Hidden Baby 2

Hidden Baby 2
Hidden Baby 2 | Bab 27


__ADS_3

Ternyata rencana untuk membuat kedua orang tua Arga membenci Shereena tidak berjalan dengan sempurna dan malah sebaliknya. Vie, bunda Arga malah terlambat bahagia ketika melihat Shereena, bahkan wanita itu langsung memeluk Shereena dengan tangisnya. Sementara itu, Dirga, ayahnya Arga juga memberikan sebuah pelukan kepada Shereena.


"Sudah kuduga jika kamu telah menabur benih pada seorang wanita dan lebih parahnya wanita itu adalah Shereena," ujar Dirga dengan helaan nafas panjangnya.


"Reen, duduk sini!" ujar Vie sambil menuntun Shereena untuk duduk di sebuah sofa.


Shereena tak menyangka jika orang tua Arga memperlakukan dirinya dengan baik, tak seperti Daddy-nya.


"Momm, who are they?" tanya Arshen sambil menatap orang tua Arga secara bergantian.


"they are your Grandma and Grandpa," kata Arga yang masih berdiri di samping ayahnya.


"What? Ga, kamu ngomong apa? Jangan bilang dia anak kamu!" kata Alexa dengan penuh keterkejutan.


Arga hanya membuang kasar nafas beratnya. "Kamu benar, Lexa. Dia anakku dan wanita itu adalah ibu dari anakku."


Mendengar pengakuan Arga, Alexa hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Tidak! Tidak mungkin! Kamu pasti bohong kan, Ga? Katakan ini tidak benar! Ini pasti hanya akal-akalanmu untuk memutuskan pertunangan kita, iya kan?" sanggah Alexa yang seolah tidak terima.


"Ini kenyataan yang sebenarnya, Lex. Itu sebabnya aku tidak mau meneruskan pertunangan kita, tetapi kamu bersikukuh dengan kuat tak ingin mengakhiri pertunangan ini. Tapi sekarang, mau tidak mau pertunangan kita harus berakhir, karena besok aku akan menikah dengan Shereena," ucap Arga secara langsung.

__ADS_1


"Apa? Besok? Lalu bagaimana denganku, Ga? Bagaimana dengan status pertunangan kita ya sudah berjalan selama 6 tahun, Ga? Apa kata orang di luar sana, kamu bertunangan denganku, tetapi kamu menikah dengan wanita lain. Itu sama saja kamu mebuat harga diriku, Ga!" sentak Alexa dengan rasa kecewanya.


Begitu juga dengan kedua orang tua Arga yang sangat terkejut dengan pengakuan anaknya jika akan menikahi Shereena besok.


"Ga, kamu bercanda kan? Kamu tidak serius kan, Nak?" tanya Vie dengan kedua alis yang sudah menaut.


"Arga sedang tidak bercanda, Bunda. Arga serius akan menikahi Shereena besok. Bahkan sekalipun Om Excel tidak menyetujuinya. Kalian boleh egois dengan perasaan kalian, tetapi aku tidak bisa egois dengan. Lihatlah, saat ini ada Arshen di antara hubunganku dengan Shereena. Apakah aku akan tinggal diam saja, ketika Shereena berjuang seorang diri untuk membesarkan anakku? Tidak, kan? Sebagai seorang laki-laki, Arga harus segera bertanggung jawab atas apa yang telah Arga lakukan. Salah satu cara bertanggung jawab itu adalah menikahi Shereena secepatnya. Bukankah Bunda juga pernah berada di dalam posisi Shereena? Tetapi sayangnya Arga terlalu peka, tidak seperti kekasih bunda saat itu!" Kini mata Arga melirik ke arah ayahnya.


"Lalu kamu bilang, Ayah tidak bertanggung jawab? jika ayah tidak bertanggung jawab, untuk apa Ayah menikahi bundamu?" timpal Dirga.


Mengetahui fakta yang sebenarnya, mata Vie terasa sangat panas. Meskipun Vie sudah mencoba untuk menahan air matanya agar tidak tumpah tetapi air mata itu mengalir begitu saja ketika dia mengingat masa lalu yang sama dengan Shereena. Dimana dirinya juga diusir oleh ayahnya karena telah mengandung bibit Dirga dan harus berjuang seorang diri untuk membesarkan Arga.


