
Dengan terpaksa Daisy mengajak bodyguardnya untuk pergi dengan sebuah syarat, jika dia tidak boleh melapor jika saat ini Daisy sedang ingin bertemu dengan seseorang. Jika bodyguardnya berani mengadu kepada suaminya, Daisy tidak segan akan memecatnya.
Tiga puluh menit Daisy telah sampai sebuah taman beramain yang cukup ramai dikunjungi oleh anak-anak dan orang dewasa. Selain tempatnya yang sejuk, taman itu juga terdapat berbagai macam permintaan anak.
"Anda ingin bertemu dengan siapa Nyonya? Mengapa membuat janji di tempat seperti ini? Ini adalah tempat khusus anak-anak. Apakah Anda ingin bertemu dengan Nona Rinjani?" tanya James—Bodyguard yang mengawasi Daisy.
"Sudah kubilang, kamu diam saja. Jika kamu masih banyak bertanya aku tidak akan segan-segan untuk memecatmu!" ancam Daisy.
"Baik, Nyonya, maafkan saya," sesal James.
Karena yang ditunggu belum datang Daisy mencoba untuk menghubungi Hazel. Ia akan meminta tolong pada putranya untuk berjaga-jaga ketika nanti disidang oleh suaminya.
Baru apa saja yang mematikan ponselnya ekor mata Daisy seorang bocah yang sedang berjalan ke arahnya. Siapa lagi jika bukan Shereena dan juga Arshen. Bibirnya tersenyum lebar. Karena tak ingin James melihat dengan siapa Daisy bertemu, ia langsung menyuruh James untuk membeli nasi bungkus yang ada disimpang depan. Tanpa rasa curiga, James pun langsung pergi untuk membelikan pesanan Nyonya besar.
"Ingat, jangan pakai lama!" ancam Daisy pura-pura.
"Baik Nyonya. Anda tenang saja saya tidak akan lama," ujar James.
Setelah James berlalu, Daisy bisa bernafas dengan lega. Saat itu juga langkah Shereena sudah sampai di depan Mommy.
"Sorry Momm, telat," ucapannya.
"Gak apa-apa." kata Daisy dengan mata yang terfokus pada Arshen, bocah yang memiliki wajah hampir mirip dengan Arga.
"Oh iya, salam dulu sama Grandma," ujar Shereena pada Arshen.
Mata Arshen terus menatap Daisy tanpa berkedip. Arshen tidak pernah menyangka jika dirinya masih mempunyai seorang nenek. Karena selama ini ya ia tahu dirinya hanya memiliki seorang ibu saja. Namun, setelah ia pindah ke Indonesia, satu persatu muncul. Pertama adalah Daddy-nya, kedua adalah Grandma. Apakah setelah ini akan muncul Grandpa? Arga hanya bisa membatin tebakan.
"Arshen! Kok malah diam, sih! Ayo salam Grandma!" titah Shereena yang langsung membuat Arshen tersentak.
"Halo Grnadma, Im Arshen. Nice to meet you," ucap Arshen dengan tangan yang saat ini sedang bia cium.
"Kamu lucu sekali sih, Nak. Bolehkah Grandma memelukmu?" Daisy mencoba untuk menahan matanya yang telah terasa panas agar tidak meleleh.
"No! Kata Mommy, Arshen gak boleh berpelukan dengan sembarang orang. Nanti kalau Arshen terkontaminasi virus bagaimana? Siapa yang susah? Pasti Mommy Arshen yang akan susah," tolak Arshen.
__ADS_1
"Tapi Grandma bukan orang asing. Grandma keluarga Arshen," ucap Daisy yang masih belum berhasil juga untuk memeluk Arshen.
Mata Arshen masih terus menatap kearah wanita yang mengaku keluarga itu.
"Jika Grnadma adalah keluarga Arshen, mengapa Grandma tak pernah menunjukkan wajah didepan kami? Apakah Grandma tidak sayang kami?"
Rasanya percuma saja jika Daisy membendung air mata yang hendak tumpah. Ucap Arshen begitu menusuk hatinya. Rasanya ia tak pantas disebut Grandma, yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk putrinya.
"Sayang, nggak boleh bertanya seperti itu. Grandma itu sayang sama kita, tapi karena jarak Indonesia dengan Jerman itu jauh, jadi Grandma gak bisa menjenguk kita, Sayang. Kalau Grandma nggak sayang sama kita, mana mungkin Grandma mau menemui kita," jelas Shereena.
"Benarkah?" Arshen masih mengernyit
Kepala Shereena mengangguk dengan pelan. "Iya. Karena saat ini Grandma bisa yang bertemu dengan Arshen, Grandma ini memeluk Arshen. Dia adalah Mommy-nya Momy,lho. Pasti Grandma akan sangat bersedih saat tak memeluk Arshen." Shereena masih berusaha membujuk anaknya agar mau dipeluk oleh Mommy-nya.
Karena Arshen tsk ingin membuat Grandma-nya bersedih, ia pun langsung memeluk tubuh Daisy yang sedang duduk di sebuah bangku taman.
"Do not be sad, Grandma. Maafkan Arshen yang telah membuat Grandma bersedih," ucap Arshen dengan pasrah.
