
Dengan rasa kecewa, Shereena tetap melakukan pernikahan dengan Arga, sekalipun tanpa kehadiran orang tua dan keluarganya. Ucapan sang Daddy-nya masih terngiang-ngiang dalam ingatannya, jika saat ini Shereena bukan sudah tak dianggap anak oleh Daddy-nya.
"Hari ini kamu terlihat sangat cantik, Reen," ujar bunda Vie saat melihat calon menantunya telah siap untuk keluar dari kamar rias.
Shereena hanya bisa tersenyum kecil saat mendapatkan pujian kecil dari calon ibu mertuanya.
"Sudahlah Vie, jangan menggoda calon pengantin. Nanti make up-nya luntur karena keringat dingin," timpal Dirga.
"Oh iya juga ya. Tapi, ngomong-ngomong Arga mana ya? Kok gak kelihatan. Kan sebentar lagi acara akan dimulai. Reen, dimana Arga?" Mata Vie celingukan ke seluruh ruangan untuk menemukan keberadaan anaknya.
Seketika Shereena baru mengingat jika beberapa menit yang lalu Arga mengatakan ingin mengambil sesuatu yang tertinggal di dalam mobil. Namun, nyatanya nyatanya sampai saat ini dia belum juga kembali.
"Tadi kak Arga bilang mau ambil sesuatu yang tertinggal di mobil, Bun. Tapi kok belum kembali juga ya?" Shereena ikut bingung.
"Udah lama?" tanya Vie dengan alis yang menaut.
__ADS_1
"Lumayan."
"Terus Arshen dimana?" Kini giliran Dirga yang menanyakan keberadaan cucunya.
Lagi-lagi Shereena dibuat terbelalak dengan pertanyaan calon ayah mertuanya. Shereena yang baru saja selesai dirasa juga terkejut saat tidak melihat anaknya di dalam ruangan.
"Tadi dia disini, Yah," ujar Shereena yang sudah mulai panik.
"Mas, ini gimana? Jangan-jangan—" belum selesai berbicara tubuh Vie langsung melemas dan hampir terjatuh ke lantai. Beruntung saja, dengan sigap Shereena langsung menangkap tubuh calon ibu mertuanya.
Dirga yang berada di depan Vie terkejut saat sang istri jatuh pingsan. "Astaga ... pertanda apa ini? Vie!"
Saat ni tubuh sudah terbaring di atas sofa panjang. Hanya ada Shereena yang menemaninya, karena Dirga sedang mencari keberadaan Arga dan Arshen yang tiba-tiba menghilang begitu saja.
Air mata Shereena terus berjatuhan membasahi pipinya. Pikiran sudah sangat kacau. Dia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada anak dan calon suaminya yang menghilang begitu saja. Apakah ini pertanda jika alam semesta tidak merestui pernikahan mereka?
__ADS_1
"Ya Allah, semoga tidak terjadi sesuatu kepada kak Arga dan juga Arshen. Lindungilah mereka dimana pun mereka berada." Shereena berdoa dalam hati.
Sementara itu, Dirga sudah mengecek semua CCTV yang ada di hotel yang telah disewa untuk melakukan pernikahan Arga. Dari rekaman CCTV, terlihat dengan jelas jika Arshen diajak keluar untuk meninggalkan hotel oleh perias yang baru saja merias Shereena. Namun, setelah sampai di luar, jejak mereka tidak terekam lagi oleh karena pengawas.
"Tolong segera kerahkan anak buah, Rey!" titah Dirga pada Reyhan asisten pribadinya ( Reyhan— Suami Pitaloka dalam novel teh ijo yang berjudul SEGENGGAM LUKA ) Yang belum baca, singgah kesana ya 🤭
"Siap Pak Bos." Rey segera berlalu untuk menghubungi anak buah yang dimilikinya.
"Sebenarnya siapa dalang dibalik semua ini? Apakah ini adalah ulah tuan Excel? Tidak mungkin! Tidak mungkin dia pelakunya, karena dia saja sudah tidak peduli kepada Shereena. Lalu untuk apa dia menculik Arhsen!"
Sepertinya sebuah rencana pernikahan yang di depan mata, harus pupus dalam sekejap mata. Bukan hanya calon mempelai prianya saja yang tidak ada, tetapi anak dari calon pengantin juga menghilang.
Kabar penundaan pernikahan yang hampir saja dimulai, tentu saja membuat pihak tamu yang sudah hadir merasa sangat terkejut.
Terlebih saat mereka mendengar jika mempelai prianya hilang.
__ADS_1
Sepasang mata yang sejak tadi sudah berada di sudut ruangan, jauh merasa terkejut dengan kabar tersebut. "Hilang?"