Vie bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Shereena saat ini karena Vie pernah berada di posisi yang sama seperti Shereena.


"Bunda jangan menangis. Aku tidak apa-apa , Bun." Shereena membalas pelukan yang diberikan oleh Bundanya Arga.


Melihat dua wanita yang sedang berpelukan membuat Dirga hanya bisa membuang nafas kasarnya. Dirga tidak memungkiri jika dirinya merasa flashback ke masa lalu, dimana dia telah menabur benih pada wanita yang dicintainya hingga dia tidak tahu jika wanita itu telah hamil dan merawat anaknya seorang diri. Saat ini Dirga tidak bisa berkata apa lagi dengan kenyataan yang ada. Bagaimana dia akan menantang hubungan Arga dengan Shereena jika saat ini telah ada Arshen ditengah-tengah hubungan mereka berdua. Apa yang dirasakan oleh Arga saat ini juga pernah ia rasakan di masa lalunya.


Namun, siapa yang menyangka dalam suasana harum ada hati yang sedang terpanggang di dalam oven. Sungguh Alexa tidak terima atas kenyataan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Om, katakan jika Om Dirga tidaklah setuju dengan keputusan Arga! Arga itu tunangan Lexa, Om! Yang seharusnya menikah dengan Arga itu Lexa, bukan dia!" geram Alexa sambil menunjuk ke arah Shereena.


Lagi-lagi Dirga hanya bisa mendengus dengan kasar karena saat ini dirinya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tidak akan pernah mungkin Dirga memisahkan Arga dari Shereena karena benih Arga telah tersemai dan sudah tumbuh dengan sangat menggemaskan.


"Xa, maafkan Om yang tidak bisa berbuat apa-apa. Kali ini Om tidak bisa membantumu lagi, karena memang sudah sepantasnya Arga bertanggung jawab untuk menikahi dengan Shereena. Maafkan Om jika pertunangan kalian sampai di sini. Tapi kamu nggak usah khawatir, Om akan mencarikan pengganti Arga dan kamu akan segera menikah agar kamu tidak merasa sia-sia karena sudah digantung oleh Arga selama 6 tahun. Semoga kamu bisa lapar untuk menerima kenyataan ini ya," ucap Dirga kepada Alexa.


Sungguh Alexa merasa tidak terima dengan ucapan Dirga. Melihat dirinya sudah tidak dianggap lagi, Iya aku memilih pergi dengan luka dan kekecewaan.


"Baiklah aku akan menyerah, tapi bukan berarti aku kalah. Jika harga tidak bisa menjadi milikku, maka tidak ku izinkan seorangpun untuk memilikinya. Ingat itu!" ancam Alexa yang kemudian berlalu dari ruang kerja Arga.


Kali ini Shereena merasa sangat bersyukur karena kehadiran dirinya dan juga Arshen bisa diterima baik oleh keluarga Arga. Bahkan mereka berdua tidak keberatan jika Arga dan Shereena menikah.


"Terima kasih Bunda, karena Bunda mau menerima kami berdua dan merestui hubungan ini, meskipun hubungan ini adalah hubungan terlarang, karena saat ini kita sudah menjadi keluarga besar," ucap Shereena senyum tipis dibibirnya.


"Tidak usah berterima kasih kepada Bunda, berterima kasihlah kepada dirimu sendiri yang sudah mampu berjuang selama bertahun-tahun seorang diri. Bunda tahu bagaimana rasanya, Reen. Sungguh sangat berat dan sakit, terlebih hubungan ini mendapatkan sebuah pertentangan. Bunda pernah berada di posisimu saat ini, jadi Bunda tidak mau membuat rasa sakit lagi, Reen. Toh sah-sah saja jika kamu menikah dengan Arga karena kalian tidak ada hubungan darah," ujar Vie—Bundanya Arga.


"Terima kasih Bunda," ucap Shereena pelan.


Andaikan saja pemikiran Daddy dan Mommy-nya seperti pemikiran Bundanya Arga mungkin dirinya tidak akan pernah berjuang seorang diri untuk melawan kerasnya hidup dan kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2