
Shereena mencoba untuk tetap kuat dan tak membiarkan air matanya tumpah lagi dihadapan Daddy-nya. Bukan karena Shereena tak peduli, tetapi ia hanya ingin membuktikan jika saat ini dirinya adalah anak yang kuat.
"Baiklah jika itu memang keinginan Daddy, Reena tidak apa-apa. Sekalipun Daddy tidak menganggap Reena anak Daddy lagi, tetapi Reena masih sayang Daddy dan selamanya Daddy adalah Daddy Reena. Kedatangan Reena kesini hanya ingin mengatakan jika besok Reena akan menikah dengan Kak Arga. Karena Daddy sudah tidak menganggap Reena sebagai anak Daddy, maka tak perlu lagi Reena meminta restu dari Anda Tuan Excel," tegas Shereena dengan mata yang memerah untuk menahan air mata yang sudah hendak tumpah.
"Saya akui saya salah telah melakukan perbuatan yang tidak semestinya saya lakukan kepada Shereena, tetapi semua telah berlalu dan saat ini ada anak yang tak berdosa sedang membutuhkan peran kami berdua. Sekalipun Anda tidak setuju, saya akan tetap menikahi Shereena karena sudah cukup dia berjuang sendirian dalam waktu 6 tahun terakhir ini. Saya juga sudah memikirkan dengan matang konsekuensi apa yang akan saya terima nanti. Karena saat Anda tidak mengakui lagi Shereena sebagai anak Anda, saya rasa tidak perlu juga saya meminta restu kepada Anda," sahut Arga dengan tegas.
__ADS_1
"Reen, ayo pergi! Tak ada gunanya kita berlama-lama di tempat ini," lanjut Arga sambil menggandeng tangan Shereena untuk meninggalkan ruang kerja Excel.
Tak ada penolakan, Shereena menurut dengan ucapan Arga untuk meninggalkan ruang kerja Daddy tanpa ingin berpamitan padanya. Meskipun Shereena memang bersalah, tetapi hatinya terlalu berdenyut saat sang Daddy mengatakan jika sekarang dia bukan anak Daddy-nya lagi. Sebegitu hina dirinya di mata sang Daddy?
"Sudah jangan menangis! Aku yakin dia tidak berbicara serius karena aku yakin dia sangat menyayangimu, hanya saja dia masih kecewa," hibur Arga saat keduanya berada didalam lift.
__ADS_1
Cinta memang butuh perjuangan dan pengorbanan. Setelah Shereena berjuang dan berkorban seorang diri, tidak mungkin Arga akan diam saja, meskipun cinta mereka tidak mendapatkan restu. Sebagai seorang pria yang bertanggung jawab, Arga harus memberikan keadilan untuk Shereena. Dia telah menciptakan Arshen dan membuat Shereena di buang oleh keluarga, maka selain menikahinya, Arga harus menyatukan Shereena dengan Daddy-nya. Tidak mungkin hati seseorang tidak akan luluh pada ketulusan. Kali ini Arga sudah bertekad untuk menyatukan ayah dan anak yang sudah lama tak bersatu.
"Kamu tenang aja, Reen dan fokus pada pernikahan kita, aku yakin Daddy kamu pasti datang untuk memberikan restunya pada kita, hanya saja Daddy kamu terlalu gengsi untuk mengakuinya. Sudah jangan menangis!" Arga langsung mengusap jejak air mata yang membasahi pipi Shereena.
Setelah kepergian Shereena, Excel masih menatap nanar pintu keluar. Pertemuan pertama pada putri semata wayangnya seakan mengiris hatinya, terlebih saat anaknya mengatakan jika dia ingin menikah dengan pria yang telah merenggut harga dirinya sebagai seorang wanita, meskipun mereka melakukan dengan rasa saling suka. Tetap saja hubungan mereka telah salah.
__ADS_1
"Ternyata dia sudah menjelma menjadi wanita yang kuat, dia bukan anak manja lagi," lirih Excel sambil mengusap matanya yang terasa panas.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Selamanya kamu akan tetap menjadi anak Daddy. Maafkan atas keegoisan Daddy, Reen. Apapun yang kamu lakukan, Daddy akan mendukungmu dari kejauhan. Daddy hanya bisa melihatmu dari jauh, Reen."