Karena Daisy sudah menyusun sebuah rencana, akhirnya ia bisa bebas dari pantauan James dan langsung mengajak Shereena meninggalkan taman tersebut sebelum James datang.
🌸🌸
Berjalan anggun melewati lorong yang sepi hanya membuat derap langkah sepatunya terdengar nyaring. Dia adalah Alexa, tunangan Arga yang selamat ulang tahun telah digantungkan. Setiap kali Alexa memaksa Arga untuk membawa hubungan mereka kedalam jenjangpernikahan, Arga selalu menolak dengan alasan belum siap. Namun, siapa yang menyangka jika dalam waktu 6 tahun ini ternyata Arga sedang menunggu kedatangan wanita lain sehingga tak berikut untuk menyukai Alexa.
"Lihat, sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Dirgantara."
Alexa menarik tipis garis bibirnya, seolah dia telah berhasil untuk mendapatkan Arga.
"Maaf Nona, Anda dilarang masuk!" cegah Livia—sekertaris Arga.
Alexa mengernyit. Ini adalah kesekian kalinya dia tidak diizinkan untuk masuk ke dalam ruang kerja Arga, padahal dengan jelas statusnya adalah tunangan Arga. "Kamu tahu siapa aku?" tanyanya pada Livia.
Livia hanya menunduk. Ia tak berani untuk menatap kearah Alexa.
"Aku ini tunangan Arga yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Awas atau kamu akan aku pecat!" ancam Alexa kepada Livia.
__ADS_1
Meskipun merasa takut, tetapi Livia masih bersikukuh pada larangannya yang tidak mengizinkan dirinya untuk masuk kedalam ruang kerja Arga. Namun, karena saat ini Livia sedang bekerja dalam naungan Arga, ia tidak takut dengan ancaman dari Alexa.
"Tapi ini adalah perintah dari Tuan Arga. Lebih baik Anda menunggu di ruang tunggu jika tidak ingin Tuan Arga marah."
Mata Alexa langsung mendelik saat Livia berani untuk menasehati dirinya. "Kamu sudah berani melawanku? Baiklah, bersiaplah karena saat ini aku akan memecatmu!"
Baru saja Alexa ingin menelepon seseorang, Arga telah muncul dibelakang Alexa. "Ini adalah kantor dan perusahaank. Apapun yang terjadi disini atas izin dariku. Selain aku, tak ada yang bisa berkuasa, sekalipun itu adalah ayahku, karena ini adalah murni hasil keringatku sendiri. Jadi, kamu ingin mengadu pada siapa, Alexa?" tanya Arga yang membuat Alexa tersentak.
"Arga," lirih Alexa.
"Jangan karena status kita tunangan, kamu bisa bebas mengatur karyawan di kantor ini, Lexa!" tegur Argq dingin.
"Ga, aku hanya menakutinya saja. Aku hanya bercanda," terang Alexa dengan gugup.
"Sudahlah, aku malas berdebat denganmu. Bahkan melihatmu saja aku tidak selera," ketus Arga.
Alexa berusaha untuk menahan amarahnya agar tidak terpancing untuk menanggapi ucapan Arga. Ia hanya membuang nafas beratnya.
"Ga, kita harus bicara!" kata Alexa saat Arga hendak meninggalkannya.
"Jika kamu hanya ingin membahas tentang kapan kita menikah, sorry Xa, aku tidak tertarik. Bukankah jauh sebelum kita bertunangan sudah pernah ku katakan jika aku tidak akan pernah untuk menikahimu? Lalu untuk apa kamu menuntutku?"
"Ga, kamu tega ya! Aku sudah bertahan selama 6 tahun untuk menjadi tunanganmu. Apa jadinya jika kita tidak menikah, Ga? Orang tua kita akan menanggung malu, Ga!" kata Alexa dengan dada yang sudah naik turun.
"Itu bukan urusanku. Bukankan saat itu aku sudah pernah ingin memutuskan hubungan ini? Tapi kamu dan keluargamu memohon padaku agar aku tidak mengakhirinya. Kalian tahu tidak, sejak awal aku tidak setuju dengan pertunangan ini, tetapi kalian terus memaksaku, hingga akhirnya aku memilih untuk mengalah. Xa, perlu kamu tahu, aku tidak cinta denganmu!" ujar Arga panjang lebar sambil mengeluarkan unek-unek dalam hatinya.
Alexa hanya tersenyum tipis kearah Arga. "SekarangKamu sudah berani untuk berbicara. Apakah wanita itu sudah kembali?" tanya Alexa dengan alis yang menaut.
Arga yang mendengar langsung mendelik kearah Alexa. "Bukan urusanmu!" ketusnya.
"Tentu saja itu akan menjadi urusanku, Ga! Aku tidak akan pernah setuju kamu bahagia bersama dengan wanita itu, tidsk akan pernah!" teriak Alexa dengan emosi yang sudah tidak bisa terkontrol lagi.
"Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka tak akan ada satupun wanita yang bis memilikimu. Ingat itu!" Kecam Alexa yang kemudian berlalu meninggalkan Arga.
...🌸🌸...
__ADS_1
...Semoga Kalian Tidak Bosan dengan cerita receh ini 😌...