakan dengan sangat terencana tuan." Jawab sekertaris Jay.
"Bagus!!! Lalu ambilkan aku uang cash seribu dollar dan baju ganti wanita untuk Skye." Perintah Jack.
"Baik tuan muda!!! Apa ada lagi yang anda butuhkan tuan muda???" Tanya sekertaris Jay.
"Tidak, kau bisa keluar sekarang." Ucap Jack.
"Baik tuan muda, saya permisi." Jawab sekertaris Jay lalu membungkukkan badannya dan bergegas pergi dari hadapan Jack untuk mengambilkan pesanan Jack.
Jack masih duduk di atas sofa yang berada di dalam ruangan pribadinya, menunggu sekertaris Jay mengantarkan pesanannya. Tak perlu menunggu lama sekertaris Jay datang kembali ke ruangan pribadi milik Jack dan menyerahkan uang cash seribu dollar beserta dengan baju ganti wanita untuk Skye pakai. Sehabis memberikan pesanan Jack, sekertaris Jay keluar dari gedung rumah sakit Peterson milik Jack karna harus membeli makan malam untuk dirinya dan nyonya besar Elizabeth.
__ADS_1
Sedangkan Jack kembali masuk ke kamar tidur pribadi miliknya setelah menyimpan uang cash yang ia minta dari sekertaris Jay di dalam tas kecilnya yang bermerk Gucci. Jack memang selalu membawa uang cash sebanyak seribu dollar kemana-mana, agar ia selalu bisa bersedekah kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuannya. Seperti gelandangan, panitia penggalangan dana untuk orang-orang yang tidak mampu, dll. Jack benar-benar menyukai membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan yang kebetulan berada di sekitarnya, dan Jack juga selalu merahasiakan identitasnya ketika ia memberi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.