Hidden Baby 2

Hidden Baby 2
Hidden Baby 2 | Bab 28


__ADS_3

Ternyata usaha Alexa untuk menjatuhkan Shereena tidak berjalan dengan mulus, karena kenyataannya kedua orang tua Arga malah terbuai kenyataan jika ternyata Shereena telah melahirkan anak Arga. Sebagai seorang wanita yang merasa tersakiti akan dengan sikap Arga, tentu saja Alexa merasa tidak terima, terlebih bertahun lamanya ia telah bertunangan telah dengan Arga.


Rasa sakit itu kian berdenyut ketika pertumbuhannya dengan Arga telah dibatalkan dan besok Arga akan melangsungkan pernikahan dengan Shereena. Sungguh tidak adil untuk dirinya.


"Kalian pikir aku akan terima dengan apa yang telah kalian lakukan kepadaku. Tunggu saja, aku pasti akan menghancurkan kebahagiaan yang kalian rasakan, hingga kalian merasakan apa yang sedang aku rasakan," kata Alexa dengan tangan mengepal setelah keluar dari ruang kerja Arga.


Meskipun melangkah dengan rasa kecewa, Alexa tidak bertekad untuk tidak akan menyerahkan karena kekalahannya. Sepanjang langkahnya meninggalkan kantor Arga, ia terus memikirkan bagaimana cara mencari celah untuk menghancurkan kebahagiaan Arga dengan Shereena yang baru saja akan di mulai.


"Aku harus mencari tahu siapa wanita itu. Aku yakin jika masih ada jejak tertinggal untuk mencari tahu siapa siapa dia," kata Alexa yang langsung mencaritahu siapa Shereena melalui pencarian di internet.


Baru saja Alexa memasukkan nama Shereena kolom pencarian dirinya langsung dibuat terbelalak dengan hasilnya. Meskipun yang ia temukan adalah versi lama, tetap saja Alexa masih bisa menandai jika yang muncul dilayar ponselnya memanglah Shereena, wanita yang telah melahirkan anaknya Arga.


"Astaga ... seriusan ini? Jadi Shereena adalah putrinya Tuan Excel Word, seorang pengusaha terkuat itu. Oh, tidak mungkin!" Alexa langsung menangkup kedua bibir dengan telapak tangannya.


"Eh, bukannya adiknya Arga dan juga kakaknya Shereena udah menikah? Dan kisah mereka udah teh ijo tulis di novelnya yang berjudul Menikahi Ketua OSIS, tapi sayangnya masih hiatus itu karena sepi pembaca. Coba aja yang baca novel ini juga mampir di ke Novel dimana kisah Arga dan Shereena dimulai, pasti teh ijo akan merasa senang dan kali aja gak pelit update." Alexa bermonolog.


Karena sudah tahu siapa itu Shereena, tiba-tiba bibir Alexa menyunggingkan senyum. Ia tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk menjatuhkan Shereena.


"Anggap saja ini adalah sebuah keberuntungan untukku. Arga, berbahagialah sebelum kebahagiaan itu berubah menjadi sebuah tangisan. Aku yakin dengan berita besar ini karirmu akan hancur karena amukan Tuan Excel. Begitu juga kamu Shereena, sebentar lagi kekuatan milik ayahmu akan jatuh dalam hitungan menit." Alexa tertawa sambil membayangkan rencana selanjutnya.

__ADS_1


Di sisi lain, Shereena yang langsung diterima baik oleh keluarga Arga, langsung dibawa pulang ke rumah orang tua Arga. Sepanjang perjalanan pulang, bundanya Arga tak melepaskan Arshen dari pelukannya. Wanita itu terus mendekap Arshen dalam pangkuannya.


"Apakah jauh, Grandma?" tanya Arshen yang sudah merasa lelah dipangku oleh grandmothernya.


"Sebentar lagi juga sampai. Apakah kamu sudah merasa lelah. Jika iya, tidurlah!" ucap Vie sambil mengelus kepala Arshen.


"Bagaimana aku akan tidur jika dadaku terasa sesak seperti ini? Grandma, aku bukan bayi!" protes Arshen sambil membuang nafas sesaknya.


Saat itu juga Vie langsung menatap Arshen yang sedang berada dalam dekapannya. "Oh, astaga ... maaf Grandma, Sayang," ujar Vie yang langsung mengendorkan dekapannya. Saking bahagianya Vie sampai tidak menyadari jika dekapannya terlalu erat.


