He'S The KINGS

He'S The KINGS
Enyahlah Dari Hadapanku


__ADS_3

Masih di dalam lift yang di tumpangi oleh tuan muda Jack dan dokter Amanda. Sedangkan dokter Amanda masih berakting dan membelakangi Jack, tanpa ia sadari ada seorang office boy yang masuk ke dalam lift yang di tumpanginya bersama dengan tuan muda Jack. Saat pintu lift kembali terbuka di lantai 1, tuan muda Jack bergegas untuk keluar dari lift tersebut dan tinggallah dokter Amanda bersama sang office boy.


Lalu tiba-tiba...


Brukkk... Dokter Amanda sengaja menjatuhkan tubuhnya yang sexy ke arah tuan muda Jack berdiri. Namun sayang sekali, bukan tuan muda Jack yang menangkap tubuh sexy dokter Amanda. Melainkan office boy yang tidak di sadari kehadirannya oleh dokter Amanda, karena ia fokus dengan aktingnya


"Dokter tidak apa-apa???" Ucap sang office boy.


Menyadari ada yang salah, dokter Amanda langsung membuka matanya dan berdiri tegak. Lalu bergegas pergi meninggalkan lift yang terbuka lebar, dengan perasaan malu semalu-malunya.


Sialll... Lagi-lagi aku gagal menarik perhatian tuan muda Jack. Dan bisa-bisanya sih aku mendarat di tubuh office boy yang bau itu. Batin dokter Amanda sambil berjalan dengan cepat memasuki ruang UGD. Karna dokter Amanda sangat malu telah di lihat banyak sekali orang-orang yang berada di lantai 1.


Jack sempat melihat kebelakang kelakuan dokter Amanda, lalu Jack tersenyum licik dan melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kantin rumah sakit miliknya. Sesampainya di kantin rumah sakit, Jack langsung mendatangi salah satu warung makan yang berada di kantin rumah sakit. Jack membaca menu makanan dan minuman yang tertempel di tembok samping etalase makanan warung makan tersebut. Setelah memutuskan apa yang ingin di belinya Jack memanggil pemilik warung makan tersebut.


"Permisi buuu!!!" Panggil Jack.


"Ia tuan mau pesan apa???" jawab ramah sang pemilik warung makan.


"Saya mau pesan nasi goreng 5 bungkus ya bu, lalu 2 es teh manis, satu teh hangat manis, 2 es jeruk manis sedikit ya bu. Lalu tolong bungkuskan 2 parcel buah-buahan ya buk." Ucap Jack.


"Baik tuan silahkan duduk dulu tuan, mungkin 20 menitan semua sudah siap." Jawab pemilik warung makan yang di datangi oleh Jack. Dan hanya di jawab senyuman.


Setelah Jack menunggu selama 20 menit, akhirnya semua pesanan Jack siap. Dan Jack segera membayar di kasir, lalu bergegas menuju ke kamar rawat inap VVIP Joanna. Setelah berada di dalam lift selama beberapa menit, Jack sampai di lantai kamar rawat inap Joanna.


Tok... Tok... Tok...


Jack mengetuk pintu masuk kamar rawat inap Joanna. Dan Casey segera membukakan pintu untuk Jack masuk.


"Aku belikan kalian nasi goreng, es teh manis dan sedikit buah-buahan. ku harap kalian menyukainya." Ucap Jack sambil menyusun makanan di atas meja.


"Ini terlalu banyak Jack, bagaimana nanti jika tidak habis di makan, kan sayang kalau di buang." Ucap Skye.


"Sudahlah makan saja... Habiskan kalau perlu, biar badan mu dan adikmu sedikit berisi." Ucap Jack. "Kan masih ada Casey yang bisa membantu mu menghabiskan semua makanannya. Ya kan Casey... Kau akan membantu kakakmu menghabiskannya bukan???" Sambung Jack, dan Casey hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Tanpa mengejek tuan muda Jack.


"Tapi kami benar-benar tidak bisa menghabiskannya Jack." Rengek Skye.


"Ya sudah berikan saja kepada cleaning service kalau begitu. Aku akan makan malam bersama dengan mamahku dan sekertaris ku di lantai atas. Setelah makan malam, aku akan kembali menengok kalian bersama sekertaris andalanku." Ucap Jack lalu meninggalkan Skye dan Casey di kamar rawat inap Joanna.


"Cieee... Cieee... Kak Skye jatuh cinta ni yeeee!!!" Goda Casey kepada sang kakak.


"Apaan sih!!! Sudah yukkk makan dulu, udah drumband nih cacing di perut kakak." Jawab Skye berusaha mengalihkan pembicaraan sang adik yang menggodanya.


Akhirnya Skye dan Casey memakan makanan dari Jack dengan lahap. Tak sampai 15 menit makanan itu langsung habis tak bersisa. Lalu ketika Skye membereskan sisa sampah makanannya dan adiknya. Terdengar suara ketukan di pintu masuk kamar Joanna, sontak Casey langsung membuka pintu dan menanyakan keperluan dokter wanita dan seorang perawat pria.

