Hidden Baby 2

Hidden Baby 2
Hidden Baby 2 | Bab 23


__ADS_3

"Benarkah?" tanya Arshen dengan alis yang menaut.


"Iya, dong," ucap Arga dengan cepat.


Sejenak agar terdiam. Entah apa yang sedang dipikirkan bocah kecil itu mengerutkan keningnya. Hampir satu menit Arshen terdiam sambil terus memperhatikan Mommy dan Daddy-nya.


"Sepertinya tidak buruk kalau Arshen mempunyai adik. Momm, buat adik untuk Arhsen ya!" rengek Arshen dengan menarik tangan Shereena.


Bola mata Shereena mendelik. Namun, bukan untuk menatap anaknya melainkan untuk menatap Arga yang mencetuskan ide gila untuk Arshen.


"Dadd, do you want to make a sister for me?"


Arga benar-benar sangat terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Arshen. Ia pikir dengan memberikan alasan jika tidur bersama akan bisa menciptakan seorang adik akan membuat Arshen menentangnya. Namun, sangat di luar dugaannya. Ternyata Arshen malah menyambut dengan positif dan memintanya untuk membuatkan adik. Mmangnya membuat adik seperti membuat adonan bakwan? Meskipun Arga mau-mau saja, tetapi belum tentu dengan Shereena, terlebih keduanya belum menikah.


"Dadd, answer me!" kata Arshen dengan menarik tangan Arga.


"My boy, bukan seperti itu konsepnya, sayang. Maafkan Daddy yang hanya sekedar bercanda. Tapi jika Arshen memang sangat menginginkan seorang adik, Daddy punya cara ampuh," ujar Arga dengan senyum smirk di bibirnya.


"Bagaimana, Dadd?" tanya Arshen dengan antusias.

__ADS_1


"Kak, jangan cemari pikiran Arshen yang masih bersih!" tegur Shereena yang penasaran cara apa yang akan digunakkan Arga untuk membuat adik, tanpa adanya penanaman bibit.


"Siapa juga yang mau mencemari pikiran Arshen? Aku hanya sedang berusaha untuk mengabulkan keinginan Arshen untuk memiliki adik. Apakah salah? Gak kan, Reen."


Akhirnya Shereena memilih diam. Berdebat dengan Arga tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi hanya akan membuatnya sakit kepala.


"Dadd, cepat katakan bagaimana caranya? Tapi Arshen tidak mau adik perempuan, ya! Karena perempuan hanya akan merepotkan!"


Shereena yang mendengar celetukan Arshen langsung menautkan kedua alisnya. Darimana Arshen mendapatkan kamu seperti itu? Sebagai seorang perempuan yang sudah terbiasa hidup mandiri, tentu saja Shereena sangat tidak setuju dengan pendapat Arshen jika perempuan hanya akan merepotkan. Karena kenyataannya dia bisa hidup selama 6 tahun terakhir tanpa satupun keluarga di sisinya maupun orang terdekatnya.


Diasingkan ke negara orang membuat Shereena menganggap jika wanita itu lebih ketimbang laki-laki. Dalam keadaan apapun seorang perempuan tidak akan pernah egois, terlebih jika dia telah memiliki gelar Ibu. Karena di saat gelar itu telah muncul, maka seorang perempuan akan terlihat sangat kuat, bahkan saking kuatnya dia tidak akan pernah merepotkan keluarga maupun teman terdekatnya.


"Macam?" Arga mengulanginya. "Apakah kita memiliki macan?" tanya Arshen heran.


"Sstt! Jangan keras-keras. Nanti macannya dengar." Arga berbisik lagi sambil menunjuk kearah Shereena.


Mata Arshen langsung mendelik saat yang dikatakan macan adalah Mommy.


"Daddy, you're mean!"

__ADS_1


"Mommy ... Daddy jahat! Daddy bilang Mommy macan!" teriak Arshen yang kemudian berlari kearah Shereena.


Arga hanya bisa menepuk kasar jidatnya. "Tamat riwayat!"


Shereena hanya bisa menautkan alisnya saat mendengar aduan Arshen. "Benarkah?"


"Iya, Momm!"


"Baiklah, kalau begitu kita cari Daddy yang lain aja, yang gak jahat, gimana?"


"Tidak masalah! Yang penting lebih ganteng dari dia!" Arshen menunjuk kearah Arga.


.


.


BERSAMBUNG.


Moon maap ini bab dikit ya. Nanti Othor sambung lagi. Makasih yang masih stay disini 💖

__ADS_1


__ADS_2