"Iya. Tidak apa-apa Grandma," ucap Arshen dengan pelan. "Tapi apakah Daddy dan Mommy juga akan menyusul Arshen?"


"Tentu saja, tapi menunggu Daddy kamu siap rapat. Daddy kamu itu nakal! Mentang-mentang perusahaan miliknya sendiri kerja sesuka hatinya," celetuk Dirga sambil menyetir mobilnya.


Kedua mata Vie dan juga Dirga saling bersitatap. Hati mereka seketika teriris dengan ucapan Arshen yang yang seakan mengguncang hati mereka. Apa mereka akan sanggup melukai perasaan anak kecil yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya? Tentu saja tidak! Meskipun apa yang dilakukan oleh Arga dan Shereena adalah perbuatan yang salah karena telah unboxing sebelum pada waktunya dan telah mencoreng nama baik keluarga, tetapi mereka tidak akan pernah sanggup untuk melukai perasaan Arshen terlalu dalam lagi.


Sudah cukup penderitaan yang dialami oleh Shereena dan juga Arshen selama ini. Saat ini bukanlah waktu untuk mempertahankan ego, karena jika mereka terus mempertahankan ego, maka akan ada anak yang menjadi korban dalam keegoisan mereka.


"Shen, Grandpa minta maaf karena tidak menyadari jika Daddy kamu telah mencetakmu. Jika Grandpa tahu kamu telah dicetak sebelum waktunya, Grandpa tidak akan pernah membiarkan Mommy-mu menanggung semua penderita seorang diri, karena ulah Daddy-mu," ucap Dirga yang merasa sangat bersalah kepada Arshen.

__ADS_1


"Apakan kalian akan membenci Arshen dan juga Mommy karena mereka telah melakukan sebuah kesalahan?"


Lagi-lagi mata Vie dan juga Dirga saling beradu, seakan mereka sedang berkomunikasi lewat mata.


"Kenapa Arshen bisa berbicara seperti itu?" Kini Vie menimpali.


"Karena Grandpa yang satu lagi tidak mau bertemu dengan kami, tadi. Kata Mommy Grandpa masih marah kepada Mommy. Apakah kesalahanku Mommy sangat banyak sehingga Mommy Grandpa itu masih marah kepada Mommy?" tanya Arshen.


Dirga yang menyetir langsung mengernyitkan dahinya. "Apakah Mommy kamu sudah bertemu dengan Grandpa yang satu lagi?" tanya Dirga penasaran.


Kepala Arshen mengangguk dengan pelan. "Iya. Tadi pagi Arshen diajak Daddy untuk menemui Grandpa yang satu lagi, tetapi Grandpa tidak mau bertemu dengan kami, akhirnya Daddy mengajak kami pulang," jelas Arshen apa adanya.


Memasang terasa berat, tetapi Dirga mencoba untuk memberikan senyumnya kepada Arshen. "Tapi sekarang Arshen tidak usah merasa kecewa karena mulai saat ini ada Grandpa dan Grandma yang akan membuat Arshen merasa tidak sendirian lagi," ucap Dirga.


Jika saat ini ayahnya Arga sedang berusaha untuk menghibur cucunya, berbeda dengan Arga yang sedang berjuang untuk masa depannya. Ia tak menyerah untuk membujuk Daddy Shereena untuk memberikan restu pada hubungannya cintanya pada Shereena.


Kali ini Arga nekat untuk mendatangi perusahaan milik Daddy-nya Shereena bersama membawa putri mereka satu-satunya dan juga membawa kabar jika besok Arga akan menikahi Shereena, meskipun tak ada restu dari Daddy-nya Shereena.


"Untuk apa kalian sampai nekat masuk ke dalam kantorku? Bukan sudah kukatakan jika aku tidak mau bertemu dengan kalian. Lalu mengapa kalian masih bersikeras untuk menemuiku? Jika kedatangan kalian hanya ingin meminta restu dariku, maka sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian, sekalipun kalian memohon kepadaku," ujar Excel tanpa ingin menunda kesempatan yang masih ada

__ADS_1


"Daddy—" ucap Shereena dengan lirih.


"Stop you call me Daddy! Because you are not my child anymore!" tegas Excel saat dirinya belum bisa menerima kehadiran Shereena.


__ADS_2