He'S The KINGS

He'S The KINGS
Peringatan Dan Pengumuman


__ADS_3

Sekertaris Jay telah selesai mengusir dokter Amanda dari rumah sakit milik tuan muda-nya. Dan sekertaris Jay bergegas kembali kepada tuan muda-nya yang masih menunggu kabar dari sekertaris andalannya. Sedangkan di dalam kamar rawat inap Joanna suasananya berubah menjadi sangat canggung.


Jack sadar bahwa calon istrinya dan calon adik iparnya masih ketakutan karna melihat amarah Jack yang luar biasa. Seakan-akan Jack berubah menjadi malaikat pencabut nyawa. Selama 15 menit Jack, Skye dan Casey berada di dalam suasana yang sangat canggung dan mereka bertiga sama-sama terdiam. Akhirnya sekertaris Jay datang ke ruangan rawat inap VVIP Joanna.


Tok... Tok... Tok...


Sekertaris Jay mengetuk pintu kamar rawat inap VVIP Joanna. Dan Jack segera bangkit dari tempat duduknya, lalu membuka pintu.


"Ahhh ternyata kamu Jay." Ucap Jack, dan berdiri tegak di tengah-tengah pintu kamar rawat inap VVIP Joanna.


"Iya tuan muda, ada apa dengan anda tuan???" Tanya sekertaris Jay dengan terheran-heran karena melihat tingkah laku tuan muda-nya. Karna tuan muda-nya yang membukakan pintu untuknya. Soalnya setahu sekertaris Jay biasanya Jack hanya menyahut dari dalam ruangan saja, dan tidak pernah sekalipun membukakan pintu untuk orang lain sedari tuan muda-nya bersekolah di sekolah yang sama dengannya.


"Emhhh aku tidak apa-apa Jay." Jawab Jack dengan grogi. "Bagaimana dengan wanita licik itu!!! Apa kau sudah mengurusnya???" Tanya Jack berusaha mencairkan suasana.


"Sudah tuan muda." Jawab sekertaris Jay cepat dan masih terheran-heran dengan perubahan perilaku tuan muda-nya.


"Baiklah kalau begitu, ayo temani aku ke ruang CCTV sekarang!!! Ada yang perlu ku lakukan." Pinta Jack.


"Baik tuan muda." Jawab sekertaris Jay.


"Skye, aku akan mengurus sesuatu dengan Jay. Kalian beristirahatlah malam ini, setelah urusan ku dan Jay selesai kami akan langsung kembali ke ruangan papahku." Ucap Jack ijin dengan Skye.


"Baiklah kalau begitu, jangan khawatirkan kami. Kami baik-baik saja, selamat malam Jack." Jawab Skye dengan tenang. Dan Jack langsung pergi dari pintu ruang rawat inap Joanna, setelah menutup pintu ruang rawat inap calon adik iparnya.


Sedangkan Jack langsung melangkahkan kakinya, menjauhi kamar rawat inap Joanna, dan menuju ke ruang CCTV. Lalu Sekertaris Jay hanya diam dan mengikuti langkah kaki tuan muda-nya. Sekertaris Jay menunjukkan jalan menuju ruang CCTV kepada Jack, dan tak sampai berjam-jam sekertaris Jay dan Jack berjalan, mereka sampai di ruang CCTV rumah sakit Peterson.


Di dalam ruangan rawat inap Joanna...


"Ehhh kak... Kakak gak salah tuh milih suami kayak gitu???" Tanya Casey kepada Skye.

__ADS_1


"Apa maksudmu Casey???" Skye bertanya balik pada adiknya.


"Memangnya kakak gak liat apa??? Kalau kak Jack sudah marah itu ngeri banget, udah kayak malaikat maut aja." Jawab Casey.


"Dia marah sampai seperti itu pasti ada alasannya Casey. Gak mungkin kan dia marah-marah gak jelas kayak orang gila." Ucap Skye. "Lagian dia marah sampai seperti itu karna dia membela kita kan???" Sambung Skye.


"Iya sih kak, tapi tetep aja tau nyeremin." Ucap Casey.


"Ahhh sudahlah, gak usah di bahas lagi. Toh udah lewat juga, tidur yuk!!! Kakak ngantuk bin capek berat nih. Angkat gih bokong mu, kakak mau buka sofanya!!!" Perintah Skye. Namun Casey masih tetap duduk di atas sofa.


"Kakak gak di ancam kan sama kak Jack???" Tanya Casey khawatir.


"Memangnya tujuan Jack apa buat ngancem kakak!!! Kan kamu tau kakak gak punya apa-apa." Jawab Skye berusaha menutupi kebenaran dari sang adik.


"Ya iya sih kak, tapi tetep aneh aja tau kak kalau di pikir-pikir." Ucap Casey. "Coba deh kakak pikirin, kenapa kak Jack tiba-tiba ngajakin kakak buat nikah!!! Padahal kan kalian belom pernah pacaran." Sambung Casey.


"Darimana coba kamu tau kalau kakak gak pacaran sama Jack!!!" Ucap Skye.


"Sudahlah gak usah mikir yang aneh-aneh. Ayo tidur yokkk!!! Pinggang kakak udah mau lepas nihhh. Tidur yukkk!!!" Rengek Skye kepada sang adik, karna Skye berusaha menutup pembicaraannya dengan adiknya.