__ADS_1


"Maaf... Ada perlu apa ya malam-malam begini???" Ucap Casey dengan sopan.


"Saya hanya ingin memeriksa kondisi pasien atas nama Joanna Mikaelson." Jawab dokter wanita tersebut.


"Baiklah kalau begitu, silahkan masuk." Balas Casey sambil mempersilakan dokter wanita itu dan sang perawat pria masuk ke dalam kamar rawat inap Joanna.


Skye yang masih sibuk membersihkan meja bekas makanannya dan Casey, sedikit kaget. Ketika melihat dokter Amanda dan seorang perawat pria sedang melakukan pemeriksaan kondisi tubuh dan kaki Joanna.


Karna tanpa Skye ketahui dokter Amanda adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang cukup handal di rumah sakit milik calon suaminya. Jadi ketika ada pasien yang mengalami patah tulang parah seperti Joanna, atau penyakit dalam lainnya. Maka pihak rumah sakit akan mengirimkan dokter Amanda untuk memeriksa kondisi pasien tersebut.


Setelah 10 menit dokter Amanda memeriksa kondisi dan kaki Joanna, dokter Amanda membisikkan sesuatu kepada sang perawat pria. Sang perawat pria terlihat menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan keluar dari ruangan rawat inap VVIP Joanna. Dokter Amanda berjalan di belakang perawat pria tersebut, akan tetapi langkah kakinya terhenti ketika ia sudah berada di depan Skye yang sedang berdiri di balik meja bersama dengan Casey.


"Sekarang hanya tinggal kita saja gadis kampung." Ucap dokter Amanda mengejek. "Katakan kepada ku bagaimana bisa kau mendapatkan perhatian tuan muda Jack???" Sambung dokter Amanda dengan nada menghina.


Dan tentu saja, ketiga wanita yang berada di dalam ruangan itu tidak sadar bahwa Jack sudah berada di depan pintu masuk ruang rawat inap Joanna, bersama dengan sekertaris Jay. Jack mengurungkan niatnya untuk langsung mengetuk pintu masuk kamar rawat inap Joanna karna mendengar dokter Amanda sedang menghina Skye. Jack ingin melihat bagaimana cara Skye membela dirinya ketika ia sedang tidak bersama-sama dengan dirinya.


"Ayolah... Katakan padaku, trik apa yang kau mainkan hingga membuat tuan muda Jack sungguh sangat perhatian dengan mu!!!" Ucap dokter Amanda.


"Maaf dokter yang terhormat, saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan." Jawab Skye dengan tenang sambil memegang erat tangan Casey.


Ishhh kakak nie... Coba lepas aja nah tangan ku. Biar ku garuk tuh mulut dokter gila!!! Gerutu Casey sambil terus berusaha melepaskan genggaman tangan kakaknya.


"Sudahlah... Jangan basa basi lagi, apa kau malu dengan adik kecilmu hah???" Kata dokter Amanda semakin menjadi-jadi. "Apa orang tua mu tidak mengajarkan mu untuk tidak mengganggu milik orang lain." Ucap dokter Amanda dengan tegas dan mengejek.


"Memangnya kenapa??? Menurut ku jika anaknya saja murahan, pasti orang tua nya akan lebih murahan." Jawab dokter Amanda menantang.


"Heyyy dokter gilaaa... Jaga ucapan mu!!! Belum pernah di garuk yah tu mulut!!!" Ucap Casey dengan suara yang agak meninggi.


"Lihatkan, adik kecilnya saja seperti tidak berpendidikan seperti ini. Apalagi kakaknya!!!" Balas dokter Amanda yang masih mengejek dengan tenang.


"Maaf dokter yang terhormat, jangan samakan aku dengan dirimu." Jawab Skye berusaha tetap tenang.


"Apa maksud ucapanmu hah???" Tanya dokter Amanda mulai panik.


"Aku tau, ketika aku bersama dengan calon suamiku berjalan di lorong rumah sakit ini. Kau berpura-pura tersandung kan agar calon suamiku mau menangkap tubuhmu yang Indah itu!!!" Jawab Skye.


"Itu semua tidak benar... Dasar gadis kampungan!!!" Suara dokter Amanda menghina semakin meninggi kala mulai terpojok oleh Skye.


Seketika itu juga kuping Jack memerah, dan amarah Jack sudah tidak bisa ia bendung lagi. Jack langsung mengetuk pintu masuk kamar rawat inap Joanna dan ingin segera masuk ke ruangan itu. Dokter Amanda melihat jelas jam tangan milik Jack yang menggantung di tangan kanan Jack. Dan dokter Amanda langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai, hingga kepalanya berdarah karna terbentur dengan meja.


Mata Jack terbelalak lebar melihat wanita licik itu masih ingin berakting, dan Jack masih ingin melihatnya untuk berakting...


"Nona, jika anda tidak menyukaiku tolong jangan kasar padaku!!! Memangnya apa salahku kepada mu nona." Ucap dokter Amanda dengan berderai air mata palsu, dan sikapnya berubah drastis 180 derajat. Lalu Jack hanya mematung melihat akting dokter Amanda.