"Yeeee kakak ihhh... Di ajak mikir malah ngajak tidur." Jawab Casey sambil memonyongkan bibirnya lalu bangkit dari sofa yang ia duduki.


Setelah sofa lipat itu telah menjadi kasur yang empuk dan hangat, Skye mengambil selimut dan dua bantal yang di sediakan oleh pihak rumah sakit. Lalu Skye langsung berbaring untuk meluruskan pinggangnya yang terasa sangat pegal, karna sudah seharian penuh Skye tidak ada beristirahat sama sekali.


Sebenarnya urusan apa sih yang mau di urus sama Jack malam-malam begini!!! Dan ngapain juga aku harus mikirin tentang urusan Jack, aku kan belum sah buat jadi istrinya dia. Fikir Skye sambil berbaring di samping Casey.


Tak sampai 15 menit Skye dan Casey berbaring di atas tempat tidur yang berwujud sofa lipat itu, adik kakak itu terbang memasuki dunia mimpi.


Di depan pintu ruangan CCTV...

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


Sekertaris Jay mengetuk pintu ruangan CCTV. Dan petugas keamanan membukakan pintu untuk sekertaris Jay dan Jack.


"Ohhh tuan muda dan sekertaris Jay. Ada apa kok mengunjungi ruang CCTV." Ucap petugas keamanan.


"Maaf mengganggu pak..." Jawab sekertaris Jay, dan pertanyaannya menggantung karna sekertaris Jay tidak mengetahui nama petugas keamanan yang sedang berbicara dengannya.


"Ahhh... Maaf tuan, nama saya Rick Warren tuan." Jawab pak Rick.


"Baiklah pak Rick, tuan muda ingin melakukan sesuatu di dalam ruang CCTV. Apakah boleh???" Ucap sekertaris Jay.


"Ten... Tentu saja boleh, silahkan tuan muda." Jawab pak Rick dan langsung mempersilakan sekertaris Jay dan Jack untuk masuk ke dalam ruang CCTV.


Pak Rick terheran-heran dan menerka-nerka apa yang ingin di lakukan oleh tuan muda Jack dan sekertaris Jay. Setelah Jack dan sekertaris Jay berada di ruang CCTV, Jack langsung bertanya kepada pak Rick. Sedangkan sekertaris Jay hanya diam dan berdiri tegak di belakang tuan muda-nya.


"Pak Rick... Apakah mikrofon yang berada di atas meja itu tersambung dengan semua pengeras suara di rumah sakit ku??? Tanya Jack.


"I... Iya tuan. Mikrofon yang berada di atas meja kerja saya ini terhubung dengan semua pengeras suara yang berada di rumah sakit milik tuan muda." Jawab pak Rick.


"Baiklah kalau begitu pak, tolong di nyalakan. Karna saya ingin membuat peringatan dan pengumuman kepada seluruh manusia yang sedang berada di dalam rumah sakit milik saya pak." Ucap Jack.


"Ba... Baik tuan." Jawab pak Rick dan langsung menyetel mikrofon yang berada di atas meja kerjanya.


Setelah mikrofon siap dan sudah menyala, Jack mendekati mikrofon tersebut dan menghirup nafas panjang. Sekertaris Jay yang melihat Jack tetap saja berusaha diam, walaupun sebenarnya dia juga penasaran apa yang sebenarnya yang ingin di lakukan oleh tuan muda-nya.


"Test... Test... 1 2 3... Selamat malam semua, saya adalah Jack Peterson, pemilik tunggal dari rumah sakit Peterson ini. Pertama-tama, saya meminta maaf jika ada beberapa orang di rumah sakit ini melihat pertunjukan yang kurang menyenangkan malam ini. Di sini saya ingin memberikan peringatan, kepada seluruh staf yang masih ingin bekerja di rumah sakit Peterson. Agar bisa menjaga etikanya dan perilaku, juga tata bahasanya kepada keluarga pasien dan pasien itu sendiri. Jika kalian tidak bisa melakukan itu, maka bersiap-siaplah untuk menjadi dokter Amanda yang selanjutnya. Lalu di sini saya juga ingin mengumumkan bahwa Skye Mikaelson yang sedang berada di ruang VVIP lantai 6 adalah, calon istri saya. Saya harap kalian semua tanpa terkecuali menghormati dan menghargai Skye Mikaelson beserta adik-adiknya seperti kalian menghormati dan menghargai saya. Terimakasih untuk mendengarkan peringatan dan pengumuman dari saya, saya ucapkan selamat malam semua, dan selamat beristirahat. Ingat peringatan saya tadi untuk seluruh staf yang masih ingin bekerja di rumah sakit Peterson." Ucap Jack dan mematikan mikrofon yang telah ia pakai.


"Jay... Aku sudah selesai, mari kita kembali ke kamar papah. Pak Rick, saya permisi." Sambung Jack.

__ADS_1


"I... Iya tuan muda, silahkan." Jawab pak Rick ketakutan lalu dengan cepat dan sigap membukakan pintu untuk Jack dan sekertaris Jay.


Ternyata menyampaikan peringatan dan pengumuman, urusan yang di maksud oleh tuan muda tadi. Batin sekertaris Jay sambil terus mengikuti langkah kaki Jack, dan menutup mulutnya rapat-rapat.


__ADS_2