__ADS_1


"Heyyy wanita tidak waras.... Kakakku saja tidak ada menyentuhmu seujung kuku pun. Apa kau ini gila ya???" Bentak Casey.


"Tuan muda, tolonglah aku... Aku ini korban di sini!!!" Dokter Amanda memohon kepada Jack yang berdiri di belakangnya.


Jack langsung mendekati dokter Amanda, dan memapahnya untuk berdiri. Sambil tangan kanan dokter Amanda masih memegangi keningnya yang berdarah karena dengan sengaja ia benturkan ke meja.


"Apa anda masih bisa berdiri dan berjalan dokter Amanda???" Tanya Jack dengan lembut.


"Bisa.... Saya masih bisa berdiri dan berjalan tuan muda." Jawab dokter Amanda dengan nada penuh kemenangan, dan melirik ke arah Skye lalu tersenyum licik kepada Casey.


"Baiklah kalau begitu, silahkan dokter Amanda berjalan ke HRD. Dan meminta gaji terakhir dokter Amanda." Ucap Jack dengan tenang.


"Maksud anda tuan muda???" Tanya dokter Amanda dengan bingung.


"Maksudku... ENYAH KAU DARI HADAPAN KU DAN CALON ISTRIKU. LALU JANGAN PERNAH KAU MENGINJAKKAN KAKI-MU DI RUMAH SAKIT MILIKKU INI." Jawab Jack dengan dingin dan tegas lalu tatapan matanya sangat menyeramkan dan tentu saja ketika Jack mengatakan enyah dari hadapannya, Jack mengatakannya dengan nada yang tinggi. Hingga Skye dan Casey tersentak kaget ketika mendengar nada tinggi dari seorang tuan muda Jack.


Lutut dokter Amanda langsung lemas, dan dokter Amanda bersujud di kaki Jack. Memohon agar tuan muda Jack tidak memecat dirinya....


"Ampuni saya tuan muda... Ampuni kebodohan saya!!!" Mohon dokter Amanda sambil bersujud di kaki Jack. Namun tetap saja tidak di hiraukan oleh Jack, dan Jack malah memanggil sekertaris Jay yang menunggu di luar pintu masuk kamar rawat inap Joanna.


"Jay." Panggil Jack.


"Iya tuan muda." Jawab sekertaris Jay sambil masuk ke dalam kamar rawat inap Joanna kaena mendengar namanya di panggil oleh tuan muda-nya.


"Seret wanita ini keluar dari rumah sakit-ku. Aku tidak ingin dia merusak citra rumah sakit milik ku ini." Perintah tuan muda Jack dengan dingin dan tegas.


"Baik tuan muda." Jawab sekertaris Jay, dan langsung memegang lengan dokter Amanda. Untuk menyeretnya keluar dari kamar rawat inap Joanna.


"Tuan muda tolong... Ampuni saya tuan muda.... Saya mohon..." Tangis dokter Amanda semakin menjadi-jadi.


"Bekap mulutnya Jay!!! Aku tidak ingin pasien lain terganggu." Perintah tuan muda Jack dengan nada dingin seperti manusia yang tak mempunyai rasa iba atau empati sedikitpun.


Apa benar yang di hadapan ku ini laki-laki yang selalu bersikap lemah lembut terhadap ku dan adik-adikku!!! Batin Skye tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Sedangkan Casey hanya berlindung di belakang tubuh Skye. Karna ketakutan yang mulai menjalar di tubuhnya ketika melihat tuan muda Jack sedang marah.


Astagaaaa... Serem banget kalo kak Jack lagi marah!!! Fikir Casey.


Di luar ruangan Joanna, sekertaris Jay membekap mulut dokter Amanda agar tidak berteriak-teriak. Dan tetap menyeretnya sampai ke depan pintu masuk utama rumah sakit Peterson milik Jack Peterson. Orang-orang yang berada di sekitar pintu masuk hanya bisa melihat dan berbisik-bisik. Mereka menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada dokter Amanda.


Karna selama ini dokter Amanda terkenal baik hati, cantik, polos dan lugu, juga sangat handal di bidangnya.


"Pergi dan jangan pernah kau tampakkan lagi wajah mu atau Batang hidung mu di negara ini lagi. Jika kau masih sayang dengan nyawamu." Ancam sekertaris Jay. Lalu berpaling meninggalkan dokter Amanda terduduk di tengah jalan pintu masuk rumah sakit milik Jack Peterson.

__ADS_1


Melihat sekertaris Jay langsung berpaling dan pergi meninggalkannya begitu saja, membuat dokter Amanda bersumpah. Bahwa ia akan kembali lagi dan akan menghancurkan Skye, karna menurut dokter Amanda. Gara-gara Skye Mikaelson sekarang hidupnya menjadi berantakan tak karuan. Bahkan karir yang ia bangun selama bertahun-tahun ini runtuh dalam hitungan jam.


__ADS_2